
Hari ini Flo dan Prima sudah sampai di rumah orang tua Prima yakni bu Marni.
Mereka disambut dengan gembira oleh bu Marni, bahkan orang tua yang masih gesit itu telah memasakan beberapa menu kampung yang favorit.
Ada sayur Asem, bothok tawon, sambel, tempe goreng dengan di balur tepung tipis tipis, garang asem ayam. Semua menu itu kesukaan dari Prima putra kesayangannya bu Marni.
" Ibu masak sebanyak ini?", Tanya Flo heran dengan beberapa menu yang telah tersaji diatas meja makan.
" Iya, itu masak garang asemkarena daun untuk bothoknya masih sisa", Jawab sang ibu mertua menunjuk menu garang asem ayam.
" Lha bukannya daun untuk bungkus bothok sama untuk bungkus garang asem banyakan untuk bungkus garang asem ya bu", Flo terkekeh dan ibu Marni pun ikut tertawa karenanya.
" Itu sih alasan ibu Flo, padahal aslinya ibu itu masak garang asem terus daunnya sisa jadi saja buat bungkus bothok", Prima pun ikut terkekeh.
" Ga kok dua duanya ibu niatkan karena suami mu menyukai dua masakan itu, pas kepasar ada tawon ya sudah ibu beli untuk bothok", Jawab bu Marni pada akhirnya.
" Oh, jadi mas Prim suka bothok tawon ya bu?".
" Iya". jawab bu Marni.
" Enak yank... cobain masakan ibu ini, enak banget!", Prima menyuapi Flo dengan sejumput bothok kemulitnya.
" Iya mas, gurih".
" Iya, kamu coba sendiri Flo, garang asemnya juga, ayamnya empuk dan bumbunya meresap kok, seger ada asem asemnya dari belimbing wuluh", Bu Marni memberikan sang menanti piring untuk makan menu masakannya siang ini.
" Assalamualaikum... Bu Ibu ada Mas Prim to?", suara Sari terdengar lantang dari luar rumah.
" Wa'alaikumussalam....", jawab serentak yang berada di dalam.
" Hai... mas", cari langsung menghambur ke pelukan sang kakak.
" Hemmm ... Ayo makan bareng", ujar Prima setelah melepas pelukan sang adik.
__ADS_1
sementara itu Sari melirik kearah flo dan menyalami sekilas tanpa melihat kearah Flo.
" Sudah berapa bulan Mbak?", meskipun pertanyaan Sari tidak terdengar ramah namun tetap tersenyum dan menjawab
" Tinggal nunggu harinya perkiraan dua minggu lagi", jabat flo lembut.
" Hemmm ... Makan sekalian", Bu Marni menyodorkan piring untuk Sari.
" Aku habis makan Bu, barusan sepulang dari sekolah aku beli bakso bersama dengan teman-teman", jawab Sari seraya menarik kursi dan ikut bergabung duduk di meja makan.
" Wah ibu buat bothok?", meskipun yang dilirik botok namun tangan Sari meraih tempe goreng dan langsung menggigitnya.
" Iya soalnya mas mu mengabari ndak ke sini jadi Ibu ke pasar beli tawon sama bahan-bahan masakan", jawab Bu Marni.
" Seger sar kamu nggak ikut makan?", Prima masih ngerayu Sari untuk ikut makan siang bersama nya.
" Nanti saja Mas aku masih kenyang banget".
" Doain Mbak Flo ya nanti lahirannya lancar", ujar Prima, tahu jika adiknya ini belum mau berdamai dengan kehadiran Flo dalam keluarga ini.
" Lahirannya di sini saja flow, biar Ibu bisa ikut merawatmu", mendengar ucapan sang Ibu Sari langsung melirik sinis pada ibunya, Allah yang mengetahui hal itu hanya tersenyum kemudian menjawab ucapan Ibu mertuanya
" Di tempat biasa flo periksa saja Bu, karena dokter itu yang sudah diakui oleh tempat flow kerja", suara lembut flow untuk menolak tawaran Ibu mertuanya dengan halus supaya tidak menyinggung dan juga pilihan terbaik menurut Flo agar adik iparnya ini tidak bertambah sinis padanya.
" Ibu sudah sepuh masak masih mau merawat bayi", ucap Sari sinis, hal itu membuat pandangan Prima langsung tertuju pada adiknya.
" Ibu masih sehat Sari, lagian ini harapan Ibu dari dulu mas mu sudah bekerja keras menghidupi kita menyekolahkan kalian dan doa Ibu supaya masmu lekas dapat pasangan dan segera memiliki anak dan ibu bersyukur keadaan Ibu masih sehat insya Allah nanti masih bisa melihat cucu Ibu dari mas mu", ucap Bu Marni barusan membuat ketiga orang yang berada di meja makan itu pun menjadi tertohok kemudian terdiam seribu bahasa tidak ada satupun yang mengeluarkan kata-kata lagi.
" Ibu juga berharap kamu segera dikasih momongan agar ibu juga bisa melihat cucu dari kamu, begitupun dengan Heri Ibu juga mendoakan agar si bontot ibu itu segera mendapatkan jodoh nya", Ibu Bu Marni kemudian yang melihat ketika anaknya langsung terdiam.
" Amin ibu, ibu akan selalu sehat dan bisa melihat anak-anak dari kami semua ibu juga nanti melihat Heri menikah dan juga memiliki anak kami akan selalu mendoakan ibu", ujar Flo kemudian, seraya berdiri dan mendekati sang mertua kemudian mengusap punggungnya dengan lembut.
" Hemmm.... Iya ibu! ibu kan masih muda, sebetulnya Ibu ini masih terlihat cantik kalau masih ada yang mau juga Prima izinkan kok menikah lagi", ucapan terima barusan membuat semua orang yang berada di ruangan itu pun kemudian terkekeh sehingga rasa ketegangan yang barusan terjadi lenyap seketika.
__ADS_1
" Iya Sari juga mengizinkan, apalagi nanti jika Heri sibuk kerja dan jarang pulang Ibu pasti kesepian meskipun rumah Sari bersebelahan tetap saja kita beda rumah Bu", imbuh Sari.
" kalian ini! Ibu kalau mau menikah mungkin sudah 20 tahun yang lalu waktu bapakmu baru saja pergi itu betul Ibu masih muda", Bu Marni pun kemudian terkekeh lebar.
" Beda Bu dulu kan masih memikirkan kami, jika sekarang kami sudah pada Mandiri mungkin saatnya ibu mencari teman di hari tua", Ujar Prima kemudian.
" Enggak enggak, Ibu mengasuh cucu aja nggak ada nikah lagi, mendingan capek ngurus cucu daripada ngurusin suami nggak ada lucu-lucunya", jawab Bu Marni.
" Yang penting Ibu sehat, bahagia itu saja doa Flo Bu".
" Iya itu doa Prim dan anak anak ibu yang lain juga bu".
" Aamiin ".
" kamu belum ada tanda-tanda sar?", tanya Prima kemudian.
" Entahlah Mas aku udah telat 2 minggu lebih tapi aku belum berani periksa takut gagal lagi, tapi bawaannya pengen makan yang pedas-pedas terus", jawab Sari.
Meskipun flow pengen berucap untuk menyarankan agar Sari mau periksa untuk memastikan kehamilannya tetapi Flo tidak berani mengutarakan pendapatnya takut adik iparnya ini tambah membencinya lebih baik dia diam saja.
" Periksa saja, takutnya kamu malah positif tapi tidak bisa menjaga pola makan kamu itu lebih bahaya Sari", ujar Prima.
" Nurut atuh sama mas mu, kurangi juga makan pedesnya", Imbuh Bu Marni.
" Males buka apotek beli tespeknya, biasanya sudah beli hasilnya negatif buang-buang duit sayang", jawab Sari cuek saja.
" Sepertinya aku masih ada Sari nanti pakai saja untuk memastikan saja, bismillah semoga positif", akhirnya Flo memberikan suaranya juga meskipun tahu jika Sari akan melihatnya sinis tapi flo tidak peduli.
" Makasih mbak", Ucap Sari.
-
-
__ADS_1
Next....