
Setelah menyimpan nomor ponsel kami masing-masing akhirnya Mas Prima berpamitan padaku.
" Mas pulang dulu ya dek, tidur yang nyenyak ya sayangku", ucapnya terdengar menggelikan aku cuma tertawa terbahak, ih bener kali dengarnya.
" Sayang sayang kepalanya peyang", jawabku terkekeh, Mas Prima mengusap kepalaku mengajak sedikit rambutku.
" Kok malah diledek sih, Mas kan pengen romantis sedikit gitu dek, Maaf ya jika terlihat sangat kaku Mas belum pernah pacaran", ucapnya malu-malu.
" iya iya nggak usah diulang-ulang deh Mas, lagian nggak akan ada yang mau sama Mas cuma Flo doang, mungkin aku lagi khilaf Mas, jadi Mas harus berdoa supaya khilaf aku nggak sembuh ha ha ha", aku terbahak.
" Haiisstttt.... aku merasa kamu nggak kilaf dek Tapi saat ini kewarasan kamu yang sebenarnya dengan memilihku saat kemarin sedang bersama dia Nah itu baru namanya Adik khilaf", sekarang ganti ya Mas terima yang terkekeh lebar dan aku cemberut.
Jujur aku suka cara Mas prima memperlakukanku dan memberikan perhatian padaku aku memang baru saat ini merasa dicintai sedangkan kemarin bersama Tian aku merasa aku yang mencintai.
" keburu malam Mas, rumah Mas itu jauh bisa tengah malam nanti sampai rumah jika tidak segera berangkat", ucapku dengan cemberut.
" Ngusir nih?", ujarnya menatapku tajam.
" Iya lah, nanti semakin malam jika Mas nggak segera pulang yang ada kita dengar bekas hansip", tuturku.
" Wah.. asik tuh! bisa langsung di kawinin kita dek, nggak usah bertele-tele langsung sah", Mas Prima terkekeh lebar.
"Haissttt... yang ada malu, masih seneng buka papa mau taruh di mana? kasihan bapak Mas jika beneran begitu mah dia udah selama ini berjuang demi hidupku masa iya kita mau membuatnya malu", ucapku dengan wajah cemberut.
" Iya sih, Ya udahlah Mas pamit kalo gitu, nanti mas kabarin yah jika Mas sudah sampai rumah langsung istirahat ya", dan aku pun turun dari mobilnya begitupun juga dengan mas prima yang pindah ke jok kemudi.
" Dek tunggu sebentar, Mas mau ngasih ini", Mas Prima mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya, dari bungkusnya sudah bisa aku tebak Apa isinya.
" Ini tanda dari Mas jika Mas benar-benar serius sama adik", Mas Prima membuka kotak itu dan aku belum ternyata apa yang di pikiranku salah, aku pikir itu seperti orang-orang yang melamar memberikan kotak berisi cincin tapi ternyata isinya sebuah gelang.
__ADS_1
" untuk?", tanya aku tak mengerti, takut salah lagi apa yang aku pikirkan dengan tujuan Mas Prima memberikan gelang ini.
" ini hanya sekedar tanda jika adik telah menerima lamaran Mas sejarah pribadi, nanti dua minggu lagi akan menyusul kembarannya", ucapnya dengan tersenyum tulus.
" apanya yang kembar", pikiranku mulai error tidak nyambung.
" Ya ini gelang ini untuk lamaran pertamaku secara pribadi sama adik, dua minggu lagi Mas akan berikan kembaran perhiasan ini di depan semua orang tua dan saudara kita", Mas Prima meraih tanganku dan memakaikannya kemudian dia mencium tanganku dengan lembut.
" Terima kasih Mas, Iya aku akan menanti pemberian kembaran perhiasan ini", jawab ku senang.
" Sudah ya mas pulang dulu bener kata mudik hari makin malam jika nggak cepat-cepat pulang keburu Pak satpam datang ke sini", Mas primapun terkekeh kemudian bersiap untuk melajukan kendaraannya.
" Ya sudah hati-hati ya Mas kabari jika sudah sampai", jawabku melambaikan tangan dan Mas Prima perlahan menggerakan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah bapak.
Aku menatap kepergian mobil Mas prima dan berdiri di situ itu hingga beberapa saat dan mobil mulai menjauh.
Setelah aku masuk bapak sudah menungguku di ruang tamu yang sudah bersih tak ada cangkir dan bekas kulit pusang dan kacang, mungkin ibu telah membereskannya.
" Bapak mau bicara sebentar nak", Ujar bapakku setelah aku masuk ke ruang tamu.
" Iya pak".
" Bapak tahu kamu menerima Prima dengan setengah hati, tapi perasaan bapak yakin jika dia lelaki yang kamu butuhkan meskipun hatimu belum sepenuhnya menerima kehadirannya", Ujar bapak tepat sekali.
" Iya pak".
" Ibu mu dulu juga begitu, tetapi akhirnya dia mencintai bapak dengan tulus, bapak yakin kamu juga akan bisa menerima nak Prima dengan baik dihidupmu kedepan nanti", Ujar bapak.
" Iya pak semoga", Jawabku lirih.
__ADS_1
" Bu Hartini juga sependapat dengan bapak untuk soal ini", Ucap bapak lagi.
" Ibu memang sangat mengenalku pak", Jawabku membenarkan ucapan bapak mengenai ibu sambungku yang mantan pengasuhku itu.
" ya sudah istirahatlah sana, besok sudah harus kembali ke kota untuk kerja", Ujar bapak.
Pagi harinya aku masih bermalasan di kamar, tapi aku mendengar jika Bapak dan Ibu sudah membicarakan tentang persiapan pernikahanku.
ibuku nggak terlalu ikut campur dalam urusan ini mungkin dia merasa hanya ibu sambung dan tidak mau mengikuti terlalu dalam hanya menurut saja apa yang direncanakan bapak.
Tiba-tiba ponselku berdering Mas prima yang menelponku di pagi ini.
" Assalamualaikum dek, sedang apa?".
" waalaikumsalam Mas, aku masih di kamar bermalas-malasan he hee", jawabku terkekeh.
" aku nanti akan datang ke rumah sekitar jam 10 an sekalian kita cari baju untuk acara lamaran dan memesan untuk acara Ahad serta resepsinya nanti kamu sekalian aku antar ke tempat kost jadi sekalian pamit dengan bapak dan ibu sekalian", ujar Mas Prima.
" Oh begitu ya Mas, aku akan bicara dulu sama bapak ya".
" Iya aku juga tadi sudah memberitahu Bapak sebelumnya".
" lamaran nanti diadakan di rumah bapak saja, namun sama resepsi di gedung saja siang hari kenapa Mas memilih siang hari biar waktunya panjang jika sanak saudara bertemu dan mereka akan mengobrol lebih lama namun jika malam hari mungkin waktunya sangat terbatas, tetapi kelebihan malam hari itu lightingnya bagus sekali untuk pengambilan gambar, namun karena pemilihan resepsi di siang hari aku akan meminta fotografer profesional biar pengambilan gambarnya tetap bisa maksimal, bagaimana menurutmu dik, ini baru rencana Adik boleh tidak setuju dan mengusulkan hal lainnya".
" Aku harus bicara dulu sama bapak Mas, karena jika di gedung tidak bisa mendadak harus booking dari sekarang jadi kita harus bicara dengan jelas agar salah satu pihak tidak ada yang kecewa".
" Iya dek Kamu benar dan semoga masih ada gedung yang kosong karena biasanya nya dari tahun sebelumnya, semoga Allah melancarkan rencana baik kita".
Next.....
__ADS_1