Memeluk Kenangan

Memeluk Kenangan
Kenapa Baru Bilang?!


__ADS_3

Di dalam ruang kerja Rama, Nasyra mendudukkan tubuhnya di sebuah sofa panjang yang terletak di sudut ruang, tepatnya di seberang meja kerja suaminya itu.


“Kak, tumben sekali mengajakku ke kantor? Apa ada acara? Atau Kak Rama mau mengajakku ke bertemu rekan bisnis?” tanya Nasyra penasaran.


Biasanya, Rama memang mengajak Nasyra untuk bertemu klien atau makan siang bersama dengan temannya ketika ia diajak ke kantor oleh Rama. Namun, untuk saat ini memang ada alasan lain yang serius.


“Sayang, sebenarnya ada sesuatu hal yang penting yang akan ku tunjukkan ke kamu. Makanya, aku mengajakmu ke sini,” terang Rama dengan raut muka serius.


“Apa, Kak?” balas Nasyra penasaran.


Rama lalu berjalan ke arah laci di meja kerjanya, ia lalu mengambil sebuah amplop putih yang berisi surat hasil pemeriksaan istrinya.


Lelaki itu dengan berat hati menghampiri Nasyra dengan gugup, ia lalu menyerahkan amplop itu ke tangan Nasyra yang langsung di terima dengan penuh tanda tanya. Nasra cukup penasaran, ia mengernyitkan dahinya dan bertanya pada Rama, “Apa ini, Kak?”


“Buka saja, Sayang!” perintahnya, ia lalu duduk di samping Nasyra.


Nasyra pun langsung membukanya, dan membacanya dengan teliti.


“Kak, ini ... apa maksudnya?” Tangan Nasyra gemetar begitu selesai membaca keterangan yang ada di selembar kertas itu, bibirnya seperti kelu meminta penjelasan lebih.

__ADS_1


'Kista ovarium', itulah yang tertulis di sana. Gangguan kesehatan yang dialami oleh Nasyra itu baru saja ia ketahui karena Rama menyembunyikannya sejak satu minggu yang lalu.


“Maksudnya? Aku ...?” Bibir Nasyra seolah tak dapat melanjutkan kalimatnya. Tangannya gemetar, kertas itu dijatuhkannya begitu saja. Rama yang merasa kasihan lantas merangkul istrinya itu, ia mengusap lembut lengan Nasyra memberi kekuatan.


Nasyra mulai menitikkan air matanya, ia tidak menyangka selama ini dirinyalah yang ternyata mempunyai gangguan kesehatan dan menyebabkan sulit hamil. Apalagi setelah ia membaca vonis tersebut.


“Kak, kenapa nggak bilang dari awal?! Kamu jahat, kamu menyembunyikan hal sebesar ini dariku.’’ Nasyra melepaskan tangan Rama dari lengannya, ia lalu menunduk dengan kedua tangan yang meremas kepalanya frustasi.


“Sayang, maafkan aku, bukan maksudku untuk menyembunyikan ini semua, aku hanya belum siap dan nggak tega jika kamu bersedih.”


"Kak Rama tahu nggak, dengan Kak Rama menunda semua ini, yang ada malah akan memperlambat proses program hamil kita, dan aku ... penyakitku pasti juga akan semakin parah. Apa Kak Rama senang kalau aku sakit?”


Nasyra terdiam, ia berusaha menetralkan pikirannya dan memandang wajah suaminya. “Antar aku ke Dokter Mirna sekarang!” pinta Nasyra seraya berdiri.


“Baiklah Sayang, tapi kumohon jangan marah lagi, maafkan aku.”


“Sudahlah, Kak! Sekarang bukan saatnya membahas itu. Aku ingin ke rumah sakit sekarang. Atau, kalau kamu sibuk, aku bisa berangkat sendiri.” Nasyra mulai melangkahkan kakinya, tetapi Rama dengan sigap meraih tangan Nasyra.


“Sesibuk apa pun pekerjaanku, kamu tetap nomor satu, Sayang. Baiklah, kita berangkat sekarang."

__ADS_1


...****...


“Silakan duduk Tuan, Nyonya! Bagaimana, apakah sudah ada keputusan untuk tindakan selanjutnya?” tanya Dokter Mirna. Terakhir kali dokter itu menyampaikan bahwa pasangan tersebut harus memilih salah satu penanganan untuk kesembuhan kista tersebut.


“Maaf, Dok, apa bisa dijelaskan lagi? Saya belum mengerti sepenuhnya soal  kista ovarium."


“Jadi begini Nyonya Nasyra, tiap wanita memiliki dua indung telur (ovarium), satu di bagian kanan dan satu lagi di sebelah kiri rahim. Ovarium yang berukuran sebesar biji kenari ini merupakan bagian dari sistem reproduksi wanita. Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur tiap bulan mulai dari masa pubertas hingga menopause, serta memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Fungsi ovarium terkadang dapat terganggu, kista termasuk jenis gangguan yang sering terjadi. Nah, yang Nyonya alami sekarang ini adalah kista ovarium."


"Apa itu sangat berbahaya, Dok?"


"Sebagian besar kista ovarium ada yang berbahaya dan ada juga yang tidak. Jika berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, kista ini biasanya akan hilang sendiri tanpa pengobatan. Kista baru menimbulkan masalah jika tidak kunjung menghilang atau justru makin membesar. Kondisi serius dapat terjadi saat kista pecah atau jaringan ovarium terpelintir sehingga memerlukan penanganan secepatnya."


"Lalu, apa kista saya sudah parah, Dok? Dan untuk penangannya, langkah apa yang harus saya ambil?" tanya Nasyra.


"Berhubung kista Nyonya ukurannya sudah mencapai lima senti meter, maka bisa langsung melakukan operasi. Sebenarnya kita bisa melakukan pengamatan lanjutan jika Nyonya mau, tapi takutnya nanti bersaing antara pengobatan dan perkembangan kista, jadi sepertinya akan percuma saja," tuturnya.


Nasyra menyenderkan badannya dengan lemas, Rama yang sejak tadi terdiam, ia sama sekali tak tahu apa yang harus ia katakan dan tanyakan pada dokter tersebut. Ia mulai cemas melihat reaksi sang istri, ia mengelus rambut belakang Nasyra dan menatapnya iba.


Bersambung ...

__ADS_1


 


__ADS_2