
Setelah hampir satu minggu kami berada di pulau cinta Akhirnya hari ini kami sudah sampai di rumah, lebih tepatnya rumah ibu nya Mas Prima.
Satu minggu di penginapan itu boleh dibilang kami tidak kemana-mana hanya sekali saja keluar rumah dalam artian bermain di air yaitu snorkling itu pun sehari sebelum pulang saja.
Mas Prima benar-benar pria bertenaga kuda satu minggu di sana hampir semuanya kegiatan hanya di atas ranjang.**
Seakan tiada terpuaskan, inginnya Lagi Dan Lagi, hingga setiap dia mengajakku keluar aku seperti sudah tidak punya tenaga untuk melangkahkan kaki dan hasilnya kuhabiskan untuk tidur karena jika mata ini terbuka pasti suamiku memintanya lagi.
Alhasil tadi di travel aku tidur di pesawat pun aku tidur hingga terakhir saat dijemput sama Heri pun dalam perjalanan pulang aku tidur begitu pun sampai saat ini sudah di rumah ibu mertuaku badanku masih belum pulih rasanya capek dan ingin tidur terus.
" Dek makan dulu Ibu sudah masakin sayur sop kesukaanmu", Mas Prima mengguncang pelan agar aku terbangun dan makan bersama.
" Duluan aja Mas aku masih ngantuk", jawabku tanpa membuka mata, benar-benar mataku sangat berat tidak mau diajak kompromi.
" Ya sudah, tapi nanti harus makan ya karena sejak tadi kamu belum makan", Mas Prima pun beranjak meninggalkan tempat tidur menuju ke meja makan bersama ibunya dan Heri.
" Nggak mau bangun juga Mas?", Tanya Heri.
" Mungkin pusing Her, kami tadi sempat mabuk laut", jawab Mas Prima.
" Ya sudah kita makan duluan saja nanti jika PM sudah baikan nanti kamu suruh makan istrimu prim", ucap Ibu Dan kamipun makan bersama bertiga.
🖊️🖋️
Sudah satu minggu semenjak pulang dari bulan madu, kini Prima sudah kembali beraktifitas begitupun dengan Flower kembali maduk kerja di Bank tempatnya bekerja.
Mereka srpakat untuk Flo tetap ketja meskipun sudah menikah, lagian kan mereka masih tinggal dikota yang samadengan tempat kerja Flo, hanya saja rumah bu Marni berada dipinggiran kota, jadi sedikit lebih jauh dari tempat kerja Flo.
" Tapi nanti jika Flo kepayahan kita tinggal di kamar kosku ya mas, menunggu sampai rumah yang mas bangun jadi", ucap Flo sebelum mereka berangkat kerja diantar sang suami.
__ADS_1
" iya, tapi untuk beberapa minggu ini kita dari rumah dulu, biar kamu akrab sama ibu".
" iya".
" Hati-hati ya di tempat kerja jaga mata jaga hati ingat udah ada Mas yang selalu menemanimu tidur", ujar Prima sebelum flower turun dari mobil setelah sampai tempat kerja yang dituju.
" iya, apa Mas ragu tentang kelakuanku?", flower bertanya sebenarnya hanya ingin menggoda sang suami tidak bermaksud untuk melakukannya.
" Tidak ada keraguan sedikitpun di hati Mas mengenai dirimu dik, namun Mas lebih takut dengan orang-orang di sekitarmu yang mungkin baru menyadari jika kamu itu cantik, jadi meskipun kamu sudah punya suami bisa jadi mereka menggodamu ya kan!", ujar Prima.
flower menatap suaminya dengan tersenyum, lega itu yang dia rasakan dengan hatinya, rasa ketakutan suaminya, flow pikir itu adalah rasa cemburu atau rasa memiliki yang juga dilirik orang pasti itu hal yang tidak mengenakkan, mungkin begitu cinta suaminya terhadap dirinya sehingga ada timbul kekhawatiran jika dirinya dilirik orang lain.
" Bukan hanya mata dan hati yang akan Flo jaga tapi juga tindak tanduk Flo mas, sebagai seorang istri Flo tahu dan pahan mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan, jadi mas tenang ya, bekerjalah dengan baik, jangan khawatirkan aku, kita saling mendoakan dalam kebaikan, oke!", Flo turun setelah berucap dan mencium punggung tangan suaminya.
Prima speechless dibuatnya dengan ucapan sang istri, sungguh Prima tidak pernah menyangka jika istrinya bisa menyakinkan hatinya sedemikian rupa, meski sering bilang " aku ga cinta sama mas, tapi aku sayang".
" Cieee.... pengantin baru, baru masuk kerja bu?", Goda Desi saat melihat Flo memasuki tempat kerjanya.
" Haiisttt.... Suka begitu, yang bentar lagi mau nyusul", Flo pun membalas guyonan Desi dengan santai.
" Aamiin .... semoga!", jawab Desi.
" capek ya Bu jadi pengantin baru", Goda Desi lagi.
" Hah, maksudnya?", klo pura-pura tidak mengerti.
" Iya pasti capek banget, kelihatan kok matanya juga sampai celong begitu", Desi terkekeh.
" Sialan ke ini Des, jelaslah Mas belum kuat banget begadangnya", kini Flo pun ikut terkekeh.
__ADS_1
" Pantas, wajah Bu Flo ini kelihatan sekali, seperti orang habis kerja lembur sebulan penuh", ucap Desi lagi dan semua ikut terkekeh mendengar candaan mereka.
" Kasihan nih pengantin baru diledek terus tuh sampai pipinya merah", ucap yang lainnya.
" udah mulai kerja nih dah siang, bukannya malu aku tuh kalian ledek, tapi belum mulai kerja udah kangen lagi sama suamiku", ucapan flow membuat Desi mencebikkan bibir.
" lebay yang pengantin baru belum juga mulai kerja udah bilang kangen, enggak cukup bu hanimun nya 2 minggu".
" Iya Des masih kurang", Flo yang diledek bukannya menghindar malah membantu membuat suasana semakin panas.
" Jiirrrr..... pengantin baru omongannya dah, bikin yang jomblo meronta-ronta", pacar Desi makin memberengut.
" Makanya kalian juga cepet nikah lah nunggu apa lagi masih kurang dewasa?", celetuk Bu Marta rekan kerja yang paling senior di situ.
" Nah setuju Bu, sudah pada gede sudah kerja bulan, sudah punya calon nunggu apa nikah lah kayak aku", ucap Flo seraya mempersiapkan meja kerjanya yang sudah dua minggu ya tinggalkan.
Ting
Notifikasi ponsel flower berbunyi dan lampunya menyala menandakan ada sebuah pesan masuk.
" Selamat bekerja sayang nanti pulang Mas jemput ya atau kita mau makan siang janjian untuk makan siang bareng, Mas sudah sampai tempat kerja mas nih tapi sudah kangen lagi".
" Iya Mas nanti sih saling berkirim kabar jika kita sama-sama punya waktu untuk makan siang bareng, sama aku juga udah tidak tahan udah kangen lagi sama mas", balas flo.
" boleh video call dek, sebentar saja sebelum kita mulai kerja, nggak usah bicara apa-apa kameranya taruh aja Mas cuma ingin melihat wajah istri mas sebelum memulai pekerjaan hari ini",
" ya boleh, kita ganti ke panggilan video call ya", setelah mengetik jawaban itu baik flower maupun Prima langsung memindahkan panggilan ke video call, flower yang sudah menyalakan komputer menaruh ponselnya berdiri untuk menyorot wajahnya dan Dia pun melihat wajah suaminya berada di layar ponsel itu, tak ada suara mereka hanya saling senyum dan sering tatap.
Next.....
__ADS_1