MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Resepsi


__ADS_3

Aku berjalan perlahan menuju tempat dimana Bapak, Mas prima dan penghulu serta keluarga yang lainnya berada.


Hatiku dag dig dug, namun bukan khawatir melainkan rasa bahagia yang membuncah memenuhi dadaku.


Aku berjalan perlahan diapit oleh Desi dan mbak Perias, sadar semua mata kini sedang menatapku, namun yang membuat hatiku tak karuan adalah tatapan mas Prima xang kini sudah menjadi suamiku.


Pria yang memakai jas berwarna abu-abu dan kemeja putih itu berdiri sambil menatapku, bibirnya tersungging indah tapi sebentar..... punggungnya bergetar hebat dan bulir bening mengalir di kedua pipinya.


Aku pun mendekat dan meraih tangannya untuk cium takzim sebagai baktiku yang pertama kali sebagai istrinya.


Aku bisa merasakan getaran hebat itu Iya dia menangis, kemudian berganti dia yang mengecup keningku aku bisa merasakan ada tetes-tetes bening jatuh di keningku.


" Terima kasih sayang", ujarnya suaranya lirih dan bergetar.


Aku mendongak dan menatapnya lembut kemudian aku mau minta tisu, kuhapus cairan itu dengan perlahan tanpa sadar tangannya menarik pinggangku untuk berdiri lebih merapat pada nya.


" Pengantinnya terharu, jadi aja nangis sesenggukan, udah jangan nangis Mas sudah resmi jadi istrinya sekarang", bocah beberapa orang yang kudengar.


" ok, jika sudah tenang di harap kalian berdua untuk menyelesaikan berkas-berkasnya dulu", Ucap pak penghulu.


" namun sebelumnya kita doakan dulu pengantin kita hari ini semoga pernikahannya menjadi pernikahan yang penuh barokah menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah diberikan keturunan yang sholeh sholehah dijadikan keluarganya menjadi suri tauladan bagi anak-anak mereka serta orang-orang di sekitarnya menjadikan rumah tangganya sebagai madrasah Diniyah untuk semua keturunannya bisa menjadi wasilah setiap tindakan baik dari sang suami maupun sang istri bisa saling melengkapi saling melindungi saling memberikan ketentraman serta kebahagiaan Aamiin yra", kemudian Pak penghulu membacakan doa yang diaminkan semua tamu undangan keluarga serta sanak saudara.


Setelah semuanya selesai kalau dan berfoto-foto dan menikmati hidangan yang telah disediakan gathering dan Pak penghulu pun pamit untuk selanjutnya ke tempat lain lagi menikahkan pengantin baru yang lainnya.


Aku sedari tadi tidak memperhatikan suamiku ternyata benar Kata Desi suamiku itu manis memang tak setampan Tian tak setinggi Dian tak segagah Tian tetapi begitu memakai jas itu badannya terlihat profesional bahkan rambutnya yang telah rapi membuat kadar ketampanan nya pun terlihat.

__ADS_1


Suamiku, Mas Prima dari tadi tidak melepaskan genggaman tangannya sedikitpun bahkan saat ini kami telah duduk untuk menikmati hidangan di meja untuk pengantin tapi tangannya tidak sama sekali lepas dari genggaman nya.


" Biar mas yang suapin", ujarnya tanpa melepaskan genggamannya.


" Aku cuma mau puding dan buah-buahan saja mas".


" Makan dulu ya sedikit gapapa Karena setelah ini kita cuma ganti baju dan kembali ke pelaminan mungkin akan lama di sana jadi butuh tenaga walaupun hanya berdiri dan bersalaman", ujar Mas Prima membujukmu untuk makan.


" Ya sudah tapi 3 suap saja ya". Mas Prima pun dengan telaten menyuapiku dan menguap ke dirinya sendiri.


" Sebenarnya aku juga nggak lapar dek terlalu bahagia membuat selera makan Mas hilang", ujarnya namun dia seperti memaksakan juga untuk makan beberapa suap.


Dan kini sampailah di acara resepsi entahlah dalam pembicaraan antara Bapak dan Mas Prima katanya 500 undangan + 300 via online tapi nyatanya kakiku sampai pegal tanganku pun begitu serasa tamus dari tadi nggak habis-habis antrian terus aja masih panjang banyak bener undangan ini batinku.


Dari atas pelaminan aku lihat pegawai catering bolak-balik mengisi wadah wadah makanan dan antrian yang panjang dan Bapak sepertinya juga sedikit gelisah mungkin takut makanannya nggak cukup.


Jangan ditanya rasanya seperti apa kakiku ini seperti habis berjalan 15 kilo, pegal dan panas.


Sesekali Mas Prima menarik pinggangku untuk mendekat padanya lebih dekat lagi.


" Tahan sebentar ya sayang, sabar nanti mas pijitin", bisik Mas Prima padaku seakan tahu apa yang menjadi kekuasaan ku sedari tadi.


" hehehe sepatu udah aku lepas mas, enggak kuat aku ini nggak pakai alas kaki lagi", tunjukkan dengan mengangkat sedikit gaunku hagar mas Prima bisa melihat kakiku yang telanjang.


" Ya lebih baik begitu, gak ada yang tahu juga jika istriku telanjang kaki".

__ADS_1


" tapi aku jadi pendek Mas".


" jika telanjang kaki begini mas yang tertolong Karena Mas jadi nggak kelihatan pendek dek orang Mas tingginya cuma 168 cm, dan adik 165 sepantar lah kita kalau adek pakai high heel haduh mas rasanya menikah dengan super model", Mas terima tertawa lebar, hari ini wajahnya terlihat benar-benar bahagia, semoga aku bisa lebih membahagiakan mu ya Mas batinku.


Dan acara pun selesai semuanya sudah berkemas pulang kamu jauh ku ataupun saudara-saudara kami begitupun Desi dan Mas Patan udah tidak terlihat lagi mungkin dia udah pulang dari tadi.


Bahkan hiasan bunga dan dekorasi pun sudah mulai di rapikan kembali catering juga sudah dibereskan semuanya aku dan Mas Prima menuju kamar untuk istirahat setelah pamitan kepada orang tua kami.


namun sebelum aku pergi aku sempat bertanya pada bagian catering, " sepertinya tadi tamunya banyak sekali, apakah makanannya cukup?", tanya aku yang jujur dari tadi merasa khawatir jika makanannya kan kurang.


" Alhamdulillah Mbak semuanya cukup dan masih sisa lumayan untuk dibawa pulang keluarga", jawab catering tersebut membuat hatiku lega.


" Alhamdulillah terima kasih", ku sunggingkan senyum pada pakai catering tersebut.


" Ada apa yank", tanya Mas prima yang melihat interaksi ku dengan bagian catering tersebut.


" Sebenarnya sedari tadi aku was-was jika makanannya kan kurang mas", Jawab jujur.


" Tidak dek karena Bapak dan Mas pesan makanannya lebih dari 2000 porsi sedangkan untuk porsi stand, per standnya 60% dari porsi makanan utama", jawab Mas Prima membuatku lebih lega lagi.


" Lumayan banyak ya Mas".


" Berhitungnya jika undangan 500 berarti makanan yang sediakan 1000 ditambah 300 berarti nambah 600 belum lagi saudara dan sama keluarga kita makanya kita ambil kursi aman yaitu 2100, dan Alhamdulillah mas juga udah bertanya kepada pihak ketring maupun pegawai yang terjun langsung dan tidak ada makanan yang kurang, wajar jika yang datang terakhir sudah tidak kebagian makanan di Stand, soalnya kan hanya 60%".


Mas Prima menjelaskannya padaku sambil menonton ku berjalan menuju kamar untuk istirahat.

__ADS_1


Setelah masuk ke kamar di sebuah hotel yang tidak jauh dari gedung acara pernikahan kami, Mas Tri mah langsung melepaskan jasnya dan menggulung kemejanya, dia juga langsung membantu melepas kancing kebaya ku serta melepas jarum jarum pentul di hijabku.


Netx.....


__ADS_2