MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Obrolan Flo dan Desi


__ADS_3

" Flo selama nikah dengan Mas Prima menurutmu bagaimana?", tanya Desi.


Flo mendongak menatap sahabatnya itu, kemudian menghela nafas lebih dalam sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu.


" Bagaimana giman?", Flo malah membalikan pertanyaan kembali kepada Desi.


" Bahagiakah, atau biasa saja atau sudah bisa menerima Mas Prima seutuhnya?", tanya Desi kepo.


" Sedang-sedang saja Des, dibilang menerima sepenuhnya ya bisa tapi dibilang Masih ada yang tidak cocok bisa juga, namun bukan berarti aku tidak bisa menerima kekurangan Mas Prima, sederhana saja bersyukur karena aku menjadi wanita yang dicintai bukan aku yang mencintai dan mengajarkan ngejarnya jadi..... aku tidak harus sakit hati ataupun cemburu yang berlebihan cukup pada porsinya saja".


" Kalau aku merasa aku yang lebih mencintai Mas Fathan Flo, soalnya aku sering merasa cemburu, karena meskipun Mas fatan itu orangnya sangat pendiam tapi banyak wanita yang suka menggodanya", ujar Desi bernada sedih.


" Wooo lha iya, lha wong suamimu memang cakep sih hati-hati dijaga jangan sampai kecantol janda", ujar flow mencandai Desi.


" Diihhh... amit-amit".


Flo tergelak lebar mendapati ekspresi wajah Desi yang terlihat sangat sangat tidak suka atas ucapan flow barusan.


" Intinya gini Des menurutku ya, terkadang gengsi kita menginginkan pasangan yang sempurna secara fisik, namun memang segala sesuatunya Tuhanlah yang tahu apa yang saya butuhkan, ternyata Allah memberiku jodoh yang memiliki sifat yang sesuai dengan sifat ku, karenanya aku tenang, jika pun ada perselisihan itu tidak menjadi besar bisa dipecahkan dengan serius maupun dengan bercandaan, Aku harap rumah tangga kamu pun akan seperti yang aku rasakan bahagia penuh ketenangan, Aku percaya sepenuhnya jika Mas Prima bukan lelaki yang suka lirik sana lirik sini dia orangnya lurus lurus aja Des, Mas Fathan juga sepertinya begitu, meskipun dia ganteng dia tidak takabur dengan kegantengannya tidak kepedean seperti orang-orang yang sok kepedean".


" Iya sih, sebenarnya rasa cemburuku lebih ke takut jika Mas Fathan hilaf karena di tempat laundry-nya langganannya ema ema dan anak-anak gadis kebanyakan".


" kamu resign aja gih kayak aku, terus membangun usaha bersama sama Mas Fathan".


" Kemarin Mas kapan bilangnya begitu, Tapi aku maunya seperti kamu resign ketika punya baby".


" Iya sih begitu juga nggak papa sekarang kalian rencanakan dulu dengan matang".


" Iya pastinya, inginnya sih buka cabang laundry lagi, bukan hanya pakaian tapi juga laundry karpet sepatu dan juga terima membersihkan perabotan rumah dengan mendatangi rumah-rumah, seperti membersihkan sofa tempat tidur gorden dan lain sebagainya".


" Sip aku setuju dengan ide itu Des, semangat pantang menyerah semoga sukses... ini bawa minuman yang ke depan", flo menyodorkan umpan yang sudah berisi dua cangkir kopi serta 2 gelas jus.

__ADS_1


Sementara itu flow menyiapkan camilan berupa cek pandan yang Iya bikin tadi pagi serta mengeluarkan risoles mayo yang sudah ia simpan di dalam kulkas siap goreng.


" Masih mau apa lagi itu?", Desi kembali ke dapur karena flu tidak segera menyusulnya ke ruang tamu.


" Ada risoles nih, tinggal goreng tunggu sebentar", ujar flow.


" Biar aku aja yang goreng", Desi mengambil alih pekerjaan yang hendak dilakukan oleh flu melihat perut buncit temannya merasa tidak tega jika membiarkannya berdiri di pinggir kompor.


" ini", kalau membiarkan Desi yang mengerjakan menggoreng risoles tersebut.


Sementara dirinya kembali membuka lemari bufet tempat menyimpan berbagai belanjaan untuk kebutuhan dapur.


" Cari apa lagi tuh?", Desi hanya geleng-geleng kepala melihat calon ibu satu ini.


Desi sudah hafal betul sifat dari temennya ini, Dia paling suka memberikan berbagai macam makanan yang tersedia untuk tamunya, bukan hanya itu untuk teman-temannya juga kita sedang bekerja Apa yang dia bawa atau dia punya akan dibagi rata dengan teman-temannya.


" Apa sih!, Perasaan aku tuh ada permen permen atau kuker gitu lho", jawab Flo, tangan dan matanya masih fokus mencari sesuatu di dalam lemari dapur nya.


" Iya makanya ini sedang aku pasti kan, cuma ada sistik, sama keripik pedas nih", flow menunjukkan dua bungkus camilan pada Desi kemudian memasukkannya ke dalam toples setelah dilepaskan dari bungkus plastiknya.


" Wah kesukaan aku banget tuh", Desi menatap keripik pedas dengan girangnya.


" Ya udah bawa ke sana, risoles nya sudah siap?", vlog kemudian menyiapkan satu piring kemudian diberi tisu khusus untuk gorengan dan menyusun risoles tersebut dengan rapih di atas piring yang beralaskan tisu tersebut.


" Cake nya udah dipotong-potong?", tanya flow memastikan.


" Sudah, tinggal piring kecilnya untuk alas ketika makan cake".


" Ya sudah angkot ke depan semua aku ucapkan tatakan untuk alas makan cakenya".


Desi dengan cekatan membawa dua toples ke depan disusul kemudian membawa risoles serta cek ke ruang tamu untuk dinikmati bersama para suami.

__ADS_1


" Mas rumah mudah cukup rapi nih bagus", pacar Desi pada Prima.


" Apa kamu ini Des orang rumah dibangun sedikit demi sedikit begini jatuhnya seperti tambal tambalan Des ", ujar Prima merendah.


" Bagus kok jangan merendah gitu dong!", jawab Desi dengan melotot pada Kakak sepupunya itu.


" Kalian sekarang tinggal di mana?", tanya Prima mengarah kepada Fathan.


" Kami masih jadi satu dengan orang tua mas, berdesak-desakan di rumah petak yang kecil itu, rencananya jika ada rezeki bulan depan mau mau cari tempat usaha yang bisa ditinggali sekalian biar kami punya privasi sendiri", Jawab Fathan.


" Ide Bagus, aku dukung doa semoga usaha kalian lancar dan secepatnya kalian bisa memiliki rumah sendiri syukur-syukur bisa membawa keluarga besar menempati rumah yang lebih layak lagi".


" Aamiin Mas".


Ketika kedua suami itu sedang berbincang Desi dan flo hanya mendengarkan, Desi merasa sangat senang dengan ucapan prima yang mendoakan segera memiliki rumah sendiri.


" Segala sesuatu rumah tangga itu senang sedih nya hanya proses harus kita nikmati asal Fathan tekun dan Desi mendukung insya Allah kalian maju".


Mendengar ucapan dari Prima yang terdengar begitu tulus dan nampak sangat perhatian membuat Fathan senang dengan saudara sang istri ini.


" Iya mas.... Terima kasih atas perhatian dan nasehatnya, saya merasa seperti memiliki trendsetter yang baik untuk aku jadikan acuan dalam meraih kesuksesan", wajah Fathan tampak berbinar-binar senang begitupun dengan Desi.


" Serius sekali sih, Ayo sambil dimakan camilannya", Floyang baru dari dapur dan bergabung langsung menyerahkan toples berisi keripik pedas kepada Desi.


" Iya nih lagi membahas masa depan dan dunia usaha", Jawab Desi sekenanya dengan mulut penuh dengan keripik.


" kita mau mojok sendiri yuk, biarkan bapak-bapak mengobrol obrolan lelaki kita pun mau ngobrol obrolan wanita", ajak Desi kemudian pada flow menuju ruangan yang berbeda, yakni menuju sofa di depan TV.


-


-

__ADS_1


Next.....


__ADS_2