MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Sari yang masih menuntut


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu sudah dua minggu pulau berada di rumah Ibu mertuanya.


tak ada masalah yang berarti, namun flo mulai merasakan jika sang adik ipar Sari, kurang begitu menyukainya, meskipun tak serumah namun rumah mereka bersebelahan dan itu kentara sekali dari tatapan dan cara bicara Sari yang dirasa oleh flow kurang nyaman.


Hanya diam saja enggak mau cari ribut toh dia juga sehari-harinya sibuk kerja dan hanya di rumah itu ketika malam pagi hari sebelum berangkat atau jika libur dan tidak kemana-mana.


" Mas, Rini dan Sari itu menurutnya kepribadiannya berbeda atau sama Mas mereka?", tanya flow penuh kehati-hatian di kamar saat mereka hendak tidur malam.


" Beda! jika Rini itu enaknya santai ya kurang peduli dengan orang lain jika Sari uh galak anaknya Ketus jika nggak kuat kuat udah angkat tangan, Sari itu paling berbeda, makanya dapat jodohnya juga suaminya lebih lemah lembut ya panas Sari galak anaknya penurut masih begitu".


" jadi Adik kalau misalnya ada masalah sama Sari harap sabar ya, Tapi dibalik kejutekan nya itu sebenarnya dia perhatian", imbuh Prima.


" oh, telepon Kakak Adik karakternya berbeda jauh berarti ya", Flow setuju dengan pendapat Prima mengenai adiknya itu.


" Kenapa, ada masalah dengan Sari?", tanya Prima sedikit curiga.


" Oh tidak, kan mama sudah bilang jika mengenai urusan Sari kita harus banyak sabar, selagi itu tidak menginjak-injak harga diri ku ah terserah enggak mau ambil pusing juga".


Dari jawaban flower Prima tahu jika istrinya tengah merasakan ketidaknyamanan mengenai sikap Sari.

__ADS_1


" Sabar dulu ya, mungkin nggak beberapa bulan kita kan tinggal di sini dulu sampai rumah Mas jadi dan siap kita huni", Prima mengusap lembut punggung flower dengan penuh kasih sayang.


" ke kontrakan Aku aja mas", Jawab flower.


" kalau gitu besok kita bilang sama ibu".


Besoknya mereka berbicara dengan Bu Marni tentang keinginannya untuk menempati kontrakan flower, Tapi kemarin minta waktu 2 bulan lagi jika akan mengontrak, rasanya berat udah berapa minggu ini terbiasa ditemanin anak dan menantunya berada di rumah itu dan mereka hendak pindah, makanya Bu Marni a minta waktu 2 bulan bukan apa-apa dipikirnya jika nanti dalam waktu sekian itu flower hamil maka Bu Marni tidak kan memperbolehkannya untuk tinggal di kontrakan itu dan tetap di rumah itu.


" kenapa harus nunggu 2 bulan bu?", tanya Prima penasaran.


" biar ibu sama menantu Ibu akrab dulu", jawab Bu Marni.


" Iya Bu, flower si betah aja di sini kok hanya saja berangkat dan pulang kerjanya itu lebih jauh saja", jawab flower apa adanya.


flower tidak tega juga jika mengecewakan Ibu mertuanya yang sudah begitu baik padanya.


Saat mereka sedang asyik tiba-tiba Sari datang katanya ingin bicara dengan mas Prima entah ada urusan apa aku sendiri juga tidak tahu dan biarlah itu mungkin urusan antara kakak dan adik.


" Mas, Sari mau minta uang, untuk beli kebutuhan rumah Mas juga pengen memperbaiki kamar mandi biar kelihatan bersih", ucap Sari enteng seperti minta pada suaminya saja.

__ADS_1


" mana ada uang dek Mas, Kamu kan tahu sendiri tabungan Mas kan habis untuk nikahan kemarin juga untuk bulan madu ini masih tanggal tanggung dek belum ada uang masuk, lagian kamu harus membiasakan diri mulai sekarang, untuk cukup dengan uang pemberian suamimu karena kemungkinan emas sudah tidak akan memberimu lagi tanggung jawab Mas sudah terpenuhi semua menyekolahkanmu, menikahkanmu, bahkan kemarin kamu pengen misah dari ibu sudah aku bantu untuk bikin rumah itu, ya meskipun sederhana Mas mampunya baru segitu dek, lagian Mas juga sedang mempersiapkan rumah masa depan rumah sendiri, kasihan istri mas jika kerjanya jauh dari sini", jawab Prima apa adanya memberi pengertian pada Sari adiknya.


" yah Mas, cuma untuk memperbaiki kamar mandi paling juga enggak nyampe 5 juta Mas masak Mas nggak ada untuk aku uang segitu", cari tak terima dan belum mau menerima pengertian dari Prima.


" Mas nggak ada dek, kalaupun Mas punya uang sekarang aku kasihin istri mas lah dek", jawab Prima membuat sari makin kesel jadinya.


" Terus kapan adanya Mas Sari ingin kamar mandinya lebih bersih soalnya kamar mandinya masih dari semen belum di keramik", Sari tetap teguh pada pendiriannya ingin minta uang pada kakaknya.


" gini aja dek kan Mas itu lagi mengerjakan proyek sekolahan dan satu lagi membangun sebuah rumah milik seorang pegawai pemerintahan cukup luas dan mewah siapa tahu Mas gak janji ya siapa tahu nanti ada material yang sisa kamu manfaatkan untuk membangun kamar mandimu tetapi Mas nggak janji tapi nanti jika kamu maksa ya udah tapi nanti mungkin 6 atau 7 bulan kedepan Mas harus hitung-hitungan dulu karena itu rumah baru juga dimulai jadi perkiraan beresnya juga 6 bulan karena rumahnya besar dan mewah meleset melesetnya menambah waktu 1 bulan lagi jadi 7 bulan, bagaimana sabar nunggu enggak?", ucap Prima.


" Halah itu mah lama lagi, bagaimana kalau aku cari pinjaman dulu nanti pas bayarnya tolong bantuin ya Mas", Sari malah memaksa dengan ide gilanya.


" Kamu ini gimana sih dek? kalau kita punyanya segitu ya udah kita syukurin aja segitu dulu, jangan maksain kamar mandi juga nggak mendesak, orang juga sudah ada, sudah memenuhi persyaratan kamunya aja nggak gegayaan pengen pakai keramik bagus! itu juga lantainya kan sudah dikeramik", prima pun menjadi sedikit emosi.


Sebetulnya rumah Sari ini meskipun kecil tapi sudah sangat terlihat modern terasnya dan juga tiangnya sudah dikeramik kusen nya juga bagus meskipun luas banguannya hanya 65 meter persegi, tetapi karena ketelatenan Prima rumah itu terlihat sangat apik asri dan bersih dengan 2 kamar tidur dapur kamar mandi di serta ruang keluarga yang menyambung dengan ruang tamu, untuk Sari dan suaminya saja sudah sangat cukup.


" Kenapa sih Mas semenjak nikah Mas jadi kayak begini nggak perhatian lagi sama adiknya istrimu nggak serakah kan Mas Karena aku tahu uangmu besar!", ucapan Sari barusan membuat Prima geleng-geleng kepala nggak hanya membuat dirinya malas menanggapi kata-kata adiknya.


" Kata siapa aku nggak perhatian sama adik-adikku lebih dmas, baru juga berapa hari Mas menikah masih ingin menikmati kerja keras Mas ini dengan orang yang Mas beristri masakan berbagi dengannya karena dia yang akan mengurus Mas ketika masih sakit karena dia yang akan membahagiakan Mas dan Mas rasa tugas? Mas memang sudah benar-benar selesai kamu harus mulai tahu itu jangan terus menggantungkan hidup sama mas karena mulai saat ini mah sudah akan menyetop semuanya untuk kamu dan juga Rini", Prima terasa dongkol sekali mengucapkan kata-kata itu pada sari dia tidak menyangka jika Sari akan setega itu pada dirinya yang telah banyak berkorban.

__ADS_1


Next.....


__ADS_2