MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Positif


__ADS_3

" AaaHhh.... ya Allah", prima mendengar teriakan suara istrinya yang berteriak keras dari dalam kamar mandi membuatnya menggeliat kaget dan terbangun.


Dengan mata yang masih setengah terpejam, nyawa pun belum terkumpul Prima beranjak turun dengan cepat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi di mana terdengar suara istrinya tadi bersuara histeris di dalamnya.


Tok tok tok


" dek buka pintunya ada apa", suara Prima panik.


Clek


flower membuka pintu kamar mandi dan kemudian memberikan sesuatu benda kepada Prima wajahnya tertunduk tidak menatap sang suami.


" Hah! apa ini?", katanya Prima bingung, tidak tahu maksud istrinya memberikan benda tersebut kepadanya.


" Pakai tanya! yaitu benda yang semalam kita beli mas", ujar flower kesal wajahnya pun cemberut.


" Owh, terus maksudnya bagaimana ini, hasilnya apa?", Prima benar-benar tidak paham dengan alat tersebut.


" aku positif Mas", ujar flower mencebikkan bibirnya bukan tidak senang karena hasilnya positif tetapi karena reaksinya dari sang suami yang membuat flower sedikit kecewa karena dia sangat berharap jika reaksi Prima akan sangat heboh dan terlihat senang nyatanya tidak seperti yang dia pikirkan semula suaminya itu terlihat biasa saja tidak antusias.


Untuk sesaat Prima pun hanya tertegun, matanya mengerjap-ngerjap menyesuaikan dengan cahaya lampu serta mencerna ucapan dari sang istri.


" Positif? Owh..... !", Prima seperti berpikir setelah mengucapkan kata positif Dia pun akhirnya tersadar dengan kencang dia berujar kembali oh.


" Mas tahu, hamil kan?", Prima langsung merangkul sang istri dan memeluknya sangat erat kemudian mengangkat istrinya membopongnya dengan raut yang sangat bahagia.


" Maaf Mas tadi nggak ngeh, orang Mas belum ngumpul matanya juga masih merem", ujar Prima seperti menyesali keterlambatan reaksinya ketika istrinya memberikan kabar yang sangat ditunggu-tunggu nya.

__ADS_1


" Hiks.... mas lemot banget, jadi sedih akunya mau ngasih kabar gembira, malah kecewa", lirik flower penuh kesedihan.


" Maaf dek, Mas seperti mimpi Mas sangat bersyukur alhamdulillahirobbilalamin akhirnya yang mas tunggu tunggu di ijabah", Prima semakin mengeratkan pelukannya kepada sang istri hatinya benar-benar merasa bersyukur bahagia dan berbunga-bunga.


" Janji ya nanti harus berhenti kerja!", ucap Prima pelan-pelan karena hal ini belum mendapat persetujuan dari flower sendiri.


" kita lihat nanti ya Mas, semoga aja aku nggak mabuk, jika ngidam parah nggak tahu deh!", ucap flower yang sejatinya berat untuk meninggalkan pekerjaan yang dia miliki sekarang, bukan masalah karena kekurangan uang tetapi menurut flower seorang wanita yang bekerja itu akan lebih terlihat awet muda, sehat, dan juga tidak cepat pikun.


" Huuhhhfff....", terima menghela nafas beratnya, istrinya memang mendapat gaji yang cukup lumayan dari tempat kerjanya namun bagi prima yang notabene seorang lelaki seorang suami yang bertanggungjawab ingin melihat istrinya di rumah saja mengurus dirinya jika hendak berangkat bekerja dan menyambutnya ketika pulang bekerja itu adalah sesuatu hal yang sangat indah menurut Prima.


" Mas, harus ridho dong, kita lihat nanti ya jika kehamilan ini lancar dan aku nya sehat ya nggak tahu nanti jika baby-nya sudah lahir siapa tahu dia memikat hatiku dan tidak merelakan aku untuk berangkat kerja ya aku dengan terpaksa resign", kecap flower dengan senyum tipis.


" Mas hanya ingin Adik tetap bisa menjaga kesehatan, makanan yang sehat, dan bahagia dek, Mas ingin anak-anak emas dididik dan dibesarkan oleh ibunya sendiri wanita yang mengandung dan melahirkan serta menyusuinya bukan orang lain", ucap Prima lembut tidak ingin membuat istrinya semakin tertekan, bagaimanapun kehamilan ini adalah anugerah Prima tahu jika flower belum bisa menerima dirinya dengan sepenuh hati, hingga Prima pun berharap dengan kehadiran anaknya nanti akan menjadi sebuah ikatan yang lebih kuat lagi.


" Iya Mas aku tahu, lagian nanti jika emas beneran membuka usaha sendiri aku juga ingin terlibat di dalamnya aku tidak mau menjadi ibu rumah tangga tanpa menghasilkan sesuatu, Aku juga ingin mengurus rumah tangga aku, rumahku, suamiku dan anak-anakku tetapi aku juga ingin mempunyai pekerjaan lain selain mengurus semua itu", ujar flower.


" sangat setuju Mas", jawab flower mantap.


" kita periksa ke dokter yuk", Prima kemudian menuntun sang istri untuk keluar dari kamar mandi.


" Mandi dulu lah, sarapan dulu baru berangkat".


" Iya Mas mau mandi dulu, berjamaah ya sesudah itu".


" Iya Mas".


" kita ucapkan puji syukur karena anugerah terindah yang kita miliki pagi Hari ini mudah-mudahan istriku dan juga anakku sehat terus hingga nanti dilancarkan kelahirannya aamiin".

__ADS_1


" Aamiin mas, sana cepat mandi keburu keduan matahari".


Prima pun bergegas masuk kamar mandi untuk segera mandi dan mengambil air wudhu.


" Mas Hari ini sudah izin ke kantor jika masa akan datang setengah hari saja karena kita mau ke dokter", wajar Prima dengan wajah yang terlihat penuh rona bahagia.


" Iya Mas".


" sarapannya di luar ya sekalian menuju ke tempat dokter", user flower setelah mereka bersiap menuju ke klinik dokter kandungan.


" Iya boleh adik pengen sarapan apa?", terima mengajak lembut kepala flower.


saat mobil mereka hendak berbelok di sana tengah diatur oleh Pak ogah yang mengatur kelancaran jalan dengan sigap Prima mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang 2 lembar berwarna merah pink untuk diberikan kepada Pak ogah tersebut.


" Ada sedikit rezeki nih doain kehamilan istri saya lancar", kejar Prima pada Pak ogah tersebut Pak ogah yang menerima uang tersebut nampak jelas sangat berbinar bahagia.


" iya pak iya pak terima kasih semoga anaknya kelak menjadi orang yang sholeh", pak ogah benar-benar merasa bersyukur hari ini ada orang berbaik hati yang memberikannya uang kertas bukan lagi recehan.


Mobil pun terus melaju menuju klinik kandungan " Dahlia" sebuah klinik yang cukup bagus bersih dan fasilitas cukup lengkap untuk pasien yang sedang hamil melahirkan atau bahkan sampai cesar.


" Biar mas yang daftar, tunggu jalannya jangan terlalu cepat, santai aja takutnya nanti jatuh", wajar Prima penuh rasa khawatir pada sang istri yang hendak berjalan seperti biasanya.


" Iya masku kok sekarang jadi bawel sih! seperti sama emak komplek aja yang suka mengingatkan jika telat ngerumpi", ujar flower sembari terkekeh.


" Karena Mas benar-benar sayang sama sayangku ini dan buah hati Mas".


" Iya deh daripada Iya dong enak kan juga sayur lodeh daripada melompong", Prima terkekeh mendengar ucapan sang istri.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2