Memeluk Kenangan

Memeluk Kenangan
Tiba di Singapura


__ADS_3

Keduanya telah usai menikmati makan malamnya, Rama lalu mengajak Nasyra pulang, karena esok hari mereka harus berangkat pagi gelap sebelum matahari menampakkan pancaran sinarnya.


Pukul 22.00 mereka sampai di rumah, Nasyra tampak begitu antusias untuk merapikan pakaian yang akan dibawa nanti. Baru juga sampai, dia langsung menuju lemari pakaian dan mengemas segala keperluan Rama dan dirinya.


Rama melihat Nasyra yang tengah semangat, dia tersenyum kecil. "Sayang, mau dibantu?" tanya Rama mendekat saat Nasyra mulai memasukkan baju ke dalam koper yang berukuran cukup besar.


"Tidak, Kak. Aku bisa sendiri, kalau Kak Rama bantuin, yang ada malah nggak selesai-selesai nanti." Nasyra terkekeh. Rama lalu mengacak lembut pucuk rambut Nasyra dan berkata, "Hari ini, aku begitu bahagia karena melihat kamu yang berbeda."


"Maksud Kak Rama?" tanya Nasyra sambil menukikkan alisnya.


"Kamu beda, Sayang. Kamu terlihat begitu istimewa, ketulusanmu terpancar. Padahal, aku tak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Aku tidak pernah merasakan kasih sayang yang tulus darimu." Rama duduk di tepi ranjang, berdekatan dengan Nasyra yang tengah melipat baju satu per satu.


"Kak, kenapa bicara seperti itu?"


Rama tak menjawab pertanyaan Nasyra, pandangannya kosong melihat ke satu titik sudut kamar.


"Tetaplah seperti ini, sampai kapan pun jangan pernah berubah. Sepercik cinta itu ... kini aku mulai bisa merasakannya. Terima kasih, Sayang." Rama menatap Nasyra sayu. Tatapan itu begitu dalam menusuk hingga ke relung.

__ADS_1


"Kak, maafkan aku." Nasyra menghambur ke pelukan Rama. Dia melingkarkan tangannya ke pinggang Rama. Rasa bersalah yang terus menerus menghantuinya, kini masih saja mengganggu pikirannya.


Rama pun menempelkan bibir lembutnya di kening Nasyra. Cukup lama kecupan itu, membuat Nasyra terpejam, meresapi segala rasa kasih Rama. Cinta itu seperti tumbuh kembali.


Keesokan harinya, setelah mereka melwati perjalanan panjang selama kurang lebih dua jam. Pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna. Tampak raut kebahagiaan terlukis di wajah Nasyra.


Setibanya di Singapura Changi Airport, Rama begitu sabar menggandeng istrinya keluar dari bandra tersebut, setelah mengambil barang lugage mereka. Mata Nasyra mengitari pemandangan yang begitu indah dan tertata rapi di sekitar bandara. Taman yang hijau itu dikelilingi bunga yang bermekaran menghiasi sekitaran kota tersebut.


Keduanya menunggu jemputan tepat di depan bandara. Tak berapa lama, mobil yang tak asing berhenti di tempat pick up.


"Itu, Sayang. Sudah datang, ayo!" Rama menunjuk mobil yang berhenti di depan mereka.


"Itu Arka, Sayang. Kamu nggak lupa, kan, sama dia? Yang waktu itu datang ke pernikahan kita."


"Ah, terlaku banyak tamu undangan saat itu, Kak. Lagi pula sudah bertahun, mana aku ingat." Nasyra tertawa.


Keduanya gegas berdiri dan masuk ke dalam mobil Arka.

__ADS_1


"Apa kabar, Bro?" tanya Rama, menepuk bahu Arka.


"I'm okey. Hai, Nasyra." Arka yang berada di bagian kemudi pun menyapa istri Rama, dia menengok ke belakang. Lantas, dia menyalakan mesinnya.


"Ah, Kak Arka masih mengingatku rupanya, maaf aku malah sedikit lupa," tutur Nasyra sambil meringis menutupi malunya.


"Tentu saja ingat. Bahkan, aku hampir bosan mendengar namamu disebut oleh Rama setiap kali meneleponku." Arka tertawa melirik ke spion yang memantul tepat pada Rama yang dibalas gelengan kepala oleh lelaki itu.


Tak heran, Rama memang sering bercerita masalah pribadi dengan Arka. Apalagi, jika hal itu menyangkut istrinya.


Perjalanan yang tak begitu lama mereka lalui, Nasyra terus menanyakan apa pun yang baru saja dia lihat di sepanjang perjalanan. Padahal, dulu dia sering ke Singapura. Akan tetapi, satu tahun ini dia memang tidak pernah mendatanginya. Rasanya begitu rindu dengan suasana kota yang dipenuhi tempat-tempat indah tersebut.


Mobil itu melesat berhenti di apartemen Rama. Lelaki itu kemudian mengantar Nasyra ke kamar, lalu dia meninggalkan istrinya karena dia harus langsung berangkat ke kantor polisi untuk menemui seseorang yang sudah ditahan di jeruji besi, akibat perbuatannya karena sudah berani mencoba merugikan perusahaan RR Advertising.


.


.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2