Memeluk Kenangan

Memeluk Kenangan
Ketika Itu


__ADS_3

Flash Back


Waktu itu, siang hari sepulang kerja, seperti biasa Fano mengantar Nasyra pulang ke kost dengan motornya. Tidak ada yang curiga dengan hubungan mereka karena Fano selalu baik dengan siapa pun dan bersikap manis pada semua orang di restoran.


“Ra, aku ingin membicarakan sesuatu yang penting. Apa kamu ada waktu?” Fano membuka pembicaraan ketika motornya perlahan mulai meninggalkan tempat kerjanya itu.


“Ya, tentu saja, Kak. Memangnya mau bicara apa sih? Sepertinya sangat serius,” tanya Nasyra penasaran.


“Kita mampir ke taman dulu, ya?”


“Iya, Kak.”


Motor Fano perlahan meninggalkan restoran menuju taman yang tak jauh dari pusat kota.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di taman dan duduk di sebuah kursi panjang di sana. Pepohonan dan berbagai tanaman bunga di sana terlihat sangat indah, tak banyak orang yang berada di taman itu. Hanya beberapa pasang orang saja yang terlihat.


Fano menggenggam tangan Nasyra erat dan menatapnya lekat. Entah, hati Nasyra seperti tak kuasa menahan tatapan lelaki di sampingnya itu, seperti akan menyampaikan sesuatu yang buruk.


“Sayang, selama dua tahun ini, apa kamu benar-benar mencintaiku?”


“Tentu saja, Kak, mana mungkin aku tidak punya rasa cinta sama kamu, apalagi kita sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Kenapa Kakak tiba-tiba menanyakan hal itu?”


“Maaf, Ra, aku rasa sekarang saatnya aku harus jujur. Aku mau mengatakan kebohonganku selama ini, maaf jika aku menyakitimu nantinya," kata Fano lirih, matanya sayu tak seperti biasa.


“Maksud Kak Fano apa sih? Jangan membuatku takut.”


Fano lalu mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menunjukkan satu foto yang membuat Nasyra hampir pingsan. Ia tak bisa berkata-kata begitu melihatnya, tenggorokannya seperti tercekat, air matanya mengalir deras membasahi pipi lembutnya. Hati Nasyra hancur berkeping-keping menyisakan luka terdalam. Tubuhnya mendadak lemas seperti tak bertulang.


"Dia ... dia siapa? Kamu sudah ...?" Nasyra tak kuasa mengatakan satu kata yang membuatnya bagai tersambar kilat disertai petir.

__ADS_1


“Apa arti dua tahun ini, Kak? Hah! Kamu jahat! Tega sekali kamu menyakiti dua wanita sekaligus. Selama ini, kamu selalu memperlakukan aku seperti ratu, perhatianmu sungguh nyata. Hampir setiap saat kamu mengucap kata cinta. Apa itu?! Semuanya palsu! Semua hanya kebohongan!”


Kalimat itu berhasil diucapkan Nasyra walau dengan suara yang gemetar, tangisnya pecah tatkala ia menatap foto Fano dengan seorang wanita yang duduk di sampingnya. Juga tak lupa, ada bayi dalam pangkuan wanita itu.


Foto itu terlihat sangat bahagia, keluarga kecil yang lengkap. Rasanya masih seperti mimpi buruk untuk Nasyra. Lelaki yang selama ini menjadi dambaan hatinya ternyata sudah menikah dan mempunyai anak.


Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, apa salahku ... hingga kamu membohongiku, Kak!


“Ma--maaf ... maafkan aku, Ra.”


“Semudah itu kamu mempermainkanku? Kamu pikir hatiku terbuat dari batu?! Aku manusia biasa Kak! Sakit hatiku ... sangat sakit! Kamu tau, kan ... dua tahun itu bukannya sebentar.”


Nasyra terduduk lemas, matanya terasa pedih dan terus mengeluarkan cairan hangat, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Harapan Nasyra untuk membangun masa depan bersama dengan Fano telah hancur sudah.


“Maafkan aku, Sayang, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku sangat mencintaimu, rasa sayangku lebih besar padamu, aku sama sekali tidak mencintainya. Ke depannya, kita masih bisa hidup bersama dan menikah, Ra."


“Apa kamu sudah gila? Kamu lelaki beristri, kamu berselingkuh, sekarang kamu mengajakku menikah?! Di mana jalan pikiranmu? Sampai kapan pun, aku tidak akan mau jadi selingkuhan, apalagi perusak rumah tangga orang, dengar itu!"


“Jangan seperti ini, aku minta maaf. Aku tidak tahu kenapa aku bisa mencintaimu sedalam ini. Bahkan aku tidak mencintai istriku. Kita bisa menikah siri, Ra," bujuk Fano dengan menghiba.


"Aku hanya wanita bodoh yang kamu permainkan! bisa-bisanya aku mencintai lelaki sepertimu!" tukas Nasyra dengan suara tingginya.


Nasyra berdiri sekuat tenaga, menopang tubuhnya yang sudah lemas, namun rasanya ia tak sanggup menjaga keseimbangannya.


Fano dengan sigap merengkuh tubuh Nasyra yang hampir terjatuh, dia memeluknya erat. Namun ia melepasnya dengan kasar, Nasyra melangkahkan kakinya meninggalkan kekasihnya itu dengan isakan tangisnya yang menyayat hati.


"Maafkan aku," ucapnya lirih memandang Nasyra prihatin.


Hidup Nasyra seperti sudah hancur. Fano berlari mengejarnya ke arah jalan, tetapi terlambat, Nasyra sudah menaiki taksi yang sempat ia berhentikan.

__ADS_1


Sesampainya di kost, Nasyra merenung dan meratapi kejadian beberapa menit yang lalu. Rasanya seperti mimpi. Sulit untuk dipercaya. Nasyra duduk di tepi ranjang sesekali mengusap buliran hangat yang terus lolos dari matanya.


Setelah ini, aku berjanji pada diriku sendiri. Aku akan menghilang dari kehidupannya. Aku tidak akan mau menemuinya lagi walau hanya sedetik sekalipun. Semua kebaikan dan ketulusannya kini tertutup sudah dengan satu kesalahan besar yang ia perbuat.


Nasyra mengganti nomor HP-nya dan memilih untuk pulang ke kampung halamannya, di sana mungkin ia akan lebih tenang bersama kedua orang tuanya.


Nasyra memang kecewa dengan Fano, sangat kecewa. Namun, sedikit pun ia tak bisa membencinya. Mungkin rasa cintanya lebih besar daripada rasa benci yang bahkan ia tak memilikinya untuk saat ini.


Kak, aku sangat berterima kasih untuk dua tahun ini. Kamu sudah menerbangkanku tinggi hingga aku lupa melihat ke bawah, tak pernah sekalipun aku menemukan kesalahan di dirimu. Kamu lelaki baik, lelaki yang selalu mengisi hariku. Terima kasih, Kak. Aku sangat menyayangimu.


 


Bersambung...


... ...


... ...


...Hay, reader baik ...


...tolong tinggalkan jejak ya.....


...berikan like, komentar dan vote kalian.....


...agar author semakin semangat...


...siap terima 🌷,❤, ☕ dan yang lainnya😁😁...


... ...

__ADS_1


__ADS_2