MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Kegiatan pagi hari


__ADS_3

Pagi harinya prima dan flower jalan-jalan di pinggir pantai selepas salat subuh hari masih sedikit gelap dan udara masih sangat dingin tapi mereka sedikit memaksakan diri untuk terus berjalan menikmati dinginnya udara pagi dan menunggu saat matahari terbit,.


" Angin yang besar ya Mas dingin", ujar flower, membuat Prima semakin mengeratkan genggaman tangannya dan sesekali barangku bundaku sayang istri.


" Pakai penutup kepalanya", Rima membetulkan jaket yang pernah dipakai oleh flower.


" kita nanti duduk di pinggir pantai saat mulai kelihatan semburat ya Mas".


" Hemm".


" Mau mengapa di kan saat sunrise ya".


" Hem, pasti sangat indah Mas soalnya pagi ini sepertinya sangat cerah". prima dan flower pun mendungak menatap langit pagi yang terlihat sangat bersih meskipun masih sedikit gelap karena semburan ke Kuningan di ufuk timur masih samar.


" Sudah dek duduk di sini saja Sudah cukup jelas untuk kita mengambil gambar sebentar lagi". Prima mengajak duduk flower di pinggir pantai yang pasirnya masih setengah basah bekas angin pasang tadi malam sehingga air laut meluap membuat basah pasir di sekeliling pantai.


" Pasirnya masih basah Mas", jemari flower menyentuh pasir yang memang terasa masih sangat basah.


" Kalau begitu kita gak naik di sana kita bisa duduk di akar pohon itu", Prima menunjuk tempat yang lebih ke atas agar mereka bisa duduk di tempat yang nyaman dan tidak basah.


" Sedikit basah karena embun tak masalah", Prima merapihkan tempat duduk itu untuk didudukin istrinya.


" Nah di sini pemandangannya ternyata bagus dek".


" Iya Mas, Aku mau foto di situ tolong ambilkan gambarnya ya Mas".


" kita terus saja di kameranya dek kita bisa foto berdua di sana", dan Prima pun akhirnya menyiapkan tripod untuk menaruh kamera mereka agar bisa foto berdua.

__ADS_1


Berbagai gaya mereka lakukan mulai berdiri membelakangi kamera kemudian foto dengan tangan memberikan lambang love, poster Prima sedang mencium flower, merangkul bahkan menggendongnya semua berlatar belakang laut dan sunrise.


" Kita lihat Mas hasilnya Mas Lampung sandres nya belum terlalu tinggi, Chika jelek kita bisa mengulanginya kembali", flower berlari mendekati kamera itu untuk segera mengecek hasilnya.


" Wah.... lumayan Mas... bagus-bagus kok tapi aku masih ingin lagi", Flo sangat antusias untuk menjalani sesi foto kembali.


Prima hanya bisa geleng-geleng melihat antusias istrinya tapi sesungguhnya dia menikmati dan sangat berbahagia.


" Ternyata rasanya begini memiliki istri cantik pintar, yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, sungguh aku tidak pernah menyangka jika Allah akan jodohkan aku wanita yang sungguh sempurna dimataku". berulang kali, berkali-kali Prima selalu mengucap syukur dalam hati atas rezeki jodohnya bersama flower hatinya sangat bahagia senyumnya mengembang terus penuh rasa tidak percaya tapi sangat mensyukurinya.


" Dek boleh mas minta satu pose yang cukup romantis dan sedikit intim".


" yang gimana itu mas?".


Prima kemudian berdiri dibelakang flower dan merangkul pinggangnya sementara wajahnya ya simpan di ceruk leher flower dia menarik satu tangan flower untuk meraih kepala Prima dengan badan yang melengkung ke belakang dan wajah flower yang menata ke atas satu kaki flower diangkat ke belakang menyentuh lutut Prima, menurut Prima itu adalah foto terindah yang saat ini tengah ia bayangkan untuk menjadi wallpapernya.


" Kelihatan nggak wajah kita Mas?".


" Aku juga akan tahu terus selamanya jika saat melihat foto ini yang terbayang olehku yang sedang memeluk ini adalah suamiku mister Prima". kita berdua pun akhirnya tertawa lebar.


" ingat ya dek, jika siapapun merayumu termasuk mantanmu itu jangan goyah yakinkan hatimu jika kamu sudah punya suami yang begitu menyayangimu yakni Mas Prima", akupun manual hidung istriku dengan gemas setelah selesai mengerjakan kata-kata itu, sebuah pesan untuk istriku.


" tidak akan ada yang merayuku Mas, mana berani sebentar lagi juga paling aku hamil, kan sudah Mas simpanan benih di sini", flower mengusap perutnya seraya tersenyum tipis pada sang suami.


" Iya mudah-mudahan setelah kita pulang dari sini kita akan mendapatkannya secepatnya", sungguh mendengar ucapan istriku yang seperti itu hatiku mendadak sangat terharu, ternyata istriku sudah siap jika memiliki anak dari ku luar biasa ya Allah hamba benar-benar bersyukur memilikinya.


Saat ini kami sudah berada di penginapan baru saja selesai sarapan. Tak henti hentinya aku melirik istrinya yang tengah duduk didepanku, wajahnya sedikit pucat mungkin karena belum mandi jadi belum bermake up, atau efek dari kurang tidur karena kegiatan semalam, namun dia terlihat sangat cantik, bersyukurnya aku ini.

__ADS_1


Aku pegang punggung tangannya dan aku belai, dia melihatku dengan senyumnya.


" Kenapa sudah mau kembali kekamar?", Tanyanya membuat dadaku ser, aku langsung mengangguk sangat setuju, kami berdua langsung beranjak meninggalkan restoran penginapan dan kembali ke kamar.


" Aku mau mandi dulu ya Mas Setelah itu kita mau ke mana?", Tanyanya dengan suara lembutnya.


" kita keluar cari makanan untuk ngemil ya sama minuman ringan mau kemana panas banget di luar", jawabku rasanya tidak tega membawanya ke tempat terbuka jika nanti sudah menjelang siang soalnya udaranya memang terasa terik.


" Mandi bareng yuk dek", ajakku.


" nggak ah, malu", Dia berjalan cepat menuju kamar mandi. dan akupun bergegas menyusul yang sebelum pintu tertutup rapat.


" Malu Mas, kalau gitu Mas aja yang mandi duluan".


" Dik turutin kenapa, ini kemauan suamimu loh, pahala dek ingat ini pahala lho!". rayuku agar dia tidak kabur dari dalam kamar mandi.


Aku tatap wajahnya dengan penuh harap agar dia mau menuruti ku, karena dia tidak mengiyakan juga akhirnya aku mendekat kurengkuh pundaknya kutatap matanya lebih dalam dan akhirnya ku l****t bibirnya.


Perlahan bajunya pun ku lepaskan hingga Hanya menyisakan hal Yan yang minim di dalamnya.


" Hah hah... ", flower menghela nafas yang sesak setelah ah dicium oleh sang suami.


" Pemaksaan ih", bibirnya pun cemberut protes tidak terima atas kemauan sang suami.


" ayolah dek, Mas nggak maksa, tapi mas mau banget", layoko yang sudah benar-benar menginginkan dia di dalam kamar mandi ini.


Kembali aku Rego dia dan aku berikan sentuhan-sentuhan yang membuat dia tak bisa mengelak lagi dan akhirnya kami bisa mandi berdua cukup lama.

__ADS_1


" Sepertinya aku udah kehabisan tenaga Mas jika harus jalan-jalan, maunya tidur lagi, capek!", mendengar keluhan nya aku pun tertawa lebar, bagaimana tidak tadi di kamar mandi kegiatan kami satu jam lebih, benar-benar nagih habisnya, dan ini masih aku lanjutkan di atas pembaringan membuat dia enggan mengangkat meskipun hanya sekedar kakinya untuk berpindah posisi pun, sepertinya dia benar-benar kehabisan tenaga, dan aku senang karena nya.


Next ....


__ADS_2