
Tiga hari sudah pasca operasi Flower, dan sekarang sudah diperbolehkan pulang.
Untuk sementara Flo memakai kursi roda untuk membantu pergerakan tubuhnya.
Namun jika hendak ke kamar mandi memakai kruk untuk berjalan.
" Mas, Maaf ya aku terus-terusan merepotkanmu, aku sudah kangen sekali dengan anak kita, di sini 4 hari rasanya seperti setahun meninggalkan dia, Asi ku ini sampai bengkak, meskipun sudah pumping", lirih Flo pada sang suami.
Mereka kini tengah membereskan kamar bersiap untuk pulang.
" Tidak ada yang direpotkan, aku ini suamimu punya kewajiban untuk menguruskan menjagamu, begitupun dirimu jika nanti aku sakit pun pasti kamu yang mengurus bukan orang lain", ujar Prima dengan tersenyum manis pada sang istri.
" Sini Mas bantu, nanti akan ada suster yang membantumu menuju ke parkiran, sementara Mas bawa barang-barang dulu ya".
" Iya Mas". mereka kini meninggalkan kamar tersebut dengan dibantu seorang suster yang mendorong kursi roda flow menuju parkiran mobil Prima.
" Terima kasih Sus", Ujar keduanya yang di anggukin dan senyum manis oleh suster tersebut.
Mereka kini meninggalkan rumah sakit menuju rumahnya tentu hati flow merasa sangat senang karena ingin bertemu dengan sang putra yang sangat sangat dirindukannya.
" Irul ku rewel nggak Mas lama aku di rumah sakit?", tanya flow dengan tersenyum manis pada sang suami.
" Rewel sekali dia, apalagi hari pertama sama kedua ketika kamu baru saja masuk rumah sakit, dia benar-benar sampai tidak tidur satu malam penuh karena menangis, terbiasa minum ASI secara langsung dan dipaksa harus memakai botol sungguh membuat dia tersiksa, cakapan siapa pun tidak akan menggantikan kehangatan dekapan seorang ibu tentunya, makanya semangat ya harus cepat sembuh, buat Irul kita", prima yang sedang mengemudi berbicara seraya sesekali menoleh kepada sang istri yang duduk disampingnya.
" Oh ya, Oh ya Allah... terus siapa yang menemaninya saat itu?", ujar flo penuh penyesalan.
" Malam itu ditemani oleh Sari, tadinya Desi dan Fathan ikut juga menunggui namun dikarenakan pagi harinya mereka harus bekerja jam 11.00 malam akhirnya Desi pulang", Prima menjelaskan.
" ya Allah, akhirnya aku merepotkan semua orang ", ujar flo dengan wajah sedih.
" Ada kalanya, hidup itu seperti ini jangan terlalu diambil hati dan dirasakan, setiap apapun yang terjadi pada diri kita adalah pembelajaran, ambil hikmahnya dari kecelakaan ini, supaya kita ringan untuk membantu sesama saat mereka membutuhkan kita, jangan bersedih, Mas percaya jika kamu juga tulus terhadap mereka makan mereka juga senang hati membantumu, Ok!", Ujar Prima panjang lebar menasehati sang istri.
__ADS_1
" Iya Mas", jawab Flo dengan mata yang berkaca-kaca.
Rasa harus langsung menyeruak ke dalam hatinya, semua perkataan yang diucapkan suaminya adalah benar dan flo merasa sangat beruntung memiliki orang-orang yang mencintainya.
" Alhamdulillah kita sampai yank", Prima langsung mematikan mesin mobilnya ketika memasuki halaman rumah dan flo tersenyum senang karena nya sudah sampai rumah kembali.
" Alhamdulillah ya Allah ", ujar Flo dengan tersenyum senang dan perlahan melepaskan sabuk pengamannya.
" Sabar dulu, Mas turunkan dulu kursi rodanya", setelah melepaskan sabuk pengamannya Prima kemudian keluar dari mobil dan bergegas mengambil kursi roda yang telah disiapkan di bagasi mobil.
" Ayo", Flo merentangkan tangannya untuk dipotong Prima keluar dari mobil dan didudukkan di kursi roda.
" Berat ya Mas, maklumlah ibu menyusui habis melahirkan belum turun bb-nya malah jatuh", ujar flow terkekeh.
" Lebih dari ini juga Mas masih kuat, jangan ragukan kekuatan suamimu ini", Prima pun tersenyum lebar seraya mendorong istrinya memasuki rumah yang sudah disambut oleh ibu Marni dan juga Sari serta Heri.
" Assalamualaikum ", ujar prima dan Flo persamaan menyapa keluarga mereka yang sudah menanti di rumah.
" Wa'alaikumussalam, alhamdulillahirobbilalamin akhirnya kamu pulang nak, jagoanmu sudah menunggu nih", ujar Bu Marni seraya menunduk untuk memberikan pelukan kepada flower.
" Ya Allah anakku Terima kasih ya Sari", Flo memeluk adik iparnya yang tengah hamil itu.
" Tidak masalah Mbak, dua hari ini dia udah mulai anteng kok, cuma dua hari pertama aja rewel karena belum terbiasa pakai dot", jawab Sari.
" Ayo masuk ayo... Ibu sudah menyiapkan makan siang, ada sayur asem sambel tempe goreng, ikan cuek", ucap Bu Marni yang membawa mereka semua memasuki rumah.
" Mau langsung makan apa nanti dulu?", tanya berimbang pada Flo dengan lembut.
" Antarkan aku ke kamar mandi mau cuci cuci Mas terus mau ganti baju karena mau memegang anakku dulu", Jawab Flo.
Tanpa menjawab Prima melaksanakan apa yang menjadi permintaan sang istri, Prima sangat paham dengan rasa rindu sang istri pada sang putra.
__ADS_1
" Bagaimana flow, sudah rada mendingan?", tanya Bu Marni.
" Masih nyut-nyutan bekas luka sayatan nya bu", jawab Flo apa adanya.
" bersabar dulu ya semoga sakitnya tidak lama lagi akan sembuh, Ibu sangat percaya bahwa kecanggihan teknologi medis zaman sekarang sudah sangat luar biasa ", Bu Marni menyemangati sang menantu dengan lembut.
" Iya Bu".
" kalau dulu kalau jatuh terus sampai patah tulang itu lama sekali penyembuhannya harus di-gib pakai kayu diikat tidak boleh gerak sama sekali, itu pun hasilnya terkadang tidak bisa sempurna kembali, namun dengan kemajuan teknologi kedokteran sekarang patah tulang bisa cepat kembali pulih, yang penting kamu semangat sering minum susu dan turuti nasehat dokter", ucap Bu Marni.
" Iya Bu", Flo mengangguk mengerti dengan nasehat sang mertua.
" Sari, kesinikan Irul ku , aku sudah tidak tahan karena merindukannya", kini mereka sudah berada di ruang keluarga bersiap untuk menyantap makan siang.
Prima dengan cekatan mengambilkan makan untuk sang istri dan menyuapinya sementara flo gini langsung menyusui sang putra.
Agak sedikit menolak di awal, karena selama 4 hari ini Irul memakai dot, hingga ketika berpindah kembali menyusu langsung anak itu pun kembali untuk menyesuaikan lagi.
Flo tersenyum memandang wajah putranya yang tengah menyusu seraya menatap mata ibunya dengan gemas.
" Maafin bunda ya sayang, terpaksa harus meninggalkanmu 4 hari, dan kamu harus meminum ASI melalui botol", Flo mengusap lembut kepala Irul dengan mata berkaca-kaca.
" Dimaafkan bunda, tapi bunda harus makan banyak biar Asinya berlimpah", Jawab Prima seraya menyuapi istrinya.
" Mas makan aja dulu, aku bisa sendiri setelah ini", Ujar Flo merasa tidak enak dengan Prima yang terlalu memanjakannya.
" Gampang!, Yang penting kalian dulu", Jawab Prima santai dan terus menyuapi Flo.
" Lho katanya ikan cuek kok ada yang bakar segala", ucap Flo masih ingat tadi saat Bu Marni memberitahu menu makan siangnya.
" ini ayam spesial untuk menantu kesayangan supaya cepat sembuh", Jawab Prima.
__ADS_1
Bersambung.....
Semangat yukkkzzz ahh.... menulis menulis menulis lagi...😀😀😀