
Sudah sebulan aku pindah kos di tempatnya Desi, aku sudah tidak memikirkan Tian lagi. sedikit demi sedikit aku memperbaiki diri, memperbaiki cara pikirku, memperbaiki teman-temanku yang sekiranya berdampak baik padaku akan ku pertahankan, aku juga mencoba lebih mendekatkan diri kepada sang khalik.
Desi masih kekeuh menjodohkanku dengan mas Prima, untuk tidak mengecewakan Desi aku akhirnya meminta petunjuk Nya. di sepertiga malam ku luangkan waktu untuk berinteraksi dengan penciptaku, dialog mengenai diriku disana ku utarakan sesosok pria idamanku.
Anehnya di hati kecilku yang paling dalam selalu jawabannya Mas Prima, Jujur Aku menolaknya, aku manusia biasa yang selalu berpikir sendiri tanpa ada yang membimbingku secara pasti, bukan karena jauh dari orang tua namun dari kecil aku selalu mengambil kesimpulan sendiri tidak pernah mau mendengar pendapat orang lain.
Lagi, dan lagi aku berdoa bukan doa yang istimewa, hanya sebuah doa sederhana, " ya robb, jodohkan aku dengan orang yang tidak dikenal oleh Tian, orang yang bisa membimbingku menjadi lebih baik yang bisa menerima aku apa adanya dan juga mencintaiku", seperti itu saja doaku kepada-Nya.
Lagi Dan Lagi kenapa jawabannya sama jauh di Hati kecilku paling terdalam selalu Mas Prima.
" ih ih.... enggak deh, kok mas Prima sih, yang ganteng dikit kenapa?", protes kepada hati kecilku.
Berharap bukan mas Prima orang lain yang gantengan sedikitlah, entahlah di mataku Mas Prima sangat biasa banget bahkan untuk jalan bareng saja aku enggak pede.
" Mbak Flo, Aku pengen mengajak serius Aku harap mbak flow mau menerima ya tidak usah pacaran kita langsung nikah aja", ucap Mas prim malam itu,
Aku sih tidak merespon berlebihan atas ucapan Mas Prima itu, Ya sudah sering mengajakku nikah dari awal bertemu, tapi meskipun Hati kecilku bilang iya, egoku itu masih sebesar gunung, egois memang.
Tapi sudah dua minggu ini ajakan Mas Prima itu selalu terngiang di telingaku difikiranku di angan anganku jujur ada yang ngajak nikah di saat ini aku rasanya seneng, senang banget.
" Flo, kamu jangan egois terus dong Mas Prima itu tulus lho sama kamu, tau nggak flow dia itu belum pernah pacaran hidupnya diabdikan untuk Ibunya dan untuk menyekolahkan adik-adiknya, kenapa sampai diusia matang gitu belum nikah, ya karena ada ingin adik-adiknya tuntas semua barulah dia memikirkan dirinya sendiri", kata-kata Desi itu selalu aku pikirkan.
" kenapa nggak sama kamu aja Des?", tanyaku pada Desi dengan pikiran yang tidak fokus melayang entah kemana.
" Dia maunya sama kamu flow, aku pernah mengunggah foto kita berdua dia langsung like dan komen pengen kenal sama dirimu karena aku memang berteman sama dia di sosial media secara kan dia itu saudara jauh ku", jawab Desi.
__ADS_1
" Kamu suka kan sama dia Des?", tanya aku ingin kejujuran Desi karena tak ada sedikitpun rasa untuk Mas prima dari hatiku.
" Dengar ya Flo, seorang wanita itu bagiku lebih baik dicintai jangan mencintai jatuhnya kurang baik, kamu percaya ucapanku nggak Flo?", tanya Desi.
" Pengennya kalau aku sih jujur nih ya Saling, baik dari saya maupun pasangan ku harus saling mencintai nggak boleh salah satu pihak kasihan yang nggak cinta kesannya seperti dipaksakan", jawabku jujur sesuai apa yang ada di benakku saat itu.
" Coba deh kamu puasa aja Flo sambil doamu lebih digiatkan lagi kamu tanyakan pada gusti Allah kira-kira jika kamu terima Mas Prima bisa bahagia atau tidak kedepannya?", Nasehat Desi untukku.
" Iya deh", jawabku santai Aku tidak mau bercerita kepada Desi jika setiap aku habis berdoa selalu dalam hatiku seperti berkata iya aku harus terima Mas Prima, padahal keegoisanku menolaknya.
" Tapi Jawab dulu pertanyaanku, kamu suka kan sama Mas prima?", tanyaku ulang.
" dia saudaraku flow, kalau aku suka sama dia mungkin mudah bagiku, lewat orang tuaku untuk menjodohkannya dengan dia, tapi buat apa dia sudah menjatuhkan pilihannya padamu, masih ada cowok lain yang menungguku, kasusnya sama seperti dirimu dia mencintaiku tapi aku masih belajar untuk mencintainya Aku minta beberapa bulan ke depan baru akan kuberikan jawaban", jawab Desi, tapi aku tak mudah percaya begitu saja, bagiku jika Desi mencintai Mas prima Aku tidak akan pernah menerima lamarannya.
" Baiklah, week end nanti dia akan kesini kok kita jalan bertiga nanti biar kamu bisa mengenalnya juga", Jawab Desi.
Aku setuju dengan usulan Desi, Aku benar-benar ingin bukti bahwa Desi sudah mempunyai calon.
Namun rupanya diam-diam Desi mengajak Mas Pram juga, Desi merencanakan double date tanpa sepengetahuanku.
Dan benar saja hari itu kami double date aku perhatiin interaksi Desi dengan cowok yang katanya di jodohkan itu.
Cukup manis juga, meski kata Desi gantengan mas Prima, tapi kok aneh ya, dimataku manisan cowok yang dojodohkan dengan Desi ini. Berarti benar ya kata orang cakep dan cantik itu relatif, nyatanya aku bisa tergila gila sama Tian yang kata temannku hitam, dan sedikit seram tapi bagiku ganteng banget.
" Cakep Des, udah terima aja", Bisikku pada Desi.
__ADS_1
" Gantengan juga mas Prima, Flo!", Jawabnya setengah berbisik.
" Mas itu jelek tahu, mau dilihat dari manapun tetap aja ga ada gantengnya", Ujarku.
" Kamu belum tahu tahu saja sisi lain mas Prima, kalau tahu kamu bakalan menyesal udah berani bilang mas Prima jelek", Balas Desi Ketus.
" Oya ya, Tapi calon kamu manis kok, siapa namanya?", Tanyaku.
" Mas ada yang mau kenalan nih!", Desi malah sengaja berkata keras biar mas Prima dengar, duuhh ni bocah, bikin malu saja, batinku.
" Oh, temannya Desi ya mbak, kenalkan namanya saya Fathan mbak", dan kamipun bersalaman tak lepas dari tatapan mas Prima dan Desi, " Flower ".
" Desi kamu itu pelit punya calon kok sedari tadi ga dikenalkan nama sama Flo sih?", Celetuk mas Prima.
" Iya nih pelit Desi itu mas", Aduku pada mas Prima, mas Prima hanya tersenyum.
" Desi takut jika kamu bakal naksir cowoknya", ujar Mas Prima terkekeh.
" ih Ya enggaklah, emang naksir bisa secepet itu", jawabku protes tidak terima, namun mendengar jawabanku seperti itu mas Prima terlihat tersenyum senang.
" Rupanya kamu tipe wanita yang sulit ditaklukan", Mas Prima terkekeh lebar.
Dan hari itu adalah hari permulaan kedekatanku aku dengan mas Prima, tak mau mengecewakan Desi dan juga karena alasan ingin tahu kenapa setiap aku habis salat selalu jauh di dalam hatiku terselip nama Mas Prima Aku jadi penasaran ingin mengenalnya.
Next....
__ADS_1