MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Icha?


__ADS_3

" Flo, sejauh ini kamu sudah bisa menerima Mas Prima sepenuhnya?", tanya Desi ketika mereka sudah berada di tempat yang agak jauh dari suami mereka.


" aku nggak bisa mengartikannya Des, aku hanya merasa tenang saja ketika bersama dengan mas Prima, tidak ada rasa cemburu atau khawatir dia akan meninggalkanku ataupun menduakanku".


" Owh, jadi kamu belum mencintai Mas Prima flow?", tanya Desi terkejut mendengar pernyataan dari flower barusan.


" aku enggak ngerti ya, karena dulu yang aku rasakan dengan christian itu selalu kangen, cemburu, berbunga-bunga jika di dekatnya, bahkan kalau ngelihat Tian tersenyum saja hatiku dag dig dug Des, sementara dengan mas Prima nggak tuh, biasa saja, nggak ada rasa cemburu atau berbunga-bunga juga tidak, yang ada malah tenang, santai, merasa tidak khawatir sedikitpun, dan sangat percaya, percaya sepenuhnya Des, tidak ada keraguan sedikitpun, senang banget rasanya", ucap flower menjelaskan kepada Desi tentang perasaannya kepada Prima.


" Wah ... Kamu memang aneh Flo, berarti kamu gimana ya itu namanya cinta nggak ya itu namanya kalau tenang dan tidak ada rasa khawatir?", Desi pun mengernyitkan keningnya seperti memikirkan sesuatu.


" Tapi aku lebih gini Des, melihat mas Prima kecapean sepulang kerja itu rasanya kasian rasanya pengen menyiapkan teh panas memijit pundaknya, kakinya... rasanya suka nggak terima lihat dia kepanasan di tempat kerja, sudah menghitam ditambah dijemur kan kasihan sekali".


" Ha haaa haaa.... , benar-benar aneh!", ujar Desi.


" Apa enaknya menikah kok nggak ada rasa rindu atau gimana gitu sama suami".


" Rasanya itu damai saja Des, kalau tidur suamiku ada disampingku, tentram gitu rasanya, Aku juga nggak tahu lah perasaanku ya seperti itu yang aku rasakan", kalau sendiri bingung ketika Desi terus-terusan memprotes tentang perasaannya.


" Aneh!", sinis Desi.


" Masa sih rumah tangga setenang itu, kan yang namanya manusia sudah pasti sifatnya nggak sama persis Flo, pasti ada yang menyebalkan gimana dari pasangan kita".


" Iya banyak kalau sifat menyebalkan dari Mas Prima, contohnya kalau habis mandi handuk nya kan masih basah basah gimana gitu main taruh aja di atas tempat tidur, terus itu kalau lepas jaket tuh di ruang tamu bruk, begitu saja, sikat gigi sampai jelek banget gitu udah cemewew, Jeber ke mana-mana masih aja dipakai, nggak mau ambil ganti kalau nggak kita yang gantiin, tidurnya suka ngorok, banyak deh yang menyebalkan dari Mas Prima", ucap Flo jujur kepada Desi yang membuat dasi makin terkekeh lebar.


" Hahaaa.... Hahaaaaa.... sepertinya itu memang penyakitnya lelaki deh Flo, Iya persis seperti itu suamiku juga seperti itu, 2 bulan menjadi istrinya aku juga berfikir sepertinya laki-laki seperti itu deh", Desi terkekeh lebar.


" masa sih?", flo hanya mengamati temannya yang masih juga tertawa-tawa.


" Sepertinya siapapun yang jadi suamimu akan sama kebiasaannya jadi jangan disesali meskipun kamu tak berjodoh bersama Tian pasti dia lebih buruk ngoroknya lebih keras soalnya dia perokok", Desi kembali terkekeh lebar.


" Wah iya gitu, jika perokok ngoroknya lebih keras? ", flow mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Ha ha haaa ... Flo Flo kamu ini terlalu polos jadi orang, lugu banget sumpah!", Desi masih aja terkekeh.


" Oh iya flow, dengar kabar nggak Icha sekarang gimana?", Ujar Desi teringat teman satu kosnya Flo yang dulu.


" Semenjak dia dipindah ke cabang mana gua pernah tahu kabarnya, bodo amat!", jawab Flo.


" Dengar dengar dia sekarang jadi simpanan kepala cabang Flo", ujar Desi.


" Jangan sebarin fitnah, kalau belum tahu kebenarannya".


" Iya sih, aku juga baru dengar dari Pak Markus, kepala cabang tempat dia di pindahkan katanya habis menikah siri diam-diam dengan anak bagian teller, dan teller itu pindahan dari kantor kita, siapa lagi kalau bukan Icha, soalnya pak Markus juga ngasih aku foto sebagai bukti dan itu bener sepertinya mirip banget dengan Icha ini lihat sendiri", Desi menyadarkan ponselnya kepada flo.


" Ee ee... astaghfirullahaladzim... Iya ih bener ini mah mirip banget sama Icha, kata Pak Markus siapa namanya ceweknya ini?", Flo mengamati dengan wajah yang sangat terkejut.


" Marisa Indri ", jawab Desi.


" Hah! ", Flo makin terkejut.


" Bener ya, bukan gosip?".


Flo terdiam membayangkan dulu saat baru mengenal Icha, gadis manis dengan kulit kecoklatan dengan kaca mata terlihat sangat manis dan sering Flo ajak jija hendak kencan dengan Tian dan malah berakhir Tian lebih perhatian pada Icha, bahkan ketika ibunya meninggalpun Tian sampai tak memberi perhatian atsu sekedar ucapan bela sungkawa yang sangat dinantikan Flo saat itu.


" Akhirnya kecentilan Icha berbuah hasildengan menjadi istri simpanan pimpinan cabang", Ujar Desi


" Biarkanlah.... Tapi kasihan juga ya istri sah si bapak itu, pak siapa sih?", Tanya Flo pada akhirnya


" Kalau ga salah pak Bagus pindahan dari cabang perumahan asri deh... ", Jawab Desi seraya mengingat sesuatu.


" Owh.... Sepertinya aku tahu, pak Bagus yang agakgendut kan?", Tanya Flo


" Sebentar aku perhatiin lagi", Desi kembali mengamati foto di ponselnya

__ADS_1


" Owh, ini mah bukan pak Bagus Flo tapi pak Ardi pindahan cabang xx, iya ... betul itu orangnya", Ucap Desi sangat yakin.


" Iya, aku juga yakin, ini memang pak Ardi yang ganjen itu, cucok", Ucap Flo sedikit sinis.


" Masih dendam ya sama dia Flo?", Desi menyelidik.


" Ga tahu juga, tapi rasanya puas saja ngeliat dia dimakan buaya", Ucap Flo sinis.


" Ya itu berarti selama ini kamu dendam sama dia, atau marah begitu!", Ucap Desi.


" Iya sih, kecewa mungkin, dendam sekali sih tidak!", Jawab Flo sambil mengingat apa yang dirasakannya dulu terhadap Icha dan Tian.


" Ya sudahlah, sesungguhnya setiap manusia itu bisa kita nilai dari kebiasaannya, jika selalu membiasakan bersikap baik dan menjaga orang orang disekitarnya pasti orang orang disekitar kitapun akan menjaga balik terhadap diri kita, ya contohnya saling mengingatkan dalam kebaik, tidak membiarkan diri kita melakukan kesalahan apalagi sampai menjadi pelakor", Ujar Desi dengan kata menekan keras pada pelakor.


" Sudahlah Des, abaikan Icha, itu sudah menjadi pilihan hidupnya", Ujar Flo.


" Yup".


" Aku besok mau pulang ke rumah budhe mu alias ibu mertua aku Des", ucap Flo.


" Bumil segede itu mau mudik?", Tanya Desi.


" Mudik di mobil 40 menit saja", Flo terkekeh pasalnya memang hanya memakan waktu 40 menit untuk menuju rumah mertuanya.


" Mudik tipis tipis ya, salam aja buat budhe dan mbak Sari juga Rini jika bertemu", Ucap Desi.


" Ketemu insyaAlloh sama Sari kalau Rini entahlah dia kan jauh rumahnya", Jawab Flo.


" Sama yang ketemu saja deh", Deso kemudian tertawa.


-

__ADS_1


-


Next....


__ADS_2