MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Begadang


__ADS_3

Saat ini Sari dan suaminya baru saja pulang, Flo bisa melihat perubahan Sari semenjak ucapannya tadi terlihat Sari lebih diam entahlah mungkin semakin benci pada flow atau apalah Tapi flow bertekad dalam hati untuk tetap berbuat baik dan menyayangi Adik iparnya tersebut.


" Maaf ya Mas kalau kehadiranku ternyata membuat hubungan Mas dengan Sari sedikit mengalami kendala tapi Mas jangan pernah pikirkan aku, Aku tidak apa-apa kok", ucap flow pada Prima saat Sari dan suaminya sudah meninggalkan ruangan inap mereka.


" Apa sih dek kau itu, yang ada dia harus mengerti kita bukan kamu yang mengerti dia kamu ada karena itu keinginan Mas kemauan mas harusnya dia bisa menerima, kalau dia tidak bisa menerima kehadiran mu berarti dia mengharapkan Mas jomblo seumur hidup", jawab prima yang tidak menginginkan istrinya itu terus mengalah dengan sikap Sari.


" Sedikit demi sedikit semoga Dia mengerti dan mau menerima kehadiran Mu dengan tulus ikhlas karena kamu wanita yang baik dia nanti akan mengerti jika dia beruntung memiliki kakak ipar seperti dirimu yang perhatian dan menyayanginya", imbuh Prima.


" Semoga ya Mas itu harapan aku, aku kan tidak memiliki adik jadi aku sangat menyayangi Rini Sari dan juga Heri".Ucap Flo tulus.


" Adik-adik mas cuma belum mengenal dirimu secara pribafi saja dik, sabar ya, maaf jika Sari suka ketus dan mas tidak bisa memberi tahu dia langsung saat dia berbuat begitu sama istriku ini", Prima mengusap kepala Flo dengan lembut.


" Adik tahu mas, ga apa apa kok, Tidur yuk... mumpung baby sedang anteng takutnya nanti malem rewel ", Flo segera membetulkan posisinya untuk segera tidur.


" Iya tidurlah", Prima mengusap kepala Flo dengan lembut sampai Flo tertidur pulas, kemudian mengecup kening sang istri dengan pelan dan membetulkan selimutnya


Barulah Prima mengambil tempat di sofa panjang untuk dirinya tidur malam ini.


Baru saja mereka tertidur hampir dua jam baby Choirul sudah menangis kejer.


Perlahan Flo bangun dan mendekat kearah box bayi dan mengambil bayi yang tengah menangis itu.


" Sssttt sssttt sssttt ... iya sayang sebentar ya, kenapa hemmm.... kok nangisnya seperti habis di pukul orang se Rt sih", Flo mengajak bicara putra bayinya yang masih merah itu dengan hati-hati.


Perlahan Flo menyusui putranya dengan hati-hati agar Prima tidak terbangun dari tidurnya.


Namun bayi itu masih juga menangis meskipun telah diberi ASI oleh ibunya berpindah dari kiri ke kanan namun Entah mengapa tetap saja menangis akhirnya flo turun dari tempat tidur dan berdiri untuk menggoyang-goyang sang putra supaya reda dari tangisnya hingga hampir dua jam seperti itu terus.


" Yank.... kok ga bangunin mas, biar bisa gantiin gendong, rewel ya?", Prima yang ngelilir dari tidurnya terkejut mendapati istrinya tengah berdiri menggendong putranya, dia pun mengucap wajahnya kemudian beranjak dari sofa dan mendekati Flo yang tengah mendiamkan putranya.

__ADS_1


" Rewel mas, ga tahu serba salah, sudah diberi Asi tetap saja nangis", jawab Flo.


" Coba sini sama ayah", Ujar Prima meraih putranya untuk digendongnya.


" Sudah dari kapan menangis begini?", tanya Prima.


" Tadi saat hampir jam 12 malam nangis kejer kayak gini jadi gini salah dikit itu salah nggak tahu kenapa", jawab flow.


" Halah dari tadi bunda gendong dia sudah 2 jam? kok enggak bangunin ayah", ujar Prima.


" Jadi sepakat nih baby Irul memanggil kita ayah bunda?", flow memastikan panggilan yang nanti akan disematkan kepada dirinya oleh putra-putra mereka kelak.


" Maunya sayang apa? Ayah Bunda papi mami Mama papa Bapak Ibu atau apa?", tanya Prima lembut seraya menggoyang-goyangkan baby Irul dalam dekapannya.


" Biar lucu biar putra-putra kita nanti manggil Aku bubu sedang Mas baba, bagaimana Mas mau nggak?".


" ya nggak apa-apa, baba setuju bubu", ucap Prima seraya terkekeh dan mengajak rujuk kepala flo dengan lembut.


" iya, Mas juga berharap begitu anak-anak akan menghormati kita sebagai orang tua namun juga bisa terbuka dengan masalah masalahnya seperti kepada temannya".


" Iya begitu Mas".


" Huuaaa aahhh", Flo menguap beberapa kali membuat Prima kemudian menyuruhnya untuk tidur kembali.


" Tidur lah dek biar baby Irul sama aku", Prima menonton flu untuk menuju ke atas tempat tidur dengan satu tangan kirinya membopong baby Irul.


" Manti kalau nangis bangunin aku ya Mas",


" pasti, karena hanya bubu-bubunya yang punya makanan untuk membuat anak ini kenyang dan terdiam jadi sudah pasti jika dia nangis karena lapar Babakan bangunkan bubu", ucap Prima seraya terkekeh.

__ADS_1


Begitulah mereka mengurus baby-nya Flo sangat bersyukur karena memiliki suami Prima seorang laki-laki yang mau mengerti keadaan dirinya bahkan selalu memperlakukannya penuh dengan kasih sayang dengan lembut tidak pernah memarahinya bahkan membimbingnya dalam banyak kebaikan.


Hingga keesokan harinya Mereka pun terbangun dengan wajah yang lesu karena pada akhirnya sampai subuh baby Irul ternyata tidak juga diam dari tangisnya.


" Selamat pagi Pak Bu, selamat semalam sudah merasakan tidur bareng bersama baby-nya bagaimana Apa Bapak Ibu bisa tidur nyenyak?", suster bertanya seraya tersenyum karena tahu ini pengalaman pertama bagi pasangan ini pasti akan banyak pengalaman ketika mereka tidur bersama bayi yang baru lahir.


" begadang sus", jawab flu dengan suara yang lemah karena masih menahan kantuk.


" Rewel ya semalam baby-nya?", Tanya suster.


" Iya dari 11.30 sampai subuh sus", follow menjawab dengan suara yang masih serak kentara akan kurang tidur semalam.


" Adek semalam nangis terus ya, kenapa mengajak begadang ayah bunda?", suster meraih baby Irul dari dalam tubuhnya seraya mengajaknya bicara dan baik itu menggeliat seraya perlahan membuka matanya.


" mandi dulu ya, terus nanti berjemur di balkon biar hangat", ujar suster seraya mengurus baby Irul.


Sementara itu Prima masih terlelap dengan berbalut selimut di sofa.


" Ssstttt.... jangan kenceng-kenceng di nangisnya ayahnya masih tidur nanti keganggu", ujar suster ketika bayi Irul mulai menjerit kembali.


" Ibu juga silakan bersih-bersih aja dulu Bu, biar nanti bisa sekalian berjemur bersama bayinya, mau saya bantu atau di kamar mandi sendiri?", tanya suster rumput pada flow.


" Sendiri saja susah di kamar mandi sudah lebih sehat kok", Jawab dulu yang memang merasa sudah merasa lebih sehat dibandingkan dengan kemarin.


" Bersyukur bu bisa melahirkan normal jadi lebih cepat pulih, saya dua kali dicaesar terus, jadi perlu waktu lebih lama untuk pemulihan", Ujar suster membagi pengalamannya pada Flo.


" Oh begitu ya sus?".


-

__ADS_1


-


Next...


__ADS_2