
2 hari tanpa sang putra dan harus bolak-balik ke rumah sakit untuk mengantarkan ASI membuat kondisi flo benar-benar kelelahan mengingat kondisi dia yang belum pulih benar pasca melahirkan.
" Ayo bangun kenapa sakit? hari ini dedek insya Allah bisa pulang, tadi dokter sudah mengirimkan kabar jika kondisinya sudah pulih", Prima mengusap lembut punggung istrinya supaya lekas bangun.
" Iya Mas", Flo bangkit dengan perlahan dan mendudukkan dirinya sebelum berencana menuju kamar mandi.
" Sakit?", Tanya Prima kembali memastikan kondisi istrinya.
" Lemas sama sedikit pusing aja mas, gapapa mungkin karena baru bangun tidur", Flo sedikit berbohong karena aslinya bafannya sangatlah lemas hanya deni anaklah dia menguatkan diri.
" Tidak usah mandi, gosok gigi dan cuci muka saja, atau tidak usah ikutbiar mas sama ibu yang jemput Choirul?", Prima sedikit memijit punggung Flo perlahan untuk memberikan rasa rileks pada istrinya.
" Tidak mas, aku sudah tidak sabar ingin segera menggendongnya", Flo akhirnya turun dari tempat tidur untuk ke kamar mandi.
" Hati hati ", Prima menuntun Flo hingga depan kamar mandi.
" Iya mas, terima kasih".
Meskipun dengan badan yang terasa lemas namun flow tetap bersemangat untuk menjemput putranya ke rumah sakit.
" Ibu ikut ya", ucap Bu Marni yang menginginkan ikut menjemput cucunya ke rumah sakit.
" Iya Bu ikut saja, lagian flow sepertinya sedang tidak enak badan", ucap Prima.
" wae lah gimana toh anaknya mau pulang kok gantian ibunya yang sakit?", ujar Bu Marni.
" Saya nggak apa-apa kok Bu, pasca melahirkan yang belum terlalu boleh ditambah harus bolak-balik ke rumah sakit mengantar ASI jadi memang kondisi saya sedikit drop", ucap Flo
" ya saya ikut jemput bujang kita biar Ibu nanti yang gendong".
" Iya Bu ayo!".
__ADS_1
Dan mereka bertiga kemudian berangkat ke rumah sakit untuk menjemput baby Irul yang sudah sangat mereka rindukan kehadirannya di rumah baru tersebut.
" Terima kasih dok", serempak mereka bertiga kemudian pamitan kepada dokter dan suster yang telah merawat baby Irul.
Tadi sebelum mereka menuju rumah sakit di jalan prima dan Flo membelikan nasi kotak dengan merk dari negeri matahari terbit yang dipilihkan oleh flow, menunya yakni nasi dengan daging teriyaki serta sedikit sayuran berupa salad.
Tidak lupa mereka juga membelikan parcel buah dan beberapa kue kering untuk para suster di ruangan privat anak yang ditempati oleh baby Irul saat dirawat.
" Terima kasih kembali pak Prima dan Bu flower atas hadiah hadiah nya ini nanti akan kami bagikan juga dengan yang lain serta OB yang di sini", dokter dan beberapa suster pun mengangguk hormat pada mereka.
" Sayang.... Bubu kangen sekali sama kamu", flo langsung mendekap erat putranya.
" Masih mau minum ASI langsung nggak ya Ba putra kita?", lo merasa deg-degan jika bayinya tidak mau lagi meminum isinya secara langsung.
" Tenang... jika tidak mau atau sudah lupa kamu harus sabar membimbingnya lagi dan masih kecil dekapan seorang ibu yang hangat serta rasa cinta akan menumbuhkan naluri kedekatan itu sendiri pasti dia mau", Bu Marni pun mengusap punggung flow dengan lembut untuk memberikan semangat kepada sang menantu.
" dia kan masih kecil yank... jika lupa wajar tapi jika kita latih kembali pasti dia segera mengingat kembali kok tenang ya", terima pun kemudian memberikan dukungan penuh pada istrinya.
Flo hanya mengangguk pasrah dengan keputusan sang suami dan baby Irul pun digendong oleh Bu Marni.
Tidak butuh waktu lama flow sudah keluar dari ruang pemeriksaan dokter. dan terima langsung mengantri obat.
" apa katanya?", tanya Bu Marni.
" Kecapean Bu dan sedikit kepikiran mengenai baby jadi sama dokter diberi vitamin serta sedikit obat penenang agar aku tidak baby blues katanya Bu".
" kamu harus tenang, ibu sangat menyayangimu jangan berfikiran aneh-aneh ya, kita sama-sama menjaga bayi ini ibu akan membantumu akan mendampingimu kamu harus sehat biar tidak masuk rumah sakit hati bayinya", Bu Marni kemudian mengusap peluh dengan penuh kasih sayang.
" Terima kasih Bu, ternyata pikiran yang tidak tenang setelah melahirkan itu lebih berbahaya dari pada saat hamil ya Bu aku bisa merasakan hal itu, jika saat hamil aku gelisah atau punya pikiran yang tidak tidak masih bisa dikendalikan namun setelah melahirkan ini rasanya semakin tidak karuan", Flo sedikit bersedih karena merasakan hal seperti itu dirinya pun takut jika dia mengalami baby blues.
" Sudah yuk kita pulang", terima menghampiri mereka setelah menebus obatnya.
__ADS_1
" cari makan dulu ya Mas", ucap flo.
" ya boleh kita siang ini mau makan apa Bu?", Prima menanyakan pada Bu Marni biasanya Bu Marni suka sedikit susah jika diajak makan di luar apalagi jika beliau sudah memasak di rumah.
" di mana saja yang tempatnya nyaman biar bayinya tidak rewel", jawab Bu Marni membuat hati prima dan flo senang jarang-jarang ibunya mau diajak makan di luar seperti saat ini.
" Baiklah Bu, kita cari tempat makan yang menunya tradisional saja biar Ibu bisa menyontek ya Bu ya nanti praktek di rumah jika ada yang sesuai dengan lidah ibu", ujar Prima.
" Nah yang gitu, terkadang makan di luar itu jika menunya cocok membuat ibu-ibu itu suka ingin menyontek dan merasa punya ide baru untuk menambah koleksi menu harian, jangan dipikir ibu-ibu itu mudah di dapur jika masak yang itu itu aja juga nggak dimakan pengen berkreasi kadang terbatas pada kebisaan nah jika diajak begini terus ada menu yang enak dan cocok kadang juga pengen menyontek, wajar ", Bu Marni terkekeh.
" Tapi juga tidak bisa semuanya Bu, contohnya menu ayam crispy saja aku nggak bisa nyontek Bu suka tepungnya ketebalan dan tidak bisa keriting bagus seperti di restoran itu", flo pun ikut terkekeh mengenang pengalamannya sendiri.
" Harus sering berlstih yank, jika ingin berhadil seperti restoran", Ujar Prima.
" Beli saja, ga usah bikin jika makanan begitu, ibu nyontek karena bahannya gratis dari kebun", jawab bu Marni.
" Apa bu contohnya menu yang ibu tiru itu?", Tanya Flo.
" Menu dari daerah lain, misalnya lotek kan setiap daerah berbeda rasa dan kreasinya", Jawab bu Marni.
" Hahaaa.... kalau ibu nyonteknya yang begitu Yank.... yang bahannya melimpah dikebun sendiri", Prima terkekeh lebar.
" Bagus bu, itu baru berkreasi namanya mas, bahan gratisan", Flo pun tertawa.
" jika didaerah kita kadang tanaman itu jadi pakan kambing tapi didaerah lain bisa jadi makanan, jadi ibu kepikiran untuk mencoba memasaknya", jawab bu Marni ikutterkekeh juga.
Dan perbincangan seru mereka berhenti ketika Prima memarkirkan mobilnyasetelah sampai tempat tujuan.
-
-
__ADS_1
Next...