MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Akhirnya


__ADS_3

" apaan sih Mas?", tanya Flo penasaran, bagaimana tidak Prima suaminya itu sampai mencarinya dengan wajah yang sangat serius dan ternyata barang yang dicarinya itu ia temukan di tempat bag kecilnya untuk peralatan mandi.


" Mas juga kurang tahu ini apa namun benda ini pemberian dari anak buah Mas kemarin saat terakhir Mas berada di tempat kerja".


Prima membawa barang itu duduk di atas tempat tidur dan kemudian mengambil ponselnya dan mengetikkan nama barang tersebut kemudian mencari kegunaannya.


Prima manggut-manggut sambil mulutnya terbuka lebar setelah membaca fungsi dan kegunaan benda tersebut.


" Dasar itu bocah sudah pengalaman rupanya sampai tahu benar salep beginian", Gumannya, Flo terus memperhatikan tingkah suaminya.


" apaan sih Mas?", penasaran flo belum terjawab juga.


" salep untuk pereda nyeri biar punya adik nggak sakit dek", ujar Prima sambil nyengir.


" ih apaan sih Mas, caranya nyerempet-nyerempet terus jangan dibahas terus dong malu", ujar flower bersungut.


" Bukan nyerempet dek Tapi ini beneran ini memang salep untuk itu tadi kan adik nanya ya Mas Jawab jujur lah".


" Mas ih anak buahnya pada yang begituan, masa cari nakal ya nak buahnya?".


" Enak saja, yang begituan mereka lebih pinter deh Mas yang masih polos enggak tahu apa-apa", jawab Prima jujur apa adanya.


" Masa sih, masih polos ya", ucap flow terkekeh geli.


" Mas belum pernah pacaran dek, hidup Mas benar-benar hanya untuk ibu dan adik-adik Mas sekolah, boro-boro mikirin pacar dek orang Mas ini cuma tukang bangunan dulunya dek, mana ada cewek yang mau".


" Masa sih Mas?".


" Iya dek, kan waktu Bapak meninggal Mas belum lulus SMA, jadi untuk biaya sekolah, mas jadi tukang bangunan Nah dari sanalah Mas mulai mengerti tentang ukuran campuran semen dan pasir, cara memasang bata dan sebagainya makanya Mas akhirnya kerja beginian".


" Oh ya ampun, pantas badan Mas Bagus banget, ternyata mas nge-gym nya dengan cara mengaduk semen ya", mendengar ucapan flower tadinya Prima bahagia dibilang badannya bagus, namun ke ujung nya kurang mengenakkan di telinga Prima.

__ADS_1


" Iya lah dek, orang kaya mas mana tahu acara nge-gym tahunnya ngangkat cangkul buat ngaduk semen", jawab Prima sembari terkekeh dirinya merasa geli juga dengan ucapan sang istri.


" Masa sampai sekarang masih ngaduk semen enggak kan?".


" ya tidak dek kalau ngerjain proyek besar ya pakainya mobil pengaduk bukan pakai cangkul lagi".


" Tapi badan Mas masih tetep bagus nanti Mas sekarang udah kenal nge-gym dong Karena sekarang udah punya uang udah tidak membiayai sekolah Adik lagi".


" Masak sih badan mas bagus hemmm", mendengar pujian dari sang istri dari tadi membuat Prima kembali on, sungguh pujian sang istri terdengar begitu tulus hingga membuat hatinya berbunga-bunga.


" Mas jamgan gini...".


" Mau gimana hemmm".


" Minggir iihh", flo mendorong dada suaminya agar menghindari dirinya.


Namun terima tak sedikitpun goyah, badannya malah semakin merangsek mendekat ke istrinya akhirnya Flo pasrah.


" Takut mas... nanti sakit", lirih flow.


" Kan sudah ada salep nya nanti mas obatin ya biar nggak kerasa perih", Flow yang memang juga merasa penasaran akan pentungan si burung beo punya Prima akhirnya mengangguk pasrah.


Melihat istrinya yang pasrah Prima tak mau menyia-nyiakan kesempatan dia pun langsung bergerilya bukan hanya tangannya bibirnya pun langsung mengabsen setiap inci kulit tubuh istrinya.


Mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya flow benar-benar tidak bisa mengabaikan sama sekali, tubuhnya langsung melenting dengan suara ******* dan juga jeritan namun meskipun begitu tidak membuat Prima kasihan sama sekali, lelaki itu malah semakin menggila untuk terus membuat sang istri kembang kempis dengan suara rintihan dan jeritanya.


" Maassss.....".


" Heemmm....".


" Mau berhenti?", pertanyaan menggoda keluar dari bibir Prima saat melihat bulu makin menggila juga.

__ADS_1


" Jangaannnn..... ", Flo menjawab dengan tatapan sayu penuh permohonan untuk sang suami membuat Prima tidak kuat menahan hasratnya lagi dan saat itu juga pentungan si burung beo perahan memasukin sarangnya.


Jl*b


" Maasss..... ", Jerit Flo dengan air mata yang mengucur deras dari sudut kelopak matanya.


Prima langsung menghentikan gerakannya tanpa menarik keluar pentungan nya, si beo dibiarkan tetap berada di dalam sangkarnya yang terasa sangat hangat meskipun seperti dijepit.


" Maaf sayang, maafkan mas ini sudah nggak bisa dibatalkan lagi", lirih Prima di telinga flower yang langsung dijawab anggukan oleh flower.


Ditatapnya wajah istrinya dalam-dalam kemudian diusapnya air matanya pelan di kecuplah keningku nya lama, pipinya matanya hidungnya kemudian bibirnya.


Pelan-pelan Prima menyesap bibir sang istri yang terlihat merah seperti buah delima nan Ranum.


Secara naluri Prima pun menggerakkan senjata pentungan nya, secara perlahan rasa yang luar biasa didapat di dalam sana, membuat gerakan yang tadinya pelan lama-lama semakin menggila apalagi saat melihat sang istri sudah tidak mengeluarkan air mata lagi tapi memandang wajahnya membuat Prima sangat tidak tahan, di wajah flower terlihat jelas jika istrinya tengah mereguk kenikmatan yang luar biasa seperti dirinya pula.


Ternyata kegiatan itu tidak berlangsung lama, pengalaman pertama mereka yang hanya melalui naluri saja membuat kegiatan itu tidak lebih hanya sekitar 20 menit mereka sudah menuntaskan rasa penasaran mereka yang penuh nikmat luar biasa dan diakhiri dengan jeritan dari keduanya.


" Terima kasih sayang,, ini sore kita yang pertama nanti akan dilanjut malam pertama kita ya", Prima mengecup kening flower lama, sebagai ungkapan rasa terima kasih, rasa syukur, rasa bahagia yang benar-benar kini sedang Prima rasa kan.


Flower hanya mengangguk seraya memejamkan mata, tak ada tangisan lagi sebab flower juga sangat menikmati kegiatan tersebut tanpa adanya paksaan meskipun di mata flower saat ini tetap suaminya tidak ganteng, namun bukan berarti flower mengabaikan hubungan yang barusan terjadi, nyatanya dirinya begitu menikmati.


Setelah Prima bisa mengatur nafasnya kembali kemudian dia bangun meskipun masih dengan tidak memakai baju Dia berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air hangat.


" Mau langsung mandi bareng sama Mas atau nanti dulu?", tanya Prima lembut pada istrinya.


" Aku boleh tidur dulu ya Mas, capek!", keluh flower.


" Iya tapi jangan terlalu lama sebentar lagi magrib, Mas bersihkan dulu", meskipun masih sedikit canggung dan malu tapi flower pasrah ketika Prima membuka bahannya dan mengusap intinya dengan tisu yang sudah dibasahi dengan air hangat hingga berulang kali sampai benar-benar area itu dirasa Prima bersih.


" Masih sakit?", flower mengangguk, kemudian Prima memastikan jika inti istrinya telah bersih dan juga kering, setelah itu diolesin dengan salep yang tadi, Prima merasa sangat kasihan kepada istrinya saat mengetahui inti istrinya benar-benar memerah dan sedikit bengkak.

__ADS_1


Netx.....


__ADS_2