MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Berkunjung ke rumah camer


__ADS_3

Seminggu telah berlalu dan hari ini rencananya Mas Prima ingin mengajakku ke rumahnya, nggak mau ganggu aku juga membawa Desi dong aku ajak lah dia ke sana ikut serta beserta kamu.


" Maksudnya apa coba pakai bawa-bawa aku nih suruh jadi wasit ya", Gerutu Desi di sepanjang jalan menuju rumah Mas Prima.


" Kalau berkurban jangan tanggung-tanggung, siapa hayo yang menjodohkan kami", ujar Mas Prima sambil terkekeh.


" Kan kalian sudah sukses mau menjadi pasangan suami istri masa sih ya kenalan sama calon mertua aku juga harus ikut, mana aku jadi nyamuk kalian lagi, tau gitu aku bawa Mas Fathan".


" Nah sebaiknya kau telepon dia, disamper sekalian sekarang", pacar Mas Prima bersemangat.


" Iya cepetan, kita bareng-bareng ke rumah Mas Prima biar ramai", sahut flow.


" haissttt... kalian ini ya, bikin repot orang saja", Desi ngedumel, namun akhirnya menurut saja menelpon Fathan.


" Udah ayo, Untung dia ada di rumah", kerudung kasih kembali.


" Sudah siap dia?", tanya mas PRIMA.


" Sedang mandi", jawab Desi tak bersemangat.


" Mas kalau begitu aku mau beli sesuatu dulu mau bawa tenteng man malu lah mau kenalan sama camar kok tangan kosong, Ibu sukanya apa Mas", tanyaku.


" apa aja suka asal jangan yang keju keju an, ibuku mah orang udik enggak kenal yang begituan, ntar melilit perutnya makan yang begituan", jawab Mas Prima terkekeh.


" Ya sudahlah Flo bude mah kita belikan camilan saja dan juga jangan lupa gula teh kopi itu minuman kebesaran orang kampung Flo", akhirnya Desi memberikan solusi.


karena usulan dari Desi itu akhirnya aku memilih minimarket untuk membelanjakan sesuatu untuk calon ibu mertuaku.


Ku ambillah beberapa kue kaleng, gula teh kopi seperti omongan Desi, ada juga sirup, juga aneka kue-kuean yang kemasan, tidak lupa Aku bawakan juga buah-buahan serta minuman berkarbonasi.


" Wih.... habis belanja bulanan Bu ", ujar Mas Prima kepadaku yang hanya menunggu di mobil saja, rupanya dia tidak enak hati mendengar Aku mau membelikan sesuatu untuk ibunya dia lebih memilih di mobil saja.

__ADS_1


" Iya Pak, ini belanjaan biar bisa disayang sama mertua, bukakan bagasinya Dong pak", jawab ku kembali bercanda, Mas Prima hanya geleng-geleng kepala melihat aku membawa dua kantong plastik besar berisi penuh belanjaan.


" wih.... tidak salah pilih aku ini rupanya, sebentar lagi mau memiliki istri yang murah hati", gombalnya kepadaku.


" Oh sebentar Pak, ini bonnya tolong tanda tangan dan mohon ditransfer ya Pak ke rekening saya", kami bertiga pun terkekeh lebar.


" Baru saja Aku ingin memuji calon istriku ini nggak tahunya aku langsung ditodong Des", Mas Prima menggerutu.


" muji nya nggak tulus sih, modus jadi aja kena charge", kami pun tertawa terbahak kembali kemudian melaju kan mobilnya kembali menuju rumah Mas Fathan.


Setelah sampai di rumah Mas Fathan ternyata dia sudah menunggu di depan rumah dan dia pun kemudian duduk di sebelah Desi.


" Oke Mas Fathan Terima kasih ya atas kesediaannya untuk kami ajak ke rumahku untuk menjenguk ibuku, semoga ini menjadi ladang silaturahmi bagi kita semua", Mas Prima menyapa Mas Fathan sambil melajukan mobilnya kembali.


" Santai aja Mas, aku sih senang-senang aja jika diajak main bersama Desi", ujarnya.


" Kapan rencana kalian mau meresmikan hubungan nih?", tanya Mas Prima.


" Sorry ya Des aku selip nih", pacarku menggoda Desi semuanya terkekeh.


" Iya ih tega lo sama Mak comblang lu, nasib nih jadi Mak comblang diselip", Desi pun terkekeh.


" Sebelum lu jomblangin gue udah naksir duluan Des, tapi makasih ya gara-gara lo jomblangin akhirnya gue dapetin, doain ya semoga lancar minggu depan kami lamaran dan 3 minggu lagi kami akad dan resepsi", ucap Mas Prima jelas.


" Waahhhh..... kalian ya, Mas Prima bener-bener paket kilat udah nggak sabar ya Mas", pertanyaan Desi membuat kami semua terkekeh.


" Bukan gak sabar lagi deh gue ini udah jomblo akut hampir uzur untung lo posting gadis cantik ini kalau nggak nggak tahu nih mungkin sampai usia 40 gue masih lontang lantung", Mas Prima terkeleh dengan ucapannya sendiri.


" Gue juga bersyukur Mas dijodohin sama bapak dipertemukan dengan Desi, Aku ini orang yang tidak pede and Mas mengingat kondisi keluarga kami Mas siapa sih yang mau sama saya", Mas Fathan pun mencurahkan isi hatinya.


" Jangan gitu lah mas, mungkin emang takdir kita begini ketemunya, emang keluarga Mas kenapa keluarga Mas keluarga baik-baik kok jangan gitu ah Desi nggak suka", protes Desi.

__ADS_1


" ya Des kamu mah belum tahu aja gimana rasanya dicemooh orang, Bapak ku hanya tukang becak ibuku buruh cuci anaknya 3, meskipun Aku anak bontot aku tahu lah kakak kakakku gimana susahnya cari makan", ceramah Selatan lirih.


" Sekarang usahanya apa Mas Fathan?", tanya Mas Prima.


" saya usaha laundry Mas Alhamdulillah udah punya 3 cabang jadi Bapak saya udah tidak narik becak lagi lagian udah sepuh Mas ibu saya juga sudah sakit-sakitan, nah kakak saya yang kedua perempuan dah udah nikah suaminya guru SD dan kakak saya buka warung kan gitu Alhamdulillah udah ngerepotin orang tua, nah kakak tertua saya kerja di pabrik ini baru mau nikah umurnya udah hampir 36", Mas Fathan menceritakan keluarganya.


" Syukurlah saya ke tangga Mas Fathan, semoga nanti berjodoh dengan Desi rezekinya tambah lancar", kami semua mengaminkan ucapan Mas Prima.


" Lho Mas kok berhenti?", tanya flow.


" Sudah sampai mak, kalau bablas mau ke mana?", jawab Desi Ketus.


"Yeee.... namanya baru pertama kali berkunjung meneketehe kalau ini rumah Mas Prima", jawab Flo tak kalah sinis.


" Assalamualaikum", siapa kami berempat Setelah turun dari mobil dan berjalan menuju pintu rumah utama.


" waalaikumsalam... Alhamdulillah akhirnya sudah datang yang ditunggu-tunggu", sambut Ibu Marni ramah.


" Des Apa kabarmu nak, nama kamu enggak main ke tempatnya bude", kemarin langsung merangkul Desi penuh rindu.


" Baik Bude, ya maaf Desi sibuk kerja bude".


" Wah ini calon mu ya Des", tanya Bu Marni ketika bersalaman dengan Fathan.


" Iya bude, Mas Fathan", Desi memperkenalkan calon suaminya pada Bu Marni.


" ini budenya Desi", Bu Marni pun menyambut uluran tangan buatan dengan ramah serta memperkenalkan diri.


" Ya Allah kalau yang ini sudah pasti calon mantu ibu, Masya Allah selamat datang nak inilah orang tua serta tempat tinggal Prima, ndeso, jangan menyesal Ya udah menerima Prima nak, simboknya Prima udah tua, ya begini ini keadaannya", ujar bu Marni seraya merangkul flower.


Next....

__ADS_1


__ADS_2