MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Persalinan


__ADS_3

" Sudah pembukaan 8 ternyata sebentar lagi ya Bu kita siap-siap, sus langsung bawa aja ke ruang tindakan ya", pacar dokter ketika selesai memeriksa kondisi flow.


" Dok, saya boleh nemenin anak saya ya", Ujar bu Marni sekali lagi saking inginnya menemani sang menantu.


" Iya , boleh bu... tetapi ibu harus kuat dan tidak membuat kami ikut khawatir ya", ujar Dokter


" Iya dok".


" Mas", Flo melirik sang suami dan meraih tangan Prima untuk digenggamnya sebagai kekuatan saat mengejan nanti.


" Iya sayang... Bismillah... kamu bisa, kamu kuat ya", Prima mengusap kepala Flo dan merapikan rambutnya yang sedikit keluar dari ikatan.


" Sakit mas", Prima hanya manggut dan menatap sang istri penuh rasa iba.


" Ibu jangan mengejan dulu sebelum rasanya ingin sekali buang air besar Ya ditahan dulu, atur nafasnya tenang, bantu ya pak", Ucap dokter memberikan pengarahan pada Flo.


Prima pun mengangguk mengiyakan ucapan dokter dengan perasaan gugup.


" Dok, rasanya ingin p*p", rintih Flo menahan rasa mulas yang teramat sangat.


" Tahan dulu, siap-siap ya Bu, tarik nafas nya panjang... makanya jangan di pejamkan ya, Ayo ngedan", dokter terus dengan sabar mengarahkan flo untuk mengambil nafas dan mengejan berulang kali.


" Huffff.... pluk", hingga akhirnya erangan panjang flo berakhir dengan suara seperti sesuatu yang berisi air pecah, pluk diiringi dengan suara jeritan tangis bayi.


Oeeekkkk oeekkkk ooeeekkk...


" Alhamdulillahirobbil alamin ya Allah....", Bu Marni langsung berseru penuh syukur begitupun dengan Prima langsung menyebut nama Robb-nya penuh rasa syukur diiringi dengan air mata yang menetes dari sudut matanya.


" Terima kasih sayang... Alhamdulillah....", terima langsung memeluk dan menciumi pipi istrinya keningnya.


Sementara itu flo wajahnya yang nampak kelelahan dan kuyu namun matanya berbinar penuh kebahagiaan dan rasa syukur.


" Laki-laki atau perempuan dok?", ujar flow dengan nada yang masih lemas.


" Alhamdulillahirobbilalamin... selamat Bapak Ibu sekarang sudah menjadi orangtua bayinya lahir sehat dan selamat dengan jenis kelamin laki-laki", ujar dokter dengan mengangkat bayi itu dan menaruhnya di atas dada flo.


" Terima kasih dok".


" iya, sus sambil di lap aja enggak apa-apa itu bayinya sedang inisiasi menyusui dini, boleh lho Pak kalau mau diazankan juga cukup Bapak mendekatkan suaranya ke dekat anaknya pelan-pelan saja ya Pak tidak perlu keras-keras", ujar dokter.


" Iya dok", ternyata Prima sedang menangis haru dan segera mengelap air matanya dan mendekatkan karah telinga bayi untuk mengadzankan.

__ADS_1


Prima mengadzani dan mendoakan sang putra dengan perasaan haru yang membuncah melihat malaikat kecil yang bergerak gerak mencari ****** ibunya.


" Yank.... Dia mirip kamu, cowok tapi wajahnya cantik... MasyaAlloh.... ", Prima kembali menangis haru.


" Iya, tapi badannya bakalan gagah seperti bapaknya", Sahut dokter.


" Iya dok, lihat telapak kakinya juga mirip punya mu mas", Sahut bu Marni.


" Alhamdulillah dik Ayah dibagiin telapak kaki... ga apa apa ya, biar kuat berpijak buat mencari rejeki", Ujar Prima terkekeh.


" Nanti baik baiknya ayah pasti nurun juga ke adik mas", Flo pun memberi dukungan untuk suaminya, soalnya putranya ini memang nampak sangat mirip dengan dirinya.


" Aamiin", ujar bu Marni.


" Saya permisi dulu, setelah ini suster yang akan membersihkan bayinya, dan ibu juga setelah dibersihkan akan di bawa ke ruang inap ya, sekali lagi selamat", Pamit dokter.


" Terima kasih dok".


" Bu bayinya saya ambil dulu, mau di bersihkan dulu, ibu juga dibersihkan terus ke ruang inap, sementara bayinya akan menyusul ibu setelah 4 jam dari sekarang, ibu nanti bisa istirahat dulu sebelum kami bawa bayinya menyusul ke ruang inap ya bu", Ujar suster.


" Iya sus".


Dan saat ini mereka sudah berada di ruang inap, Bu Marni mengistirahatkan dirinya di atas sofa sementara itu Prima sedang keluar untuk mencari beberapa makanan dan camilan.


" Iya mas, bagaimana sudah lahir?", Tanya Heri.


" Sudah, mbak mu juga sudah di ruang inap dilantai 2 kamar nomer 220", Jawab Prima.


" Aku boleh kesana?", Tanya Heri.


" Boleh, ruangannya lega terus ada 2 sofa panjangnya untuk kita menunggu kok, aku mau cari makan, kamu mau makan apa?", Tanya Prima.


" Aku barusan sudah cari sarapan mas, sudah tidak tahan aku", Jawab Heri.


" Ya sudah sana masuk, nanti aku bawakan camilan saja kalau gitu sama kopi".


" Iya mas".


Dan saat ini Heri sudah berada di ruangan inap flow.


" Selamat ya mbak, sudah jadi ibu, lah mana bayinya cowok apa cewek?", Heri pun mengalami flo kemudian celingak-celinguk mencari keberadaan sang keponakan.

__ADS_1


" Terima kasih, ponakan mu belum dibawa ke sini masih nanti nunggu 4 jam lagi sedang di observasi", jawab Flo.


" Kamu tadi nunggu di mana To Her?", tanya ibu Marni penasaran kan dari tadi hari baru muncul.


" Di lobby Bu sekalian juga cari makan".


" Jadi kamu malah sudah makan?".


" Sudah ".


" Mas Prima juga sedang cari makan diluar kok Her", Ujar Flo


" Tadi sudah ketemu di loby kok mbak".


" Owh".


" Bu aku istirahat dulu ya", Pamit Flo untuk mengistirahat tubuhnya yang terasa lemah.


" Iya, ga nunggu suami mu dulu, makan dulu saja", Ucap bu Marni.


" Tidak bu, maaf Her tolong buatkan mbak Teh panas manis saja Her", Ujar Flo merasa tidak tega mau minta tolong pada ibu mertuanya.


" Biar ibu saja yang buatkan, jangan sungkan sama ibu Flo, ibu ini sayang sama kamu jadi biasakan bersikap biasa saja sama ibu", Ujar bu Marni tulus membuat Flo merasa terharu setiap harinya memiliki mertua sebaik bu Marni ini, meskipun terkadang sedikit cerewet.


" Iya bu, Flo hanya merasa jika ibu juga saat ini sedang cape juga karena sudah menunggui aku sedari tadi, jadi aku memilih menyuruh Heri karena dia sudah sarapan bu", Flo pun terkekeh pada Heri.


" Hahaaa.... jika sudah sarapan berarti aku sangat kuat ya mbak", Hery pun terkekeh.


" Jelas, bayangkan kami belum ada yang mengisi perut Her, dan sudah harus bernyeri nyeri dan berdebar debar menunggu ponakan kamu brojol, pastinya ibu gemetaran lah", Ucap Flo.


" Ini di minum dulu tehmya biar sedikit punya tenaga, ibu juga buat teh panas mau minum, pusing kepala ibu mungkin karena ikut gemetaran tadi", Ujar bu Marni pada Flo.


" Iya bu, minum teh panas juga tunggu ya, semoga mas Prim ga lama beli makannya", Flo juga jadi teringat ibunya yang sedari pagi belum terisi apa apa karena ingin menunggui dirinya bersalin.


" Assalamualaikum", Ternyata Prima sudah datang dengan dengan dua kresek tentengan yakni nemu makan dan juga air mineral serta camilan dan juga kue kue untuk kudapan.


-


-


Bersambung....

__ADS_1


Baca juga ya gaeess.... 🙏🙏🙏



__ADS_2