
Bu Marni sengaja memeluk calon menantunya terakhir di antara Desi dan Fathan karena ingin lebih lama berinteraksi.
" Ayo masuk mari, ya begini keadaan rumah Ibu", Bu Marni membuka pintu lebar agar semua tamunya bisa masuk ke dalam rumahnya, rumah yang untuk ukuran orang kampung sudah cukup modern mungkin karena sudah diperbaiki oleh prima yang seorang kontraktor jadi modelnya juga sudah minimalis.
Rumah minimalis yang sekelilingnya masih terdapat lahan untuk bercocok tanam berbagai bunga dan di sisi pinggirnya ada juga buah mangga rambutan dan lengkeng yang ditanam sebagai penyejuk halaman.
" Wah... rumah bude sekarang sudah rapi, waktu Desi ke sini sedang dibangun", ujar Desi.
" Kan Mas mu itu sebelum cari cewek udah beresin semua PR pr-nya makanya begitu dapat cewek langsung nggak kuat dia udah nggak tahan lagi pengen cepet-cepet nikah", semuanya tertawa lebar mendengar ucapan Bu Marni.
" Pantes aja baru juga pendekatan kok udah mau nikah lagi 3 minggu kemudian benar-benar dah", ucap Desi.
" Ah Desi bilang gitu karena dia yang udah lama dijodohin malah belum nikah-nikah Nah tak salip sekarang", ucap Mas Prima.
" Sabar ya Des, soalnya mas nabungnya dikit-dikit, insya Allah dalam waktu dekat setelah Kakak nikah kita juga menikah", ucapkan kalem dengan rendah diri.
" Mas Fathan Mama rendah mulu Des, padahal dia ini seorang bos", ujar Prima.
" Iya aku sabar kok Mas Tapi jangan lama-lama juga ya, tidak harus pesta mewah kok yang penting sah", jawab Desi.
" Iya begitu Ibu setuju, nanti saat pernikahan prima dan flower kita juga sederhana saja kok Des", ucap Bu Marni menyemangati Desi.
" Iya Des temanmu juga tidak mau pesta besar, Alhamdulillah buat aku karena memang budget-nya nggak banyak yang penting sah katanya, tapi dia minta maharnya pesawat Des", wajar Mas Prima dengan tertawa lebar membuat Flo langsung mengerucutkan bibirnya.
" Halah buat pesta besar saja ngeluh kok mau memberi mahar pesawat, pesawat radio kali", bibir Desi yang membuat semua orang tertawa.
" Nah itu pesawat televisi", ujar Mas Prima.
" Kalau itu Desi percaya, tapi Flo jangan mau, Mas Prima tabungannya gede jadi minta yang kerenan dikit, Villa gitu", ucap Desi.
" Kontrakan, noh ada tiga pintu", Timpal Mas Prima.
__ADS_1
" Benar tuh, pintu lemari pintu kamar sama pintu kamar mandi", sahut flow.
" Wah itu mah kontrakan kita flo", jawab Desi.
" Pokoknya mau apapun juga yang penting kalian jangan melakukan hal aneh-aneh sebelum sah menjadi suami istri, agar kehidupan kedepannya kalian dilancarkan, dipermudah segala urusan kalian termasuk rezeki dan keturunan, awali pernikahan dengan niat baik dan doa restu orang tua, insyaallah semuanya diberi jalan kemudahan", ucap bijak Bu Marni.
" Iya Bu, Iya bude".
" Ayo kita sekarang lihat di meja itu ada apa?", Bu Marni mengajak ke teras belakang di mana ada meja yang sudah tersaji berbagai makanan.
" Wow bude masak sendiri?", seru Desi ketika memeriksa meja makan itu sudah ada sayur asem, botok teri, sambal tomat, ayam goreng, tidak lupa tempe dan tahu goreng juga, ada peyek juga ada kerupuk dan ada sambel pecel juga.
" Masak seadanya Des, masakan wong deso", Bu Marni kemudian mempersilahkan semuanya untuk makan bareng.
" Dimana Heri Ibu?", tanya Mas Prima menanyakan adik bungsunya.
" Heri tak suruh ambil ikan kok malah pergi keluar dari tadi belum pulang", jawab ibu menggerutu.
" Apa kabar Mbak Rini sama Mbak Sari bude", Desi menanyakan adik-adik Mas Prima.
" Mereka semua baik Des, kemarin juga habis dari sini untuk membicarakan itu persiapan lamaran minggu depan". jawab Bu Marni.
" ayo nak Fathan Ayo Flower kalian kenyangin makannya Heni masakan Ibu seperti ini, Ibu harap kalian bisa menikmati", Bu Marni mengusap punggung flower penuh kasih sayang.
" Iya Bu makasih sudah repot-repot menyiapkan segala masakan, pasti Ibu tadi bangun dari subuh ini untuk memasak sebanyak ini", ucap Flwer pada calon ibu mertua nya.
" Bukan dari subuh Flo, tapi ini masakan udah seminggu yang lalu", ucap Mas Prima ngasal.
" Pantes enak banget, bumbunya sampai resep gini nih enak banget ayam sama botok nya", Timpal Desi.
" Nah flo bisa masak?", tanya Bu Marni pada flower.
__ADS_1
" Bisa bu sedikit-sedikit, Tapi tak seenak masakan Ibu nanti ajarin Flo ya Bu biar Mas Prima makin sayang sama Flo", jawab flower.
" Iiidih ihh,, belum jadi mantu udah ngerayu", sungut Desi.
" Ya gitu deh biar cepet-cepet dijadiin mantu dirayu dulu ibunya", Timpal flower dan mereka semua yang di situ pun tertawa.
" ini rezeki Ibu Des, wong masmu ini udah tua sampai telat nikah begini hanya demi belain adik-adiknya, buat nyenengin Ibu Alhamdulillah masih ada yang mau masih muda pula, Iya nanti Ibu ajarin masak nak flo, wong Mas Prima itu apa aja doyan kok, gampang dia gak rewel nggak neko-neko untuk urusan makan maklumlah dulu hidupnya susah", ujar Bu Marni.
" Lha iya flo, Mas prim itu dulu makanya ke bulan sama embek", Desi benar-benar bully kakaknya ini.
" ngawur kamu tuh", Prima melempar biji kacang isian dari proyek jidat Desi.
" Ya nggak makan kembulan sama embek juga Des, cuma menunya hampir mirip, kalau embek dimakan mentah kalau untuk Mas Prima di sayur bening dulu, orang makanannya sebangsa hijau-hijauan yang penting ada teman nasi", ujar bu Marni.
" lah beda lah Bu, wong embek makanya daun daun nangka, Aku makannya sayur bening bayam kok bisa makan sama embek", protes Mas Prima.
" sama hijaunya Mas", flower terkekeh begitupun dengan Fathan dan Bu Marni.
" masih mending di sini masih banyak aneka sayuran dari kebun sendiri saya malah lebih menyedihkan lagi Mas Prima, hidup di kota nggak di kampung nggak di gang mana ada lahan buat hijau-hijauan, semuanya harus dibeli, dan akhirnya jatuhnya pada mie instan", Fathan menimpali sedikit menceritakan masa lalunya.
" Ya hidup memang harus disyukuri di Fathan yang penting tidak menyimpang, hidup lurus-lurus aja tidak merugikan orang lain tetap berusaha dengan kuat insyaallah ketemu jalannya masing-masing", jawab Bu Marni.
" Iya Bu".
" Dek makan yang banyak dek, biar ibu senang nih udah nyiapin dari seminggu yang lalu buat adik nih", Mas Prima menyodorkan nasi dan lauknya ke hadapan ku.
" Sudah Mas aku udah makan semuanya, 1 1 udah aku cicipin dan enak banget, nanti jangan sedih ya jika aku belum bisa masakin Mas seenak masakan Ibu ini", ucapku merajuk membuat Mas Prima tersenyum dan mengacak rambutku dengan pelan.
" iya, Mas yakin kok setelah menikah akan ada dua rasa makanan favoritku, yaitu rasa masakan ibu dan rasa masakan istriku", pacar Mas Prima dengan tersenyum.
Next.....
__ADS_1