
" Bu hari ini sudah diperbolehkan pulang ya Ibu dan bayinya sudah sehat", ucap dokter ketika habis memeriksa bekas jahitan flow.
" Alhamdulillah... jahitannya enggak dilepas ya Dok?", tanya flo.
" Tidak Bu nanti akan rapi sendiri dan menyatu dengan daging bukanlah jalan harus hati-hati ya takutnya nanti robek kembali", jawab dokter.
" Oh iya DO terima kasih".
" Saya permisi dulu ya, sekali lagi selamat atas kelahiran putranya mudah-mudahan menjadi anak yang sholeh bisa menjadi kebanggaan kedua orang tuanya dan segera memiliki adik", ajak dokter sebelum akhirnya undur diri dari ruangan inap tersebut.
" Terima kasih banyak dok", ? jawab flo dengan senang.
Sepeninggal dokter dari ruangan itu kemudian mereka merapikan barang-barang bawaan ke dalam koper untuk dipersiapkan dibawa pulang.
" Sini aku sisirin rambutnya ", ujar Mas prima seraya membawa sisir dan ikat rambut mendekat ke arah istrinya.
" tidak disisir juga tidak apa-apa Mas kan memakai hijab cukup diikat saja", jawab flower.
" Tumben Desi enggak datang ke sini sama Mas Fathan", bocor flu karena selama 2 hari dirawat Desi belum datang untuk menjenguk.
" Berarti dia sedang sibuk mungkin nanti kalau udah di rumah dia kan sering datang menjenguk baby Irul", jawab Prima yakin.
" Semoga saja syukur-syukur Dia membantu mengasuh bayi ini".
" Oke sudah! Adik yang gendong baby ya, Mas bawa koper serta perlengkapan lainnya", Prima meraih bayinya dan memberikannya pada Flo kemudian membantu istrinya untuk menggendong bayi tersebut dengan nyaman.
" Terima kasih Baba... ", Ujar Flo menirukan suara anak kecil.
Mereka meninggalkan ruang rawat tersebut kemudian menuju tempat parkir karena sebelum beres beres tadi Prima sudah membereskan administrasinya.
" Heri ga jemput to mas?", Tanya Flo yang sedari tadi tidak melihat kehadiran adik iparnya tersebut.
" Harusnya dia yang jemput, kalau nggak kita naik taksi saja, coba aku telepon dulu tunggu dulu di lobby biar enggak kena panas", terima langsung meraih ponselnya untuk menelpon adiknya.
" Her kamu dimana?", Prima langsung mencecar pertanyaan begitu telpon tersambung.
__ADS_1
" ini baru sampai mas, tunggu di lobi saja aku langsung kesitu tidak usah parkir", jawab Heri.
" Oke, kasihan istri dan anakku jika menunggu lama, kamu cepetan!!".
" Baik", Heri langsung mematikan sambungan telponnya sepihat karena sudah berada didekat mereka.
Tin tin tin
Heri menyala klakson begitu sudah berada di depan lobi dan Prima serta Flo yang menggendong bayinya segera bersiap.
Prima membukakan pintu mobil untuk flower dan membantunya naik dengan penuh hati-hati.
kemudian memasukkan barang-barang bawaannya pintu belakang.
" Babynya biar mas yang pangku dik".
" Tidak usah, sudahmas duduk saja dengan santai orang dekat ini", Flo pun menolak dan Prima segera naik disebelah kemudi dan mobil segera melaju menuju arah pulang.
Tak butuh waktu lama hanya sekitar 20 menit mobil pun sudah sampai di rumah kembali. Ternyata di rumah nampak ramai, ternyata di sana ada Desi dan suaminya Sari dan suaminya Rini anaknya dan suaminya serta Bu Marni yang sudah menunggu kehadiran baby Irul tidak lupa juga dengan bapaknya flo dan ibu tirinya.
" Wahh .... rumah ramai sekali, asik baby Irul banyak yang sayang", seru vlog ketika turun dari mobil dan mendapati semua anggota keluarganya lengkap menunggunya di teras rumah mereka dengan raut penuh kebahagiaan.
" Sini cucu opa mana? tampan sekali", Bapaknya flo dengan antusias menerima bayi itu dari gendongan Flo dan kemudian mendekapnya serta mengajaknya bicara.
" Selamat ya nak sekarang kamu sudah jadi ibu sudah menjadi wanita yang sempurna", aku merasa terharu dipeluk penuh kasih sayang dan diberi ucapan oleh bapaknya.
" Terima kasih Pak Bu".
" mana sini biar aku yang gendong keponakanku ini, sori kemarin aku tidak bisa nengok ke rumah sakit nggak suka bau rumah sakit mikirin saja udah mual pengen muntah", Desi langsung memeluk flower dan mengucapkan selamat dengan tulus pada ada Flo.
"Terima kasih, kirain lupa nggak mau jenguk aku", jawab Flo seraya cemberut di depan Desi.
" ya tidak lupa lah yang ada malah sudah sangat tidak sabar pengen ketemu bayi imut ini".
" ayo ayo masuk terus istirahat kasihan ini ibu muda masih begadang terus tiap malam", prima yang tidak tega melihat istrinya berdiri kemudian mengajak semua orang untuk masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
" Waowww ... gambarnya bagus siapa yang menghias ini?", flower terkagum ketika memasuki kamarnya ternyata sudah dihias dengan ornamen warna warna khas anak kecil bayi.
" Lekas sehat untuk Ibu dan bayinya", salah satu tulisan itu tertempel di salah satu kado yang diberikan oleh sanak saudara.
" Terima kasih terima kasih atas penyambutannya, benar-benar enggak menyangka semua bisa hadir dan berkumpul di sini, nanti saat aqiqah semuanya harus kumpul dan lebih lengkap lagi ya", Flow sangat gembira dengan penyambutan oleh sanak saudara dan kerabatnya.
" Diusahakan , semoga ada waktu untuk berkumpul kembali disini", jawab Bu Marni.
" berhubung bayinya sudah sampai rumah dan saat ini masih tidur terlelap sebaiknya kita semua akan bersama-sama ", Bu Marni segera menyiapkan makan siang untuk mereka semua.
" yang habis brojol makannya sama sayur daun katuk", ucap Bu Marni seraya menyiapkan satu mangkuk sayur daun katuk di atas meja makan.
" Terima kasih ibu", ucap flower penuh haru karena mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ibu mertuanya yang begitu tulus.
" cepatlah makan keburu dingin ayo bareng-bareng sini", Bu Marni memanggil satu persatu untuk makan bersama masakan yang telah dimasak dengan Ramah.
" ayo ibu yang sudah memasak sebaiknya segeralah makan cicipin masakannya biar semuanya ketagihan Bu", Flo terkikik menggoda Ibu mertuanya tersebut.
Dan mereka pun makan siang bersama dengan suasana penuh kekeluargaan dan semuanya gembira menyambut kedatangan baby irul ke rumah itu.
Sari juga tidak nampak sinis seperti biasanya entahlah mungkin karena banyak orang aku juga tidak mau memikirkannya masih banyak hal yang mesti aku pikirkan.
" 10 hari lagi ngumpul seperti ini kalau perlu harus lebih banyak lagi saudara agar bisa kumpul semuanya di rumah ini karena akan diadakan pengajian aqiqah serta syukuran pembukaan usaha kita ini", ucap Prima membuat semua yang mendengar ikut merasa senang.
" Iya setuju disatukan dengan aqeqah agar capenya sekalian dan yang mendokan banyak", Ujar bu MARNI.
" Iya begitu saja saya juga setuju", ujar irang tua Flo.
" kok kamu tampak kurusan Des, apa sedang sakit?", Tanya bu Marni kerika melihat Desi duduk dengan wajah terlihat sedikit tirus.
" Sedang ngidam budhe", Jawab Desi.
-
-
__ADS_1
Bersambung...
Maaf jika banya typo ... nulisnya sambil sebentar bentar merem heee๐๐๐