MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Penyesalan Tian


__ADS_3

" Dik bangun, sudah sampai", dengan suara pelan Prima membangunkan istrinya agar tidak mengejutkan.


" Hemmm", flower sedikit terjingkat ketika mendengar bisikan prima yang lembut membangunkannya, matanya terbuka dan kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling.


" Maaf Mas bangunkan, soalnya mas mangkat kamu takutnya Mas nggak kuat soalnya kan Mas pendek takutnya jika angkat adik malah bikin terkejut".


" Apa hubungannya sama pendek Mas bilang aja nggak kuat makan atau buku besar", flower mengerucutkan bibirnya dengan wajah yang cemberut.


" ya maaf..... kita hampir sepantaran tingginya dek dan Mas ngerasa nggak kuat jika mengangkat badan adik dalam posisi nyaman dan nggak terbangun".


" Usaha dong mas, Aku juga pengen tahu rasanya diangkat suami", flower memang ingin merasakan diangkat tubuhnya oleh sang suami tapi sadar diri juga bahwa tinggi dia dengan suaminya hanya berbeda sedikit dan berat badannya pun hanya berbeda 2-3 kilo dengan sang suami jadi wajar jika suaminya takut untuk mengangkat dirinya saat sedang tidur takut tidak kuat apalagi dirinya tengah mengandung takut jatuh pasti.


" Takut malah jatuh dek, maaf!".


" Lanjut tidurnya gih di kamar", Prima mengusap kepala sang istri saat sudah memasuki rumah dan mereka sama-sama duduk di sofa depan TV.


" Heri pulang kah kok sepi?", flower menanyakan keberadaan adik iparnya itu yang tidak nampak di rumah itu.


" Iya dia pulang tadi pagi katanya mau ke sini besok pagi", jawab sang suami.


" ya kalau tahu dia pulang aku mau nitip sesuatu buat ibu", go-car flower menyesalkan tidak memesan sesuatu pada hari kemarin saat dirinya hendak berangkat ke rumah orang tuanya.


" mau pesan apa?", tanya Prima.


" ini aku belikan waajan anti lengket untuk ibu".

__ADS_1


" Nanti kita kesana minggu depan".


" Udah lanjut lagi tidurnya". Rima menyuruh istrinya untuk ke kamar untuk melanjutkan istirahatnya.


" Sudah hilang ngantuknya Mas".


" Ya sudah siang ini mau makan apa?", karena dengan telaten duduk disebelah istrinya seraya memijat kaki Flo.


" Tadi sudah makan bakso sekarang boleh makan nasi padang?".


" Boleh Mas belikan sekarang atau kita mau datang ke sana?".


" Dibungkus saja Mas aku pengen makan sambil santai di rumah".


Sementara itu di kedai bakso tadi saat flu sudah berangkat pergi Tian memandangi kepergian mantan kekasihnya itu dengan dada yang menyesak.


Dia memperhatikan sekilas raut dan perawakan suami flow, dia pun hanya tersenyum miris, secara fisik mungkin Tian mah pemenangnya tapi suami flo terlihat lebih mapan, bertanggung jawab dan lebih dewasa dibandingkan dirinya.


" Ayo bro pesan bakso, kok malah jadi bengong terus dari tadi", mencari salah satu temen Tian.


" Jadi kalian tadi sengaja menelponku untuk ke sini karena ingin memberitahu jika Flo dan suaminya ada di sini?".


" Bisa dibilang begitu sih, Aku kira dengan kehadiran kami di sini ditambah dengan dirimu Flo akan bertahan untuk beberapa waktu disini untuk melepas rindu nyatanya dia tidak meluangkan waktunya nya untuk dihabiskan bersama kita lagi seperti dulu, kamu harus ikhlas semuanya sudah berubah, flow sudah memiliki kehidupan yang baru yang berbeda dengan keadaan kita saat ini", temannya itu pun mau numpuk-numpuk punggung Tian seakan mengisyaratkan untuk menguatkan sang sahabat.


" hei..... kenapa bengong Lo nyesel ya lihat Flow kini sudah memiliki suami dan terlihat bahagia bro meskipun tidak bersama dirimu", ucap salah satu teman yang lainnya.

__ADS_1


" Haisssttt", Tian mengibaskan tangannya menanggapi ucapan temannya barusan yang bernada meledaknya.


" Sepertinya begitu, wajahmu kelihatan banget bro!", ucap temennya yang lain lagi seraya terkekeh mengejek Tian.


" Mau bagaimana lagi menyesal pun dia sudah punya suami, yang ada aku harus melupakan dia dan mencari penggantinya", ucap Tian namun teman-temannya nggak ada yang percaya Bahkan mereka yang sangat mengenal Tian tahu bahwa salama ini Tian sebenarnya mencintai flower hanya saja saat masih mereka bersama dia nggak pernah menyadari hal itu sehingga Tian dengan mudah PDKT dengan beberapa cewek lainnya diluar sepengetahuan flower, Tian berpikir flower akan setia menunggu hingga dia siap untuk menikah atau kadang-kadang Tian pun berfikir bahwa antara dirinya dengan Flo hanya cinta karena kedekatan mereka sedari remaja, setelah flower menikah dia baru merasakan kehilangan yang teramat sangat Bahkan dia sampai tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa move on dari seorang flower.


" Yakin lo semudah itu move on dari cinta pertamamu itu?", pertanyaan kembali dari temannya terdengar.


" Entahlah! yang jelas kalian jangan seperti aku jika kalian menyukai seseorang yang menyatakan dan ikut segera aku terlalu terlena aku kirim flower akan setia disampingku meskipun tanpa aku minta dan ku beri batas waktu dan meskipun aku tak pernah perhatian padanya, nyatanya dia cerdas bro, dia lebih memilih meninggalkan aku.... kamfr*ttt memang... ", Umpat Tian merasa harusnya flu setia disampingnya meskipun dia tidak pernah meminta.


" intropeksi diri bro, mana ada cewek mau digituin suruh setia seumur hidup dipacarin Iya Adi kawin kagak sudah betul flower memilih pria yang mencintainya dengan tulus bahkan mengajaknya serius kalau sama kamu entah kapan dia dinikahi dan mungkin tidak, gak usah disesali dia sudah punya suami, kalau kamu mau meminang dia seharusnya dulu waktu masih gadis sekarang sudah berkeluarga jangan pernah di ganggu, doakan dia bahagia", salah satu temannya dari Tian dan flower ini yang tahu persis tentang perasaan Tian dan perasaan flower akhirnya nya menekan Tian pengertian untuk tidak mengganggu flower.


" iya !", jawab Tian gamang menjawab nasehat dari salah satu temannya itu.


Dan teman yang lainnya Hanya bisa menarik nafas dalam, ada sedikit rasa kasihan pada Tian namun mereka sama sekali tidak pernah menyalahkan flow Karena bagaimanapun mereka tahu jika selama ini Tian memang kurang serius dengan flo, Hanya seperti pacar yang tak dianggap.


" jadiin pelajaran buat kita semua untuk tidak menggantungkan hubungan dengan seorang wanita jika Iya maju terus diseriusin bilang sama orang tuanya dijadikan bini, jika ragu mundur jangan dikasih harapan kasihan anak orang bro, karena dia akan pergi tanpa pamit seperti halnya flower yang memilih orang yang baru saja dikenal yang Entah berantah asalnya tetapi memberi kepastian yang nyata bukan hanya macarin tetapi tak berani melamar", Timpal yang lainnya, sementara itu Pak we are family kedai bakso sesekali mendengarkan obrolan pelanggan lamanya itu, dan kali ini pak Wir mengangguk mendengar ucapan teman Tian yang terakhir ini beliau setuju dengan tindakan flow yang memilih orang lain dibanding menunggu kepastian Tian.


-


-


-


Next.....

__ADS_1


__ADS_2