
" Achhh.... Masss", flower mendesah tubuhnya yang baru saja selesai mandi kemudian disentuh oleh suaminya menambah kepercayaan dirinya sehingga merasa rileks jika sang suami menyentuhnya, dan itu membuat flower semakin pasrah.
" Iya sayang, Mas boleh menyentuhmu sekarang sayang, tapi Mas belum mandi", flower hanya mengangguk pasrah.
Membuat Prima menyunggingkan senyum Dan kemudian membawa flower ke atas tempat tidur penginapan.
Dengan lembut Prima m*****t b***r sang istri dan memasukkan lidahnya dengan perlahan hingga menimbulkan suara decakan kecap kan aneh.
flower yang memang sehabis mandi hanya memakai baju santai berupa dress tanpa lengan dengan kancing depan panjang selutut sehingga dengan mudah Prima mengeksekusi kancing-kancing itu untuk dilepaskan dari kaitannya.
flower merasakan sentuhan halus tangan Prima di pinggangnya di perutnya hanya bisa mendesah dengan sedikit rintihan karena bibirnya terus dilahap oleh sang suami.
Tangan Prima bergerilnya ke punggung flower untuk mencari-cari pengait bra untuk dilepaskan, sentuhan lembut itu membuat flower melentingkan badannya dengan rintihan kecil yang keluar dari mulutnya membuat Prima semakin liar dan bersemangat untuk membuka pengait tersebut.
" Hahhh hahhh hahhh", nafas flower turun naik dari tadi terima tak melepaskan decakannya sehingga membuat nafasnya tersengal-sengal.
Prima memang melepaskan bibir flower tapi tidak menghentikan kegiatan tangannya yang sudah berhasil menarik tali pengait, diusapnya lembut punggung istrinya, bahkan cari jempolnya yang nakal sedikit melipir ke samping hingga sampai dipuncak bukit membuat flower yang terkejut merasakan kegelisahan yang luar biasa langsung menjerit.
" Achhhh.... masss", mendengar cerita Flower, Prima bukannya berhenti malah semakin menggila membuat tubuh flower yang berada di bawahnya melenting karena kegelian bercampur rasa yang belum pernah dirasakannya sepanjang hidupnya dan ini pertama bagi flower disentuh tangan seorang lelaki.
Meskipun Prima seorang lelaki yang lugu dan tidak pernah melakukan making love dengan lawan jenis namun nalurinya sebagai lelaki normal pasti akan bisa melakukan meskipun belum pernah menonton adegan percintaan sekalipun.
Dan naluri Prima melalui tangannya pun terus bergerak kesana kemari hingga menemukan sebuah hamparan yang rata namun terasa lembut dirabanya pelan ada sebuah pusar disana itu pun tak lepas dari sentuhan Prima membuat flower rasakan lebih dan lebih kegelian yang entah mengapa tak ingin ia lepaskan tak ingin yang memegang tangan suaminya untuk memberhentikan nya.
Bahkan ketika tangan prima yang terus menjalar ke arah bawah dan menemukan kan hampiran kecil yang sedikit ditumbuhi rimbunan tipis, flower malah memberi respon sedikit merenggangkan kakinya ada rasa penasaran yang begitu besar ingin tahu rasanya jika tangan sang suami menyusuri lembah miliknya.
" Mas.... Jangan!!!", suara flower terdengar serak namun tercekat seakan menahan sesuatu, namun yang Prima tahu bibir istrinya bilang jangan tetapi reaksinya berbeda dengan pahanya , yang Prima lihat istrinya malah membuka sedikit lebih lebar pahanya.
__ADS_1
" Jangan apa sayang ", suara Prima pun tak kalah serak.
Perlahan jari telunjuk Prima menyusuri lembah itu, di sana cari itu menemukan ada sedikit aliran yang terasa basah, namun kemudian nalurinya mengatakan untuk mencari sumber mata air tersebut.
Terus menelusuri hingga menemukan sebuah buah kecil rasa penasaran Prima pun makin bertambah manakala sang istri makin membuka pahanya.
Bukan hanya jari telunjuk yang memasuki gua itu bahkan jari tengahnya pun tidak mau ketinggalan, hati kecil Prima mengatakan jika kue itu belum pernah terjamah kecuali dua jarinya miliknya yang nakal itu.
Flower makin bergerak gak karuan manakala kedua jari nakal Prima mondar-mandir keluar masuk dengan pelan, terang saja flower langsung mengangkat pokongnya dengan kicauan yang entah artinya apa asal mengeluarkan suara sedikit menjerit terengah dan bergetar hebat suara yang membuat Prima makin menggila.
" Sayang Mas boleh....", suara Prima serak dengan pandangan mata yang sangat sayu dengan cepat flower menganggukkan kepala.
" He-eh ", Flo juga penasaran ingin tahu jika gua kecil itu di pakai sarang burung beo nya Prima.
" Mas coba ya, pelan-pelan", Bisik Prima, penuh rasa penasaran dan tidak sabar ingin menaruh si burung beo di sangkarnya.
" Lepas mas ini sakit .... sangat sakit, kenapa mas menyakiti aku", Suara Flo langsung menurunkan tensiketegangan Prima.
" Ya maaf dik, mas harus bagaimana? Mas juga tidak sangka jika adik akan kesakitan", Suara polis Prima terdengar diapun buru buru turun dari tubuh Flo agar tidak menambah rasa sakit pada istrinya pikir Prima.
Air mata Flo sudah mengucur derasembasahi pipinya.
" Sakit mas, perih.... sepertinya robek", Adu Flo dengan isaknya.
" Hah, masak si dik, baru ujungnya sja kok tafi yang nempel, belum masuk baru sedikit permisi", Ucap Prima membuat Flo menjadi nyengir karena merasa suaminya inibenar benar lugu.
" Permisi kok sambil menunjukkan pentungan", Jawab Flo asal sambil tersenyum geli.
__ADS_1
" Aisshhh.... Malah ngelawak, udah ga sakit?", Prima kembali merangsek mendekati istrinya.
" Masih mas.... Sepertinya adik ga akan bisa jalan", Rengek Flo yang memang merasa sangat perih.
" Ah, Masak sih dik, beneran mas belum ngapa ngapain lho, baru saja masuk sedikit", Ujar Prima penuh rasa khawatir.
" Sedikit apanya, orang pentingan mas udah masuk separoh", Protes Flo yang sudah merasakan desakan pentungan milik suaminya.
" Iya sih hehee.... Tapi tanggung dik kita mulai lagi ya, tanggung nih!", Rayu Prima yang masih sangat ingin karena si beo belum mau nunduk masih nantangin dunia walau n**sunya sudah tak semenggebu tadi karena jeritan Flo yang membuatnya terkejut dan tidak tega untuk melanjutkan aksinya.
" Mas mandi saja dulu, aku mau minum kopi dulu dan nyemil", Flo mencoba bangun dengan ringisan pelan membuat Prima menoleh dan membantu sang istri untuk bangun.
" Mas, kok dadaku penuh patokan begini sih, mas ih... nakal!", Flo terkejut mendapatiada beberapa randa merah didadanya.
" Ya gitu dik jika beo mas beraksi, bisaatok dimana saja, habis kamu tuhenak banget sih, jadi mas ingin mematokmu terus", Prima terkekeh seraya berakjak dari tempat tidur berniat membuatkan minum untuk istrinya.
" Mau kopi apa teh?".
" Kopi mas". Jawab Flo seraya membetulkan bajunya.
" Ini diminum dulu, mas mau cari sesuatu yang kemarin mas bawa tapi mas lupa nyimpen, dikoper atau di tas selempangnya mas". Prima memberikan kopi dan camilan kedekat Flo.
" Apa itu mas? ", Tanya Flo menasaran.
" Sesuatu yang dibeli oleh anak buahku katanya buat ibu Flo jika dia kesakitan, mas juga tidak tahu apa maksudnya, bocah itu kasihkan ke mas nya sambil cengengesan, pasti barang itu sesuatu, mas tidak paham", Prima meneliti koper sambil mengingat ingat sesuatu.
Next.....
__ADS_1