Memeluk Kenangan

Memeluk Kenangan
Perhatian Rama


__ADS_3

Rama pun curiga, merasa ada yang aneh dengan istrinya, karena sejak acara tadi hanya terdiam, tak seceria dan semangat saat di rumah, saat memilih gaunnya.


"Ceritalah! Aku akan mendengarnya."


"Apa Kak Rama tidak akan marah, jika aku bercerita?"


Rama adalah sosok lelaki yang sangat dewasa, bahkan ia sangat menghargai apa pun yang istrinya lakukan selama itu bukan hal yang negatif.


Nasyra lalu mendekat, ia menyenderkan kepalanya ke bahu Rama. Ya, sosok Rama lah yang selalu ada selama ini saat ia terpuruk, saat ia susah, tetapi wanita itu juga heran kenapa ia tidak bisa sepenuhnya mencintai Rama. Ia malah menganggap Rama adalah seorang Kakak yang selalu melindunginya.


"Apa karena lelaki tadi?" tanya Rama dengan nada menebak.


Nasyra mengusap pipinya yang basah menggunakan tisu. Ia lalu berkata, " Kak, dia mantan kekasihku dulu."


"Kapan? Kenapa kamu tidak pernah bercerita, sayang?"


"Buat apa diceritakan kalau sudah masa lalu, Kak."


"Lalu, apa ada masalah yang belum selesai? Sampai dia mengejarmu."


Nasyra terdiam, ia hanya menggelengkan kepalanya pelan. Rama berusaha menenangkannya, merangkul dan mengelus bahunya. Sosok Rama, seorang lelaki yang pengertian dan dewasa, bahkan ia jarang cemburu terhadap istrinya. Ia begitu percaya terhadap Nasyra kalau istrinya tidak mungkin berselingkuh. Selama ini, Nasyra juga berperan sebagai istri yang baik terhadap suami.

__ADS_1


"Aku benci dia, Kak," ucap Nasyra lirih.


"Apa dia menyakitimu? Sayang ... dengarlah! Apa pun masalahmu dengan Fano, sebaiknya di selesaikan atau kalian berbaikan. Agar tidak menyimpan kebencian yang begitu dalam di hati kamu. Percayalah,itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri."


"Tapi Kak, dia jahat. Dia membohongiku selama dua tahun."


Rama semakin erat memeluk Nasyra di mobil itu, isakan tangis Nasyra membuatnya iba. Sesekali ia mengecup lembut pucuk rambut Nasyra.


Mobil hitam itu memasuki pagar rumah putih yang begitu besar, Rama membukakan pintu mobil untuk Nasyra. Tangan Rama melingkar pada pinggang istrinya sambil memasuki istana rumah mereka. Betapa beruntungnya Nasyra dinikahi oleh seorang pria kaya raya yang sukses, mempunyai perusahan di bidang periklanan.


"Rama sering di undang ke berbagai acara televisi karena ia sosok yang humble dan murah hati, bahkan ia tak segan-segan menggratisi iklan seorang wirausahawan pemula yang baru merintis.


Nasyra dan Rama menuju kamar mereka. Wanita itu bergegas menuju kamar mandi, mengganti gaunnya dengan pakaian santai, ia juga menghapus make-up yang melekat di wajah ayunya.


Rama merogoh sakunya, mengeluarkan kertas kecil yang diberikan oleh Fano saat tadi tempat parkir. Tertulis nama Fano Arciansyah di sana, ia terus menatap kartu kecil berwarna putih biru itu.


Kesalahan apa yang pernah kau buat, hingga Nasyra begitu membencimu, gumamnya dalam hati. Rama sebenarnya begitu penasaran, tapi ia tidak ingin terlalu menekan Nasyra untuk bercerita saat ini.


Begitu Nasyra keluar dari kamar mandi, Rama melihat istrinya yang sayu. Ia menyuruhnya untuk duduk di sebelahnya.


"Sini, sayang!" Rama menepuk tepi ranjang yang ia duduki.

__ADS_1


"Kak, maafkan aku. Aku belum bisa bercerita sekarang."


"Tidak apa-apa. Aku akan menunggu sampai kamu mau bercerita, tapi aku tidak mau kalau lelaki itu membebani pikiranmu. Tataplah aku, saat aku bersamamu. Jangan ada orang lain lagi, mengerti sayang?" ucap Rama sambil tersenyum, ia mengusap pucuk kepala istrinya. Jemarinya juga selalu memainkan rambut Nasyra, sesekali ia menyelipkan rambut ke belakang telinga yang menghalangi wajah cantik istrinya. Nasyra pun membalas senyuman tulus dari suaminya.


"Eh, Kak Rama nggak ke kantor?"


"Harusnya ke kantor sayang, tapi aku lihat kamu nggak tega mau ninggalin."


"Ya ampun, aku nggak apa-apa Kak, sudah sana berangkat!"


"Yakin, nggak apa-apa kalau aku tinggal?"


"Iya, Kak. Kasihan nanti kalau ada yang mencarimu, di kantor juga pasti banyak yang harus di selelsaikan, kan?"


"Ya, sudah kalau begitu. Aku berangkat dulu, ya. Jaga diri baik-baik. Kalau kamu mau keluar atau ke restoran, nanti sama Pak Ki aja ya, sayang. Jangan nyopir sendiri. Aku bawa mobil yang satunya."


"Iya, Kak." Nasyra tersenyum, perhatian Rama selalu tercurah setiap harinya.


Bersambung....


...Jangan lupa penyemangatnya ya guys ......

__ADS_1


...like, komen, hadiah, sama vote.😁😁😁...


__ADS_2