MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Mencoba kelain hati


__ADS_3

Sampailah di kosan, aku memilih tidak masuk kamarku karena jujur kosanku itu hanya satu kamar untuk berdua jika ada tamu ya terpaksa kami masukkan kamar dengan duduk di bawah dengan karpet dan pintu terbuka.


Setelah Icha dan Tian masuk kamar aku memilih untuk tidak masuk kamar, rasanya aku tidak sanggup melihat interaksi mereka berdua.


Sambil menunggu Tian pulang aku masuk ke kamar teman sebelahku aku hanya mengisyaratkan dengan bibir untuk temanku diam tidak boleh bertanya apapun.


" boleh ya aku numpang di sini sampai tamu yang ada di kamarku pulang", lirih ku menahan nelangsa di hati, tetangga kosku itu pun hanya mengangguk setuju meskipun mungkin merasa terganggu dengan keberadaan ku, bodoh lah aku cuman nunggu Tian pulang semoga temanku bisa ikhlas memberikan tempatnya sementara padaku.


Tetangga kosanku tuh mengintip, " kamunya bukannya pacar lo, kok malah ditinggal sih?", tanyanya padaku dengan alis miring pertanda Dia sangat penasaran dan ingin jawaban dari ku.


" Aku lagi males ketemu sama dia biarkan Icha yang menemuinya", jawabku, Aku tak mau membuat nama Icha jelek di depan tetangga-tetangga kosku biarlah aku yang mengerti keadaan ini aku sendiri.


" Itu mereka akrab sekali ngobrolnya!", dia menggoyangkan bahuku dengan maksud mengajak aku untuk mengintip juga.


" biarin lah dia mau akrab bahkan pintunya mau ditutup pun biarin aja aku capek Aku hanya ingin diam di sini", jawabku Lirih.


Temanku itu pun kemudian menutup pintu kamarnya tidak memperhatikan Mereka lagi.


Rupanya Tian mencari-cari ku , mungkin tak mau dianggap buruk di depan tetangga kosanku yang lain sehingga dia pura-pura mencariku entahlah pura-pura atau sebenarnya dia mencariku aku juga tidak tahu, Aku hanya ingin sendiri, merutuki kebodohanku karena mau menerima dirinya lagi setelah sekian lama tak ada kabar dan dia menemukan ku, bodohnya Aku mau menerimanya lagi.


Satu minggu setelah kejadian itu aku mendapat kabar jika ibuku sakit dan aku pulang untuk melihat ibuku, saat hendak pulang terbersih di hatiku untuk berpamitan dengan Tian dan memberikan kabar, Tapi saat ku hubungi ternyata dia tengah tidak berada di kantornya, akupun hanya pesan kepada temannya jika flow menelpon Tian dan ingin berpamitan karena akan pulang disebabkan ibunya sakit begitu pesanku melalui temannya.

__ADS_1


Aku berharap dia mengerti, jika pesan itu di sampaikan padanya, pikirku Tian akan meneleponku dan memberi perhatian padaku tapi aku salah, dia sama sekali tidak meneleponku bahkan pesanku pun masih centang satu.


Sesampainya aku di rumah orang tuaku, di sana sudah banyak orang rupanya 2 jam yang lalu ibuku telah pergi meninggalkanku.


Jeritku tertahan dan menyebabkan sesak di dada Aku pingsan saat itu karena saking kagetnya dan tidak menyangka, ibuku akan pulang secepat itu baru saja aku menjadi karyawan tetap kan belum memberikan apa-apa padanya Dia sudah pergi begitu saja.


Setelah selesai pemakaman aku juga mengirimkan pesan kepada Tian berharap dia juga tahu kabar mengenai meninggalnya ibuku.


Rupanya hingga tiga hari pesan-pesan ku baru terbaca, aneh memang di zaman sekarang orang yang setiap saat selalu melihat gadget ini kok baru tiga hari pesanku tersampaikan entahlah apa pesanku ini yang jalan-jalan dulu, atau mungkin pesanku ini ketiduran jadi tidak sampai sampai hingga butuh waktu 3 hari baru Ada centang dua.


Tian membalas pesan ku panjang kali lebar dengan emot menangis. Aku tidak tahu karena aku tidak membaca tidak penting sudah terlambat juga nangis ku sudah reda ibuku pun sudah tiada aku sudah menata hatiku untuk tidak berlarut-larut menangisinya.


Biarin orang berkata apa, Aku bukan wanita setia atau apalah aku nggak peduli, dalam hubungan ini Aku merasa sudah mengusahakan yang terbaik, aku sudah setia Aku selalu menghubungi dia lebih dulu, aku selalu memperhatikan hal-hal kecil tentang dia Tapi saat aku mengalami hal besar dia tidak sedikitpun empati kepada ku.


Setelah habis cutiku aku kembali lagi ke kota tempat kerjaku, apakah dia akan datang untuk menghiburku atau mengajak jalan-jalan sekedar memberi minum untuk menguatkan hati ku, di sini aku ingin menguji dia seperti apa.


Ya, dia akhirnya datang setelah aku dua hari berada di kosan, yang mengucapkan bela sungkawa nya, dia juga memberikan beberapa makanan yang aku suka, Tapi saat itu hatiku berkata lain aku merasa dia tidak tulus memperhatikanku.


Hingga waktu pun berjalan, dia kembali mendapat mutasi memang cara kerja tempat dia seperti itu akan selalu dipindah-pindahkan sampai benar-benar mendapatkan jabatan yang Seattle baru akan berdiam di satu kantor.


Saat dia sudah jauh dariku otomatis dia jarang datang ke kosanku, saat itupun aku pergunakan untuk mengenal orang lain biar pun tak ada kata putus atau pun Apa hubungan kami toh semua itu menurutku saat ia berpamitan mau pindah pun tidak ada 1 kata yang diucapkan mengenai hubungan kami.

__ADS_1


Dan kembali aku dipertemukan dengan teman Desi yang menurutku tidak ganteng itu.


Aku tidak berani menolak nggak enak sama Desi, nanti dikira saya tidak menghargai usahanya


Terpaksa aku sedikit mau mau membuka hati untuk teman Desi ini. pertama diajak jalan aku jalannya berjauhan, rasanya malu, gila aja masa iya sih aku jalan sama dia, ih enggak banget, batinku meronta-ronta, seperti anak ABG yang n***s jika didekati dengan cowok yang bukan seleranya.


Rupanya dia tahu jika aku berjalan lambat di belakangnya, dia pun protes.


" dek kok jalannya jauh-jauhan sih makin lama makin lambat, malu ya jalan sama aku?", tanyanya sepertinya tahu apa yang aku rasakan.


Deg


Meskipun iya, nyatanya di tempat dengan tepat hatiku dag dig dug juga, bukan karena tebakan dia betul hanya bingung mencari alasan apa untuk tidak menyiakan tebakan dia yang betul itu.


" Udah Mas di depan aja aku di belakang pelan-pelan, lagian nggak akan ada yang menculik ku mas", jawabku terkekeh, untuk menutupi rasa gugup ku.


Saat kami sampai di restoran, Aku cuma memesan minuman sedangkan dia makan dengan lahapnya.


Setelah selesai kami meninggalkan restoran itu Dia mengajakku ke taman pusat kota. saat itu aku sudah mau jalan bersisian dengan nya, hanya saja aku menunduk rasanya ingin cepat-cepat pulang saja, meskipun taman itu terlihat indah di malam hari namun bagi diriku jalan dengan cowok yang ada di sampingku ini benar-benar tidak nampak keindahan taman kota ini, yang ada rasanya pengen lari sekencang-kencangnya cepat pulang sampai kosan terus tidur lelap melupakan malam ini.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2