
Pagi harinya menjelang siang kalau dan Prima sudah bersiap hendak pulang kembali ke rumahnya, namun Entah mengapa blower dingin sekali memakan bakso di kedai bakso Pak wir langganannya.
" Aku pengen sekali makan baksonya Pak Wir mas, kita mampir dulu ke sana ya". Prima mengangguk setuju.
" di mana tempatnya tunjukin jalannya saja mas antar ke sana", Prima mengarahkan mobilnya menuju kedai bakso Pak wir.
". Masih pagi ya tapi yang sudah buka", ucap terima seraya melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan angka 10 lebih 10 menit.
" Pak baksonya sudah siap?", tanya flower kepada pemilik kedai bakso ketika iya ndak mau masukin pintu kedai tersebut.
" Sudah mbak silakan masih fresh nih", jawab pak Wir ramah menyapa pelanggannya.
" Ayo Mas ternyata sudah matang kok", lower memanggil Prima untuk memasuki kedai bakso tersebut.
Prima pun menuruti keinginan istrinya.
" ada mie ayamnya nggak Pak?", tanya prima yang penggemar mie ayam.
" Ada Mas".
" kalau begitu saya pesan mie ayam 1 dan baksonya saja satu mangkok dipisah ya".
" dan aku seperti biasa pak Wir bakso kuah bening sayur dan bihun", Jawa blower mantap, campuran bihun sayur dan bakso kuah adalah favorit di kedai ini.
" siap silakan tunggu!".
tak butuh waktu lama pesanan mereka pun kemudian dihidangkan dengan asap yang melampaui rambe dan aroma yang menggugah selera.
" Wuuuiiiii.... mantap", flower menghirup aroma bakso yang khas dan masih segar serta aromanya menguar Sagan dakwan memanjakan lidah nya sampai puas.
rima dan flower menikmati baksonya dengan lahap sampai ketika mereka tengah asyik makan dan berbincang bercanda tiba-tiba saja datang sekelompok orang sekitar 3 sampai 4 orang yang merupakan teman lama flower datang juga ke kedai tersebut.
flower yang tengah menyantap bahasanya pun dibuat melongo seakan hendak bersembunyi Tapi itu tidak mungkin.
" Hai Flo....", Sapa teman-teman flower dengan wajah yang ceria menghampiri meja tempat dimana flower dan Prima sedang menikmati santapan baksonya.
__ADS_1
" Hai juga apa kabar kalian?", pada akhirnya flower menerima keadaan dan kembali menyapa temen-temennya bagaimanapun memang dia rindu hanya saja dia belum mau melihat wajah Tian.
" Wuuiihh... udah hamil?", tanya salah satu teman Flower yang memperhatikan kondisi flower dengan perut yang sudah terlihat sedikit buncit.
" iya alhamdulillah suamiku tokcer", jawab flower dengan terkekeh lebar seraya menatap sang suami yang juga ikut tertawa mendengar ucapan sang istri.
" Sudah berapa bulan?", Timpal yang lain.
" Sudah jalan 5 bulan", jawab flower jujur.
" syukur deh... kamu hamil malah tambah seksi dan cantik kelihatannya", puji yang lainnya.
" wah jangan nyindir lah... masa wanita hamil dibilang seksi yang ada yang melebar semuanya serba besar", flower kembali terkekeh lebar.
" Masih kerja flow?", tanya yang lainnya.
" Masih, mungkin sampai anak ini lahir", siapa flower.
" Masih di tempat yang dulu?", tanya kembali teman flower.
tiba-tiba saja ada salah satu temannya yang kemudian berbisik ditelinga flower membuat flower yang sedang mengunyah bakso pun langsung melotot tajam sungguh tidak suka dengan pertanyaan itu.
" Masih suka kangen nggak sama Tian?", bisik temannya itu tepat di telinga flower.
" Hughhh.... apa sih?", flower nama latin temannya itu dengan tajam.
" Ada suami gue woi iii... jangan tanya yang aneh-aneh ya kalian!", jawab flower memberikan peringatan kepada teman-temannya.
" iya iya maaf", jawab temannya yang tadi berbisik ditelinga flo.
" hai minta nomor ponselnya dong ... kamu gantiin Nope juga ganti akun ya?", temennya temennya yang lain.
" Iya nanti aku hubungi kalian 11 nomor kalian masih ada di ponselku tenang saja", jawab flower mencari alasan karena sesungguhnya dia belum bersedia untuk bertukar nomor telepon baru dengan teman-temannya yang ini.
Saat flower dengan teman-temannya sedang asyik mengobrol ternyata salah satu dari mereka ada yang diam-diam menghubungi Tian memoto flower dan mengirimkannya kepada Tian.
__ADS_1
" aku duluan ya, caranya menunggu sudah habis karena sudah dari tadi dan kami akan lanjut lagi langsung pulang, bye.....", amit flower kepada teman-temannya karena sudah merasa cukup melepas rindu dan juga sudah habis menu bakso yang ia pesan.
Prima membayar baksonya kemudian berjalan menuju arah mobil sementara flow masih saja teman-temannya mengajaknya berbicara silih berganti membuat dia masih sedikit tertahan di teras kedai itu.
Hingga beberapa saat dan datanglah pengemudi motor yang tentu sangat terkenal datang dengan mengendarai motor dan memarkirkannya tepat di dekat flo berdiri saat ini.
Flo yang mengenali dan tahu betul siapa pengendara motor tersebut menjadi terbelalak dirinya langsung ngeh jika teman-temannya itu sedang mengerjainnya dengan cara menghubungi Tian dan ingin menjebaknya untuk mengetahui perasaannya pada Tian saat ini
Butuh waktu beberapa saat untuk flo menata hatinya serta pikirannya agar nampak natural saja di sini dia harus menjaga perasaan suaminya Tian dan juga teman-temannya.
" bye kasihan ya suamiku udah nunggu kalau mau ngobrol terus gak akan pernah ada habisnya kasihan nih rumahku masih jauh", lo mencoba beranjak meninggalkan teman-temannya tapi satu tangan teman yang menahan nya untuk flo menunggu sebentar hingga Tian menaruh helm dan mendekat kearahnya.
" Sebentar flow, sapa dulu yang Ono", temennya menahan tangan flo agar tidak melanjutkan jalannya serta menunjuk ke arah Tian dengan dagunya.
Dan Flo pun menurut isyarat dari temannya, meskipun hatinya bertalu-talu bak genderang gendang yang tengah ditabuh dan kakinya sedikit gemetar karena pertemuan itu flow mencoba menenangkan hatinya sedemikian rupa agar biasa-biasa saja saat bertemu dengan Tian Setelah sekian lama.
" Hai.... Mas Tian apa kabar?", siapa flower dengan suara yang sopan dan lembut kepada Tian yang sudah berjalan mendekat ke arahnya.
" Baik... Kamu apa kabar?", jawab Tian dengan wajah lesu dan mata menatap nanar pada flow dari ujung rambut hingga ujung kaki dan saat sampai di perut flo dia lebih intens memandangnya serta mengeluarkan tangannya hendak menjabat tangan flower.
" Alhamdulillah Mas kabar aku sehat dan bahagia", jawab flower riang dengan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada tidak mau menerima jabatan tangan dari Tian.
" Kamu sendiri bagaimana Mas kabarnya?", sapa flower balik pada Tian.
" Aku begini saja seperti yang kamu lihat", Tian tidak hentinya menatap flower hingga seperti tak berkedip namun raut mukanya kentara sekali dengan kesedihan.
" Silakan lanjut ya Mas kumpul dengan teman-temannya .... selamat berkumpul kalian, aku dan suamiku mau melanjutkan perjalanan.... bye... sampai ketemu lagi di lain kesempatan ya insya Allah", flow kemudian bergegas menyusul sang suami yang sudah setia menunggu di mobil.
-
-
-
BERSAMBUNG....
__ADS_1