MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Nasehat ibu


__ADS_3

" Bu, Mas Prima Sari rasa jadi berubah semenjak menikah udah jadi kurang memikirkan kita, kemarin saja Aku cuma minta uang rp5.000.000 suruh nunggu sampai 7 bulan ke depan kan pelit banget Bu, payah!", aduh Sari kepada Ibu Marni tentang kakaknya Prima.


Ibu Marni yang kaget dengan ucapan anaknya langsung menoleh cepat, reaksi kaget jelas terlihat di wajahnya, bahkan setelah menoleh kelihatan ada kemarahan di sana.


" Apa masih kurang bantuan Kakak mu itu udah nggak bisa terhitung lagi, jika kamu membutuhkan uang ya kamu rembuk sama suamimu, kalian berdua sama-sama bekerja belum punya anak, walaupun hanya sedikit kalau kamu bisa berhemat apa yang kamu inginkan insya Allah bisa tercapai hanya saja tidak bisa cepat harus menabung dulu, sabar, jika suamimu sama dirimu lebih rajin lagi untuk mendapatkan uang segitu juga tidak susah bisa kok cepat nyampe sebulan, kamu bisa ya dengan sisa waktu yang ada bisa kamu manfaatkan untuk berkebun setelah pulang mengajar", akhirnya ucapan yang lebar keluar dari bibir Bu Marni atas rasa kecewanya pada sang Putri.


" Bu, cuma 5 juta biasanya juga Mas Prima itu mudah kok memberikannya asal tidak keseringan, lagian aku sudah lama tidak pernah minta uang Bu ada lebih dari setengah tahun setelah aku menikah baru kali ini aku minta suruh nunggu 7 bulan", Sari pun tidak terima, jika harus menunggu 7 bulan rasanya terlalu lama.


" untuk apa toh uang sebanyak itu? emang rumah kamu juga udah dibangunkan sama Mas kamu masih ingin lagi, selain itu juga nggak pernah ngerepotin lagi semenjak menikah, padahal mana ada Mas membikinkan rumah untuk Rini, kamu yang dibangunkan cukup bagus olehnya tinggal nempatin saja, suamimu juga sudah enak nggak usah repot, tinggal cari uang untuk makan kalian berdua kok kamu itu enggak mikir apa?", rupanya kekecewaan Bu Marni terhadap Sari belum juga reda.


" Mas aja Bu yang sekarang itu susah dimintain uang, mungkin istrinya pelit jadi kebawa pelit", ujar Sari Ketus.


" hust.... kamu itu!".


" iyalah Bu, dulu Mas itu nggak kayak gini, dimintain uang langsung ngasih nggak banyak alasan", cari masih saja Ketus.


" sekarang sudah beda, Mas mau juga ingin membangun rumah untuk istrinya untuk keluarga kecilnya, Apa masih kurang kerja keras masmu selama ini, dia yang mencarikan uang untuk ibu untuk menyekolahkan kamu ini dan juga Heri ".


" Iya bu, Sari ngerti kok, sari cuma mau minta kali ini saja untuk betulin kamar mandi tapi malah ga dikasih, malah dimarahin, hemmm sudahlah!", Sari akhirnya pulang menuju rumahnya yang hanya beberapa langkah dari rumah ibunya, masih satu pekarangan dengan orang tuanya.


" Ya Alloh untung saja Flo sudah berangkat kerja dengan Prima... Hemm", Bu Marni mengusap wajahnya dengan kasar, benar benar ga ngerti dengan Sari yang dari dulu jika meminta sesuatu itu harus ada dan kalau bisa secepatnya.


" ngapain bu tadi mbak Sari?", Heri yang baru keluar dari kamar langsung bertanya pada ibunya.


" Biasa mbak mu yang satu itu Her!", Jawab Ibu.

__ADS_1


" Minta uang? Buat apa lagi? Kamar mandi sudah layak kok masih maudi betulin, besok kalau dikasih terus menyusul lagi mau buat dapur, ganti keramik, gitu aja terus!", Ujar Heriyang sufah hafal sifat kakaknya yang saru ini.


" Kok kamu tahu? Jangan suka nguping pembicaraan orang!", Bu Marni melotot.


" Heri tahu dari mas Prima, dia bilang kemarin,kata mas Prim suruh nunggu tujuh bulang, karena dia sendiri juga lagi berusaha menyesaikan rumahnya", Jawab Heri yang memang kemarin tahu jika Sari minta uang pada kakaknya mereka.


" Owh".


" Tolong ya jangan repotin masmu lagi, kalian sudah jadi sarjana semua itu semua berkat kakak, hidupnya udah pontang-panting tidak pernah menikmati masa remajanya, semua waktunya dihabiskan untuk mencari uang buat sekolah kalian", Bu Marni berkata dengan penuh penghayatan hingga suaranya bergetar menahan tangis dengan mata yang berkaca-kaca mengingat perjuangan anak laki-lakinya yang paling besar.


" Iya Bu, makanya ini Heri meskipun hanya di kontrak 3 bulan di perusahaan ini hari terima dulu lah daripada nganggur, soalnya kata Mas print hari nanti suruh gabung jika proyek dia yang ini sudah beres dan rumahnya sudah selesai dibangun, dia akan mendirikan CV sendiri Bu, biar lebih leluasa bergerak dalam kerjaannya".


" syukurlah kalau kalian sudah memikirkan langkah kerjaan selanjutnya Ibu hanya berdoa semoga rencana kalian lancar, dan bisa mendapatkan rezeki yang barokah".


" Aamiin".


" Ibu dan juga Mas, Flo mau minta izin mungkin dalam seminggu ini Flo mau tinggal di kontrakan, karena biasanya saat akhir bulan dan awal bulan akan sangat sibuk, dan pulang malam", Ucap Flo pelan meminta persetujuan suami dan orang tuanya.


" Tapi nanti ke sini lagi kan?", tanya ibu penuh rasa khawatir.


" Iya Bu, kerja di bank memang begini Bu, ada waktu-waktu tertentu yang memang harus pulangnya malam jadi mungkin saya masih akan tinggal di kosan saya Bu itu kan masih saya bayar", Jawab Flo.


" Iya nanti Mas juga ikut tinggal di sana, nanti mas akan siapkan beberapa pakaian untuk dibawa di sana", jawab Prima setuju.


Sementara Heri cuma menyimak pembicaraan mereka bertiga.

__ADS_1


" Ada lowongan nggak mbak di tempat mbak?", tanya hari kemudian.


" ada tapi untuk manajer cabang dibutuhkan kan yang sudah pengalaman minimal 5 tahun Her", Jawab dulu berapa adanya memang kantornya sedang membutuhkan tenaga itu.


" Oalah itu mah atuh bukan untuk Heri maksudnya yang untuk Heri Mbak!".


" belum ada Her, lagian Mbak sarankan mendingan kamu gabung sama Mas Prima aja, ambil dulu kontrak kamu meskipun hanya 3 bulan biar kamu tahu rasanya kerja seperti apa setelah itu nanti gabung sama Mas prim".


" Mas setuju dengan pikiran Mbak kamu Her".


" Iya Ibu juga setuju, tetapi kalau nanti kontraknya diperpanjang jangan jadi karyawan tetap yaitu nanti terserah Heri mau pilih yang mana", Ibu memberikan saran nya.


" Iya Bu".


Tiba-tiba saja Sari masuk ke rumah saat mereka masih berada di meja makan tersebut.


" ibu, masih ada makanan nggak untuk suamiku", ternyata Sari datang untuk meminta jatah makan malam karena dirinya malas memasak sehingga dan meminta untuk sang suami.


" kamu nggak masak dek?", tanya Prima.


" enggak ah, mau ngirit biar cepet dapet tabungan soalnya mau minta nggak dikasih jadi terpaksa aku harus berhemat", jawab Sari Ketus.


" Oh bagus itu", jawab Heri dengan penuh semangat membuat sari menghentakkan kakinya keras dengan wajah bersungut.


" Ambil itu masih ada nasi sama lauk nya komplit bawa aja kita udah makan semua", jawab ibu yang melihat Sari sudah menyiapkan tempat untuk membawa makan malam.

__ADS_1


Next...


.


__ADS_2