MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Melamar 2


__ADS_3

Aku langsung melihat ke arah Mas Prima tanpa ragu-ragu dan penuh keyakinan Mas Prima pun menjawab pertanyaan Bapak aku lihat di wajahnya penuh keyakinan.


" Lebih dari itu Pak, jika sekiranya flower salah langkah dan bertindak tidak sesuai dengan harapan Bapak serta ibu saya sebagai pendamping hidup flow akan selalu mengarahkan di jalan yang lebih baik, insya Allah tanpa harus menyakiti nya, cukup saya tuntun dan saya berikan contoh", jawab Mas Prima penuh keteguhan, aku langsung tertunduk, rasanya sangat terharu.


Aku sampai lupa melirik bapak ataupun Ibu karena aku sendiri terkuku sambil tertunduk yang aku rasakan ibuku langsung merangkulku dan mengusap punggung ku lembut.


" iya, silakan Mas Prima urus segala persyaratannya untuk melaksanakan ijab qobul satu bulan lagi, namun dalam waktu 2 minggu ini tolong bawa orang tua nak Prima datang ke gubuk saya ini agar kami saling mengenal lebih dekat, Bapak percayakan Flo padamu nak Prima", ucap Bapak penuh keyakinan, ada suara serak di sana sepertinya Bapak pun menahan haru.


" Iya Pak pasti, Terima kasih banyak, Terima kasih Flo, jangan menangis ini adalah hari paling bahagia Mas, Aku harap flo jangan menangis", Mas Prima berbicara dan menyuruhku untuk tidak menangis tapi aku yakin walaupun aku tertunduk aku bisa mendengar suaranya tangisan Mas Prima lebih menyayat hati dibandingkan tangisanku.


" Menyuruhku untuk tidak nangis tapi sendirinya tergugu", ujarku menyindir Mas Prima, usap air mataku dengan tisu tak lupa aku juga memberikan tisu kepada Mas Prima.


" Terima kasih Flo", ucapnya terkekeh masih dengan derai air matanya.


" Sudah ah nangis nangisnya... hayu dilanjut makan lagi mumping kacangnya masih hangat", ujar ibu menenangkan kami bertiga, Aku tahu aku juga sebenarnya meneteskan air mata tapi karena ketenangannya dia lebih bisa menguasai diri.


" Flo ini tiga bersaudara mas Prima, dia anak paling bontot, kakaknya yang pertama perempuan namanya Freya, dan kakaknya yang kedua namanya Freddy, kakak yang pertama ikut suaminya sudah memiliki dua anak sekarang mereka tinggal di Semarang sedangkan kakaknya yang kedua Freddy tahun yang lalu baru saja menikah belum dikaruniai anak tinggal di sini dekat dan ini ibu sambung Flower, ibu Hartini.... Dia ini dulu pengasuhnya anak anak namun akhirnya bapak nikahi dua tahun lalu semenjak Flo bekerja luar kota, tapi hubungan anak anak sangat dekat seperti ibunya sendiri", ucap bapakku memperkenalkan keluarga aku.


" Iya Pak, dan Saya anak pertama Bapak saya sudah meninggal dari saya waktu masih SMA saat Bapak saya meninggal adik-adik Saya masih SMA SMP dan SD 1 nya 3 adik Pak yang Alhamdulillah sekarang tiga-tiganya Sudah kelar kuliah adik saya yang nomor dua dia juga sudah menikah dan sudah memiliki 2 orang anak, yang ketika juga sudah menikah memiliki 1 orang anak, yang terakhir baru saja selesai kuliah sekarang magang di sebuah BUMN", Mas Prima pun memperkenalkan keluarganya.


" Waahhh... salut mas bapak sama perjuanganmu, tulang punggung keluarga, tetap sayangi ibu mu mas meskipun nanti sudah menikah", ucap bapakku dan mas Prima pun mengangguk hormat pada bapak.


" InshaAlloh pak".


Obrolanpun berlanjut hingga kami akhirnya makan bersama, menu ala kadarnya hasil masakan ibu yang aku bantu sekedarnya tadi saat bapak dan mas Prima asyik melanjutkan obrolan.

__ADS_1


Sup buntut, bergedel jagung, krupuk undang, tempe goreng serta sambel dan jeruk nipis sebagai pelengkap diatas meja makan telah terhidang.


Ibu masak yang praktis saja, yang tersedia dikulkas karena siang ini hujan jadi membuat sup saja, kata ibu yang praktis dan cepat.


Kami makan berempat dengan lahab, mas Prima nampak menikmati hidangan hasil masakan ibu.


" Semua rencana bapak serahkan pada kalian berdua, pestanya mau seperti apa, mau berapa undangannya, semua bapak serahkan pada kalian berdua, tapi bapak mohon semua rencana kalian harus diinformasikan pada bapak agar kita bisa diskusi sebelum melangkah lebih lanjut", Ucap bapakku menyerahkan segala urusan pesta pernikahan kami.


" Soal biaya tentu bapak sudah persiapkan, cuma bapak harus sesuaikan dengan rencana kalian", Imbuh bapak lagi.


Aku jadi merasa terharu, bapakku ternyata sudah menyiapkan biaya jika aku ada yang melamar.


" Nanti kita bicara dulu ya dik", Ucap mas Prima yang tiba tiba saja memanggilku dengan sebutan dik, membuat hatiku jadi berbunga karenanya.


Akupun tersenyum pada mas Prima, seraya mengangguk, jujur aku tidak pernah punya impian mau jadi pengantin ala ala siapa dan bagaimana, aku hanya ingin menjadi pengantin yang sederhana saja, rasanya malu jika harus pesta besar besaran, itu yang aku rasakan.


Mendengar ucapanku mas. Prima tersenyum bahagia.


" Oke, nanti kita bicarakan berdua dulu ya,, baru setelah sepakat antara saya dan dik Flower, baru saya kabari bapak dan kita rembug bersama", Ujar mas Prima.


Setelah kesepakatan itu mas Prima pamit karena hari sudah beranjak malam.


Akupun mengantarkan sampai mobil, dan tadi mas Prima ijin sama bapak untuk bicara sebentar denganku di mobil.


" Masuk dulu sebentar dik", Ujar mas prima seraya membuka pintu penumpang jok tengah.

__ADS_1


Aku menoleh pada ibu dan bapak yang masih berdiri diteras, Aku lihat bapak mengangguk.


" Tadi mas sudah ijin sama bapak kok", Ujar mas Prima ketika melihat aku ragu.


Akupun menurut dan mas Primapun akhirnya ikut masuk, kami duduk di jok penumpang tengah.


" Mas cuma mau bilang terima kasih karena adik sudah menerima lamaran mas, sekalian mau minta nomer ponselnya", Ucap mas Prima.


" Hah, mas kita selama ini belum pernah tukeran nomer ponsel ya", Aku terkekeh sendiri, pasalnya selama ini jika janjian sama mas prima selalu lewat Desi.


" Adik tidak pernah mau memberikan aku nomer ponselmu dik", Jawab mas Prima seperti merajuk nadanya.


" Ya maaf", Ucapku masih terkekeh.


" Jadi kita pacaran resmi sebulan nih mas, sebelum sebulan lagi kita nikah", Ujarku.


" InshaAlloh", Jawab mas Prima, aku bisa lihat rona bahagia menghiasi wajahnya.


" Makasih ya, akhirnya adik mau jadi pacar mas, dan bahkan menerima lamaran mas, semoga niat baik kita dilancarkan, dua minggu lagi mas akan datang melamar adik beserta keluarga, semoga adik tidak berbah pikiran dan kita akan menikah", Ucap mas Prima menatapku lekat.


Kami saling bertatapan cukup lama dan akhirnya akupun tersenyum, namun entah setan dari mana sesudahnya aku malam memejamkan mata dan aku merasa dua benda kenyal milik mas Prima mendarat di bibirku.


Agak lama mas Prima menempelkan bibirnya di bibirku, hingga akhirnya dia ******* lembut bibir bawahku, akupun menerimanya.


" Mas tahu kamu belum bisa mencintai mas, tapi yakinlah jika cinta mas bisa menggantikan cinta yang sudah penuh disini", Tunjuk mas Prima dengan jari telunjuknya di dadaku, setelah melepaskan ciuman yang tidak begitu lama.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2