
Maldives van Gorontalo, begitulah julukan Pulo Cinta. Pulo Cinta terletak di Teluk Tomini, Gorontalo. Dinamakan Pulo Cinta karena apabila dilihat dari udara, ada sebuah kumpulan pasir di area pantai yang berbentuk seperti tanda cinta atau tanda hati, unik sekali bukan? Air yang jernih dengan pasir putihnya merupakan kombinasi sempurna yang indah untuk sebuah pantai. Untuk menuju ke sini, kita hanya perlu menyewa boat dari Kota Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, Jadi ingin menyusul mas Prima dan Flower.
" Mas kenapa sih mesti kudu jauh-jauh begini, kenapa tidak memilih ke pulau Bali atau Lombok seperti pasangan baru pada umumnya, ini rasanya jauh mas dari bandara harus nyambung lagi?", flower memang merasa heran dengan pilihan yang Prima ajukan saat itu tapi baru berani bertanya begini setelah mereka hampir sampai di pulau cinta tersebut.
" Tadinya begitu Mas juga berpikir Bali lebih praktis, dan tentu lebih mudah transportasinya hotelnya semuanya termasuk makanannya, tapi mas ingin kita merasakan berada di suatu tempat yang benar-benar kita merasa hanya kita berdua yang ada di dunia ini yang lainnya ngontrak", jawab Mas Prima terkekeh lebar.
" kok gitu?".
" Ya iyalah takutnya pas kita di Bali kita ketemu kenalan kita terus gangguin kasihkan kita masih nggak mau seperti itu tapi jika disini kemungkinan kita bertemu dengan orang yang kita kenal itu kecil jika bertemu berarti itu rezeki", jawab Mas Prima kembali terkekeh.
" Jangan gelisah gitu lah mas ingin adik bener-bener menikmati liburan ini dan akan menjadi momen yang tak akan terlupakan seumur hidup kita", Prima kembali berbicara setelah melirik sang istri yang terlihat gelisah
" Aku tidak gelisah Mas aku penasaran pengen cepat sampai di tempat itu", tersenyum nyengir pada Prima.
" Tidur lagi saja sebentar lagi juga sampai kok", Prima menarik pundak flower untuk bersandar kepadanya dia juga membelai lembut kepala Flower.
" Pak ini harus naik boat lagi ya?", tanya Prima ketika sudah turun dari travel tersebut.
" Iya Mas setengah jam lagi baru akan sampai di tempatnya".
" kamu takut sayang?", tanya Prima melihat flo yang menggigit bibir bawahnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
" Takut mabok aku!", ucap flow.
" Tenang tadi juga di pesawat kan tidak mabuk", Prima menggenggam tangan flower untuk menyalurkan rasa tenang padanya.
Setelah 10 menit boat itu berjalan, flower merasakan jika genggaman tangan Prima semakin erat dan bahkan terasa dingin. flow melirik suaminya terlihat Prima memejamkan matanya sangat rapat, satu tangan Flo yang tidak digenggam Prima merogoh tas selempang nya yang berisi minyak angin di sana.
" Mas", Panggil flow lembut pada suaminya, namun Prima tak bergeming terlihat genggamannya makin erat hingga flu harus sedikit menahan rasa sakit karena genggaman Prima seperti sebuah kemasan yang kuat.
__ADS_1
Dengan cepat flo langsung membuka tutup minyak angin tersebut dan mengarahkan ke hidung Prima.
" Hirup perlahan mas sampai ke rasa hingga tenggorokan terus berulang embuskan", lirik flow pada Prima dengan secepatnya Prima menuruti perkataan Flo.
Perlahan genggaman tangan Prima pun meregang tidak sekuat tadi.
" Pengen muntah?", tanya flo kembali, Prima menggelengkan kepalanya cepat.
" Mual dik, tapi sudah agak reda dengan minyak angin ini", jawab Prima tanpa membuka matanya.
" Aku oleh tengkuknya ya", Bisik Flo didekat telinga Prima.
Seharusnya Prima bahagia mendapat perhatian yang begitu lembut dari istrinya itu, Iya dia memang sangat bahagia tapi tidak bisa mengungkapkan untuk saat ini Karena rasa pusing yang luar biasa di kepalanya serta perutnya yang seperti diaduk-aduk, mual.
Perlahan Flo memijat lembut tengkuk Prima dengan telaten dan kadang sedikit agak ditekan keras ditambah lagi dengan minyak angin.
" sudah baikan dek, sedikit lebih lega Mas sudah tidak seperti tadi seperti dikocok-kocok diaduk mual-mual", Flo tersenyum mendengar jawaban sang suami, dia yakin suaminya kini sudah jauh lebih baik dibandingkan tadi tangannya juga sudah lebih menghangat.
." Terima kasih ya sayang, ternyata mas yang mabuk laut", Prima tersenyum getir, sebelum naik flo yang mengkhawatirkan dirinya ternyata malah Prima sendiri yang mabuk lautan.
" Sayangku baik-baik saja?", tanya Prima sedikit membuka matanya memperhatikan istrinya kemudian mencium tangan Flo.
" Aku enggak apa-apa Mas sedikit pusing aja tapi udah ni minyak angin ini udah hilang kembali", Flo tersenyum pada Prima.
" Syukurlah kalau dua-duanya mabuk bisa berabe kita", peri makan yang benar-benar bisa membuka mata setelah boat itu menampik dan mereka sampai di tujuan.
" Aku mandi dulu ya Mas, gerah", flow kemudian bergegas masuk ke kamar mandi setelah mereka sampai di penginapan sementara itu Prima merebahkan diri di atas pembaringan dengan kaki menjulur ke bawah kepalanya masih berat dan perutnya juga masih sedikit mual benar-benar efek mabuk laut itu membuatnya ambruk.
Namun Prima segera menelpon pihak hotel untuk menyiapkan camilan sore untuk mereka berdua.
__ADS_1
" Ayo Mas mau mandi dulu atau nanti dulu?", ujar flo saat setelah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju santai.
" Sebentar dek mas mau minum panas dulu rasanya efek mabuk nya belum hilang palamas masih bening dan perut Mas masih mual".
" Oh kalau udah ada makanan lagi?", flo heran masalahnya nya sudah ada beberapa makanan teman minum kopi atau teh panas.
" Mas langsung pesan dek takutnya Mas muntah jadi untuk mengganjal perut yang mual ini Mas ingin makan sesuatu".
" Sebentar ya Mas aku rapikan rambut dulu nanti aku bikinin teh panas". slow kemudian membuka koper nya untuk mencari peralatan kecantikannya.
" Mas sudah buat sendiri dik, dari pihak hotel ini cuma memberi teko listrik dan air meneral serta gula kopi teh, adik mau pilih buat kopi atau teh silahkan, airnya sudah mas rebus".
" Nanti saja mas, aku juga sedikit mual".
." Sini mas pijitin", Prima meraih pundah Flo dan memijitnya pelan namun Flo merasa jika pijitan sang suami petlahan melemah seperti tak bertenaga, Flo menggerakkan bahunya memberi kode jika ingin dipijir lebih keras tetapi tak juga suaminya merespon.
" Mas", Flo balikkan badannya dan melihat sang suami yang tengah menatapnya dengan pandangan mata sayu.
" iya Sayang", Prima tersentak karena dengan tiba-tiba flow membalikkan badannya.
" Mas pusing?", tanya flo dengan nada khawatir.
Namun tatapan terima makin intens pada flow.
Dengan gerakan cepat Prima langsung menyusor bibir istrinya, Prima akhirnya tidak tahan setelah sedari tadi berusaha untuk menekan gejolak nafsunya yang ditahannya sedari masih di perjalanan.
Aroma sabun yang menguar dari tubuh Flo sehabis mandi benar-benar membuatnya tidak bisa mengendalikan apa yang ada dipikiran serta reaksi tubuhnya yang benar-benar sudah sangat bergejolak.
Netx.....
__ADS_1