MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Kumpul keluarga


__ADS_3

Suasana di kediaman Prima sepanjang hari ini ramai karena mereka semua berkumpul bahkan bapak dan ibu Flo menginap, sementara itu Bu Marni juga masih stay di rumah ini, rencananya hingga benar-benar sehat mungkin nanti setelah aqiqah barulah Bu Marni akan pulang.


" Flo jangan banyak gerak dulu, meskipun sudah merasa sehat tetapi rahim mu belum sehat benar, sebaiknya banyak istirahat dulu biar cepat pulih, nanti setelah ibu pulang baru kamu mengurus semua sendiri", Ujar bu Marni penuh pengertian.


" Iya bu ".


" Flo, ibu mertua mu sayang banget sama kamu rupanya, syukurlah Ibu tenang jadinya flow", lirik Bu Hartini.


mendapat perkataan seperti itu dari ibu sambungnya flow hanya tersenyum dan mengangguk pertanda apa yang diucapkan oleh ibu sampingnya itu memang benar adanya.


" Alhamdulillah Ibu ikut senang jauh dari kami, kamu ternyata hidup tentram semoga kedepannya kamu makin bahagia nak", imbuh Ibu Hartini.


" Aamiin bu, semoga... Flo juga berharap ibu dan bapak sehat selalu biar. bisa sering main kesini menjenguk kami".


" Aamiin ".


Sementara itu di ruang tamu terlihat prima dan mertuanya serta Fathan tengah mengobrol obrolan ala laki-laki.


" Bagaimana usaha yang sudah berjalan?", tanya Bapak.


" Alhamdulillah sudah pak cuma ya masih project rumah-rumah pribadi saja", cewek terima apa adanya.


" Mau rumah pribadi mau kecil mau besar yang penting kamu tekun terus jangan mengharap yang besar dulu nikmati dulu yang ada syukuri insya Allah ke depannya bisa lebih maju", bapaknya belum memberikan semangat kepada menantunya ini karena ia yakin menantunya ini orang yang ulet jujur serta pekerja keras dan bertanggung jawab.


" Iya Mas maju terus, walaupun hanya kecil-kecilan tapi insya Allah kalau barokah itu lebih menenangkan Mas, aku saja jadi tukang cuci tidak masalah Mas susah sekarang nyari kerjaan apalagi yang hasilnya besar", Fathan menimpali pendapat Prima.


" Nah iya! kadang orang cari pekerjaan karena memikirkan gengsi nya padahal yang bergengsi hasilnya pas-pasan tapi yang orang lain anggap sebelah mata bahkan diremehkan mereka tidak tahu bahwa hasilnya lebih besar dari orang yang petnampilan perlente", Timpal bapak mertua.


" Kadang-kadang memang seperti itu Pak, penampilan Oke pekerjaan di kantor tumpangan mobil sepatunya mengkilap berdasi tetapi duit pas-pasan, kalau saya mana bisa Pak orang saya cuma tukang bangunan hanya mengandalkan tenaga bisanya ya cuma mengotak-atik tentang bangunan, pokoknya modal tenaga dan doa", Prima pun terkekeh menertawakan dirinya yang memang seperti itulah kondisinya.

__ADS_1


" Awalnya memang tukang bangunan Mas tapi lama-lama nanti jadi mandor jadi pemborong terus kemudian jadi kontraktor terus sukses punya usaha bisa diwariskan pada anak cucu, iya toh", mantan pun ikut terkekeh menimpali ucapan Prima.


" Nah iya, kalau jadi pegawai kantoran penampilan Oke mentereng tapi tidak ada yang bisa diwariskan kepada anak cucu kalau pinter nabung ya harta tetapi ilmu tidak ada berbeda jika punya usaha nanti masih bisa mewariskan ya usahanya kepada anak cucu semoga mereka pada mau meneruskan jika orang tua sudah tua dan pensiun", ucap bapak mertua.


" Amin semoga pak, mudah-mudahan usaha saya bisa berkembang bisa mandiri dan berkah sehingga nanti bisa diwariskan kepada anak cucu", ucap Prima.


" Yang penting harus kontrol baik itu dari segi keuangan, kejujuran pegawai, hasil kerja yang bagus dengan waktu yang cepat itu juga penting", nasehat bapak mertua.


" Nah itu susah pak Tapi saya akan berusaha sekuat tenaga", jawab Prima jujur.


" ayo sini semua merapat kita makan bareng-bareng seandainya", Bu Marni memanggil anak pisan serta menantu ponakannya itu.


Dan mereka pun makan bersama dalam suasana keakraban.


Prima tak lupa mengurus flow terlebih dahulu sebelum dirinya makan dia mau memastikan jika istrinya pun makan terlebih dahulu.


" Bubu... baba hanya ingin memastikan jika istri Mas ini sudah kenyang karena kan ada yang menanti tuh sari dari makanan bubu", Ujar Prima tak mau peduli dia tetap menyuapin istrinya dan sesekali mencium gemas pipi gembul Irul yang masih merah.


" Terima kasih ya Baba... karena cintamu yang begitu besar membuatku merasa seperti seorang permaisuri", doa mengusap lembut punggung tangan suaminya.


Prima hanya tersenyum dengan menampilkan senyum terbaiknya pada sang istri yang amat sangat dia cintai ini.


" Terima kasih karena sudah melahirkan seorang putra untukku dik, dan kamu harus siang nanti akan ada Irul Irul selanjutnya", Prima terkekeh jarena Flo langsung cemberut mendengar ucapannya.


" baby... babamu itu lelaki perkasa tapi dia suka memaksa bubu, baby bisa dengarkan barusan kamu aja masih minum ASI belum juga berusia 1 minggu Baba sudah menginginkan Adik lagi, menyebalkan ya", Flo berbicara seperti mengadu kepada sang putra atas ucapan sang suami.


" lihat Bu Dia malah tersenyum itu artinya dia senang jika punya adik banyak", Prima terkekeh karena mendapati sang putra yang tengah terlelap itu tersenyum.


" Aiihhh.... kenapa kamu malah senyum senyum begitu sih nak", Flo mengusap lembut kening putranya.

__ADS_1


" Dalam kondisi terpejam pun dia tetep mirip kamu yank, sungguh tragis nasib ku hanya dikasih telapak kaki aja yang mirip", terima tersenyum kecut.


" Wajar lah Mas aku yang menderita selama 9 bulan belum lagi sakitnya waktu ngeluarin dia mas harus ridho harus ikhlas jika dia mirip denganku", jarak flo.


" Ridho banget ikhlas yank, apalagi dia terlihat sangat menggemaskan cowok cantik", ujar Prima Manoel hidung dan putra.


" Ganteng Baa", rengek flow tidak terima putranya dibilang cowok cantik


" Udah kenyang lah sana Mas buruan makan bareng-bareng, biarkan dia nyenyak kita tutup saja kelambunya dan kita bergabung bersama yang lainnya yuk", halo menarik Prima untuk segera bergabung di ruang makan bersama dengan yang lain.


" Lho Prim... kamu malah belum makan?", Bu Hartini yang tahu jika Prima mendahulukan sang istri kemudian menyiapkan piring dan diberikan kepada Prima agar segera makan.


" ah iya Bu terima kasih", terima pun segera mengambil makan dan segera makan.


" ini Mas minumnya", flow mendekati prima dan memberikan air minum yang telah disiapkan untuk suaminya.


" Terima kasih", terima pun mengangguk dan tersenyum kepada sang istri.


" Des jangan malu-malu kalau mau nambah masih banyak loh", Bu Marni mencoba menggoda sang ponakan yang sedari tadi mulutnya terus mengunyah tiada henti.


" siap Bu de, kalau hanya masalah tambah menambah makanan serahkan pada Desi", jawab Desi terus menikmati makan siangnya.


" bumil harus banyak makan", Timpal Heri.


-


-


Next.....

__ADS_1


__ADS_2