MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Lamaran


__ADS_3

Hari yang dinantikan pun datang ini hari dimana lamaran yang telah ditetapkan kan.


Keluarga Bu Marni datang yakni adik-adiknya Prima ada Sari dan suaminya, Rini adik kedua Prima serta anak dan suaminya dan juga Heri adik bungsunya.


" Silakan masuk mari mari", bapaknya flo mempersilahkan tamunya untuk memasuki rumahnya, Pak Rudi Hendrawan.


" iya pak terima kasih", jawab prima yang kini sudah berpenampilan rapi dengan kemeja lengan panjang batik senada dengan kain yang dipakai oleh flower saat ini.


" beginilah keadaannya rumah flower Bu", ucap Pak Rudi Hendrawan pada Bu Marni beserta rombongan.


" Ya Pak terima kasih, sama saya juga orang kampung", ucap Bu Marni Ramah.


Kemudian mereka pun berbincang-bincang sambil menunggu Bu Hartini menyediakan minum serta flower yang belum keluar dari kamarnya.


" Maaf tunggu sebentar bu, rupanya anak saya ya belum siap nih", wajar Pak Rudi Hendrawan kepada bu Marni.


" Iya Pak tidak apa-apa bisa sambil memperkenalkan diri dulu".


Tak lama setelah itu, tepatnya setelah Bu Hartini menyajikan minum flow juga keluar dari kamarnya dengan dandanan yang anggun kebaya berwarna pink keunguan padu padan dengan batik sarimbitan dengan Prima.


" Nah yang kita tunggu sudah muncul", ujar Pak Rudi Hendrawan membuat semua mata tertuju pada flower yang sedang berjalan menuju tempat mereka.


Flo kemudian menyalami tamunya satu persatu termasuk juga pada Prima.

__ADS_1


" Cantik!", satu komentar keluar dari Rini dan dianggurin oleh Sari.


" He em".


" yah kita mulai saja, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh perkenalkan nama saya Rudi Hendrawan bapak kandung dari flower taurine dan ini Ibu Hartini Ibu sambung dari flow, yang itu kakak flo paling besar, Freya Hendrawan dan suaminya Richard serta putra mereka Calvin dan ini putra saya yang kedua Freddy Hendrawan, kami sekeluarga mengucapkan selamat datang kepada keluarga Ibu Marni yang telah Sudi mengunjungi kediaman kami di hari ini maka dari itu saya selaku bapak dari flower sangat menunggu maksud dan kedatangan keluarga Ibu mengunjungi rumah kami ini", papanya flu berkata dengan tegas sekalian memperkenalkan anak-anaknya.


" Waalaikumsalam Pak Rudi beserta keluarga, mohon maaf karena hari ini kami membawa rombongan dengan maksud hendak meminta Putri bapak yang cantik ini untuk menjadi menantu dari keluarga Tirta sembada, yakni untuk dijadikan istri oleh putra pertama kami Prima Tirta sumbada, besar harapan kami Bapak serta Putri bapak bisa menerima maksud dan niat baik kami".


" Iya Ibu Terima kasih, Saya sangat senang dengan maksud kedatangan Ibu sekeluarga namun saya akan menanyakan langsung kepada putri saya ini atas maksud keluarga ibu datang ke sini".


" flower anakku, ini lho keluarga Mas Prima ingin melamarmu untuk menjadikan dirimu pendamping hidup dari putra mereka yaitu Mas Prima Tirta sembada, bagaimana kami semua menanti jawabanmu", flow menarik nafas dalam-dalam sadar semua mata kini tengah menatapnya hatinya pun berdegup kencang, antara gugup dan entahlah rasanya semua rasa kini tengah bersatu di dalam dadanya.


Flo yang tadi tertunduk kini perlahan mengangkat wajahnya pelan-pelan menatap wajah mereka satu-satu ditatapnya wajah bapaknya nya sedikit lebih lama ada tersungging senyum melengkung di bibir sang Bapak kemudian memanggil tipis namun penuh keyakinan.


Flo kembali menarik nafas dalam, kemudian sedikit tertunduk, pandangan semua mata seakan menghujam jantung nya terutama wajahku sarnan sedikit pucat yang duduk diapit oleh ibu Marni dan juga Heri Hajah itu penuh aura memelas.


" alhamdulillahirobbilalamin", mata flo tak lepas memandang rona bahagia penuh kelegaan dari pria yang telah melamarnya, jelas terpancar rona bahagia dengan senyum mengembang di bibirnya.


Prima kemudian mengusap dadanya," Alhamdulillah lega rasanya", bisiknya lirih namun masih bisa didengar oleh beberapa orang yang membuat yang mendengar kemudian tertawa.


" Pecah telur ya Mas, langsung lega", janda Pak Rudi pada Prima membuat semua orang pun ikut terkekeh.


" Nah sudah lega disini ini Mas prima yang terlihat tadi sangat pucat sekarang wajahnya merona", ujar Pak Rudi Hendrawan menggoda Prima.

__ADS_1


" ya kalau sudah plong kita melirik kemeja sebelah situ yuk", ujar Bu Hartini mempersilahkan semua tamunya untuk menikmati hidangan yang telah disiapkan.


semua orang akhirnya beranjak berdiri untuk mengantri makanan kecuali lagi-lagi Prima. lelaki itu masih terduduk di sofa dengan kepala tertunduk dan kedua belah tangannya menangkup di wajahnya.


" Depertinya di sini udah ada yang kenyang sebelum makan, bahkan enggak selera makan lagi karena hatinya sudah lega", Heri menggoda sang kakak yang sedari tadi tidak beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil makanan.


Hal itu pun akhirnya nya saudara-saudaranya baik Rini Sari maupun pasangan mereka serta Freya dan suaminya juga Freddy akhirnya mereka pun sama-sama menggoda Prima, spontan reaksi mereka membuat keluarga ini kini terasa sudah sangat dekat sepertinya mereka langsung akrab satu sama lain sehingga cepat terjalin keakraban di antara mereka.


" Biarpun bakal jadi adik iparku tatapma aku panggil Mas ah soalnya usianya tetap tuaan Mas Prima aku baru 31 Mas", ujar Freya.


" iya Mbak nggak masalah yang penting Bobby putra Mbak manggilnya Om jangan Pakde ok", Mereka pun terkekeh.


" Iya sama aku aja bedanya 5 tahun untuk adik ipar lebih tua", Freddy pun ikut terkekeh menimpali ucapan Freya.


Setelah acara makan selesai mereka berbincang riang untuk mengakrabkan antar keluarga sebelum pamit keluarga Bu Marni akhirnya membahas tentang acara akad dan resepsi dan mereka semua sepakat akan diadakan dua minggu lagi di suatu gedung waktunya siang hari dengan undangan 500, untuk undangan resmi dan 300 untuk undangan online dan untuk keluarga saudara terdekat sepakat tidak memakai undangan hanya melalui pesan singkat ataupun telepon langsung Setelah semuanya sepakat dan Dil mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan matang termasuk hotel penginapan ahn.jae untuk pengantin ataupun keluarga souvenir catering acara pengajian dan lain sebagainya kemudian keluarga Prima pun pamit untuk pulang.


Sebelum pulang keluarga flower membawakan bingkisan untuk keluarga Bu Marni ada buah kue kering minuman serta masakan ada empal daging ayam panggang aneka jajanan serta Jack yang dikemas demikian rupa hingga tertata dalam wadah yang sangat cantik untuk dibawa pulang keluarga Bu Marni.


" Nah ini Prima mau tinggal di sini apa mau ikut pulang", seru Bu Marni.


" Ya pulang lah Bu orang belum resmi nanti di grebek hansip kalau tinggal di sini", celetuk Sari.


" Maaf Bu hari ini aku sama Bapak mau menyelesaikan urusan persiapan dulu, jadi aku pulangnya sore saja", jawab prima yang memang tadi sudah berencana dengan Pak Rudi untuk mengurus semua administrasi persiapan pernikahan.

__ADS_1


" Ya baiklah kami pulang duluan", marga Bu Marni pun akhirnya pamit dan kemudian pulang.


Next....


__ADS_2