
Akhir minggu ini prima dan flower pulang ke rumah Ibu Marni, dan akan sering seperti itu akan pulang ke rumah orang tua flo mungkin hanya sebulan sekali atau bahkan lebih karena jaraknya sedikit agak jauh.
tapi bagi flo tidak masalah, meskipun merasa dirinya tidak mencintai sang suami bukan berarti flo tidak menurut dengan semua keinginan sang suami, Flo adalah istri yang baik bagi Prima.
" Mas nanti kalau Mas bikin nikah lagi silakan aja aku nggak keberatan kok", ucap Flo saat menjelang tidur bersama sang suami.
Tak ada jawaban dari Prima, dia hanya mengernyitkan keningnya dalam hatinya primanya bertekad untuk membuat rumah tangganya adalah rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah karena Prima sangat yakin jika flo adalah seorang wanita yang baik.
Meskipun begitu ada secuil perasaan yang menyengat di hatinya, " sebagai itu tidak cintanya kah flow pada dirinya sehingga masih suasana pengantin baru juga dia sudah merelakan dirinya untuk berpoligami", Prima hanya tersenyum tipis senyum kecut dan tak mau menanggapi nutchapan istrinya.
" kok diam aja Mas, seneng banget ya aku suruh nikah lagi", Ujar flow dengan nada bercanda.
Prima mengacak rambut sang istri dengan gemasnya, " buanget!", jawab Prima, ingin tahu reaksi istrinya seperti apa.
Ternyata istrinya tak menunjukkan rasa kesal sedikitpun, mungkinkah begitu iklasnya istrinya jika dia menikah kembali.
" Jangan suka ngomong yang aneh-aneh ya, karena semakin kamu mengiklaskan mas untuk menikah kembali justru di situ keinginan hati mas semakin kuat untuk selalu bisa membahagiakanmu, kita akan selalu bersama tidak akan ada orang kedua ketiga ataupun keempat selain anak-anak kita bahkan jika itu menyangkut tentang anak aku rela menjadi yang nomor 20", Ucap Prima tegas.
" Berarti aku harus punya anak 19 dong!", sengut flower.
" He he hee.... mau sampai 25 juga nggak apa-apa, mas senang punya banyak anak", jawab Prima santai.
" Mas pikir aku ini kucing sekali nglahirin bisa 5, makanya nikah lagi kalau senang punya anak banyak", flower makin kesal.
" Kenapa harus nikah lagi, Mas maunya semuanya lahir dari rahim mu, kalau hanya bisa lahir satu enggak apa-apa apa 2 Terima kasih bisa 5 Alhamdulillah", Prima terkekeh lebar.
" Nah gitu dong jadikan aku bisa tenang, halo 25 eh nggak kebayang mah ngeri! beneran jadi keluarga kucing kayaknya kita!", ucap flower dengan wajah cemberut.
" Nah yang sekarang udah jadi belum dek kita udah hampir 2 bulan nikah nih!", terima mengusap perut istrinya dengan lembut.
" habis jadi pengantin kemarin aku haid tanggal lucu ya Mas?", kalau berbicara sambil memikirkan sesuatu.
" Hai Mas sekarang sudah tanggal 19 berarti?", imbuh pro dengan nada yang sangat terkejut sambil memikirkan sesuatu kembali.
__ADS_1
" Mas saking sibuknya kemarin sampai nggak berfikir udah hampir dua minggu aku telat Mas", ucap Flow kembali.
" bBenarkah? tenang besok kita ke dokter untuk periksa", jawab Prima dalam hatinya sangat berharap jika istrinya saat ini sedang hamil.
" Mazda putih di sekarang mumpung belum terlalu malam cepetan Mas beli alat tes kehamilan mas agar besok pagi bisa dites Mas cepatlah!", flu mendorong-dorong sang suami untuk bangun dan ke apotek untuk membeli tespek.
Hati sudah tidak sabar untuk segera mengetahui dan memastikan apakah dirinya benar-benar positif hamil atau bahannya telat seperti biasa rasa yang tak biasa berkecamuk hebat di hatinya, rasa penasaran rasa ingin tahunya merasakan hamil seperti apa membuat dia makin gelisah dan mendorong suaminya untuk segera berangkat ke apotek untuk membeli tespek.
" besok pagi aja kita ke dokter dek mas antar", Prima merasa malas jika harus ke apotek karena waktu sudah menunjukkan jam 9 lebih.
" Mas mau aku semalaman nggak bisa tidur karena penasaran?", ucap flower kesal.
" Iya deh, adik ikut sekalian yuk!".
Akhirnya mereka berdua keluar menuju apotek untuk membeli alat tersebut, sedikit mencari cari apotek yang masih buka karena jalanan sudah sedikit lengan.
" apotek 24 jam aja Mas", ujar flower.
dan akhirnya mereka menemukan sebuah apotek yang masih buka akhirnya mereka membeli sebanyak 5 buah dengan berbagai merk yang berbeda, flower minta dijelaskan oleh pegawai apotek cara pemakaian alat tersebut.
" Padahal kan itu ada intruksinya, cara menggunakan alat tersebut dik", ujar Prima setelah mereka sampai di mobil kembali.
" ngapain harus baca tanya aja mereka pasti tahu kok cara menggunakannya dengan benar kita tinggal dengerin", Ucap flower enteng.
" ih nggak mau rugi!", jawab Prima merasa terakhiran sama istrinya yang terkesan malas membaca untuk mengetahui suatu kegunaan barang.
" Iya lah Mas, nanti udah baca malah kita salah mengaplikasikan mending langsung tanya", jawab flower.
" bukannya alasan ya?",
" alasan apanya sih Mas?".
" males baca!".
__ADS_1
" ih nah itu tahu!", Flower terkekeh begitupun dengan Prima.
" malas jangan dijadikan tradisi dong yank".
" aku enggak males mas, cuma mencari yang mudah, kalau yang mudah bisa kenapa cari yang susah susah", Ella flower tidak terima dibilang malas.
" Ye elaahhh..... pinter banget istriku ini ngeles!", Prima hanya bisa geleng-geleng kepala setelah mendengar jawaban dari sang istri.
" Bukan ngeles Mas, ini zaman modern kalau ada yang mudah pasti orang memilih yang akan lebih mudah lagi".
" Ck cek cekk.... harus jawab apa ini mas sekarang?", terima kembali menggeleng gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan semua jawaban sang istri.
" jangan dijawab bikin pusing kalau tidak bisa, kosongkan saja, mending mikir yang praktis lainnya", cara Flower santai.
" Ya ya ya..... memang susah ya debat sama cewek, maunya menang terussss!".
" makanya udahan debatnya, Mas berdoa saja semoga hasilnya besok pagi positif, Mas mau nggak jika kita secepatnya dikaruniai anak?", flower memiringkan wajahnya kearah Prima mencari tahu jawaban sang suami.
" Pakai ditanya, jika boleh meminta, pengennya langsung kembar 5".
" sayangnya istrimu ini manusia Mas, memang ada yang bisa kembar 5 saat melahirkan tapi itu kejadian yang sangat langka, normalnya ya satu jikapun kembar ya 2 atau 3, kecuali istrimu kucing", jawab flower terlihat sebal di ujung kalimatnya.
" emang kucing, kucing manis... hai manis, kesayangannya Mas, jangan cemberut tambah manis, bikin Mas sangat gemas!", Goda Prima sambil mengajak lembut rambut kepala flower.
" anak saja! kalau aku kucing, Mas apa coba, lutung kasarung?", jawab Flower mendengus.
" Hahaaa..... Iihh... itu namanya body shaming yank!".
" Duuhhh..... Maaf! bukan gitu suamiku sayang ku, habisnya mas nyebelin... ", ucap Flower dengan wajah manjanya.
" Diihh.... ngerayu!", Prima mencebik namun tetlihat senyumnya sangat manis.
Next.....
__ADS_1