
Hari terus berlalu, kehidupan terima dan flower makin terarah dan makin bahagia.
Meskipun pembangunan rumah mereka dicicil dikit demi sedikit namun saat ini sudah mulai terlihat lebih bagus dan indah meskipun masih banyak hal yang belum selesai dikerjakan.
" Dek, nanti jika cuti melahirkan langsung mengundurkan diri saja Mas butuh bantuanmu lebih fokus lagi untuk mengurus urusan kita sendiri", Prima mewanti-wanti Flower untuk resign dari tempat kerja nya dan bertekad bulat ingin mendirikan usahanya sendiri lebih fokus.
Kehamilan flower kini sudah memasuki usia 8 bulan dan bulan ini juga Prima memutuskan untuk resign dari tempat kerja nya supaya fokus mengurus usahanya sendiri.
" Iya Mas, saat hamil begini kerasa kerja di bank itu benar-benar menguras energi ku, aku juga takut nanti jika si kecil kurang perhatian ku jika aku bertahan bekerja seperti ini".
" Makanya kita fokus mengurus usaha kita sendiri, jika ada hasilnya kita juga yang akan nikmati dek syukur-syukur usaha yang kita rintis disini bisa sukses kita bisa mengangkat derajat keluarga kita dek juga bisa mencukupi kebutuhan anak-anak kita nanti".
" Iya mas".
" Rencananya Mas juga akan menarik Heri untuk ikut masuk bergabung sama kita, apakah adik setuju?", bertanya Prima hati-hati, meskipun seharusnya mengajak hari itu hak mutlak dari Prima tapi Prima akan terbuka dan melibatkan pendapat istrinya agar jika ada masalah pun mereka bisa memecahkan bersama-sama.
" Ya boleh lah Mas, namun Mas harus jujur sama aku jika ada sesuatu kita harus berembuk terbuka satu sama lain agar kelak jika ada masalah Tidak rumit".
" Iya pasti dek".
Flower merasa jika kepribadian hari itu sangat baik hambel dan juga terbuka, jujur dan bisa dipercaya, rasanya tidak ada alasan jika menolak adik iparnya itu untuk bekerja sama dalam merintis usahanya kali ini.
" kita kasih nama apa ya Mas?", tanya Flower mengenai usaha mereka.
" Selama ini karena masih kecil kecilan aku kasih usaha nama Flo Mandiri, bagaimana menurutmu dik?", ucap Prima seraya melirik sang istri karena namanya memakai nama istrinya.
" Flo Mandiri disingkat jadi FM", Flo mengkerutkan keningnya seraya memikirkan sesuatu.
" Iya kalau disingkat bagus ya FM", Prima sangat setuju dengan singkatan itu.
" Bagaimana jika namanya " Kreasindo Bangunan" Mas? ", Flo memberikan usulan.
" Sudah di klik aja " kreasindo mandiri"", terima kemudian mengambil nama yang semula di awal dengan pemberian flow barusan.
__ADS_1
" Oke, Kreasindo Mandiri, sip aku setuju Mas, mulai hari ini nama usaha kita kreasindo Mandiri, dan ini hari dan tanggal ini adalah hari kelahiran perusahaan kita Mas, Bismillah.... semoga dilancarkan, sukses dan berkah Aamiin ", prima dan flo kemudian mengaminkan ucapan flo secara bersama-sama.
Flo langsung mencatat hari tanggal dan tahun serta nama perusahaannya di sebuah buku yang cukup besar di mana disitu tuliskan tentang pembangunan konstruksi rumah untuk hunian, rumah untuk usaha, bahkan hingga menerima bangunan untuk perusahaan, restoran, Villa bahkan hingga hotel.
" Semangat ya dek, dari pelan-pelan dari sedikit-sedikit semoga kita bisa menjadi sesuatu, besok kita pulang minta doa sama ibu dan minggu depannya kita juga pulang lagi ke rumah ayahmu untuk meminta doa juga, agar usaha kita semakin diberkahi, Aamiin".
" Assalamualaikum....", dari luar tampak seseorang mendatangi rumah Prima.
" Waalaikumsalam, ada tamu siapa Mas?", Flo merasa heran masalahnya hari ini tidak ada sanak ataupun saudara yang mengabari jika mau datang ke rumahnya.
Dengan segera Prima beranjak berdiri untuk membukakan pintu seseorang yang baru datang menyambangi rumahnya.
" Wuuih ternyata kalian... sini masuk, pengantin baru rupanya, Apa kabar kalian, udah isi belum?", Prima membuka pintu rumahnya lebar-lebar seraya mempersilahkan masuk sang tamu dengan beberapa pertanyaan.
" Oh kamu Des, masuk Mas, Apa kabar kalian?", klo pun ikut menyambut ramah tamunya yakni Desi dan suaminya mereka baru saja menikah 2 bulan lalu.
" Hai bumil.... kabar kita baik alhamdulillah", Desi Seraya masuk ke dalam rumah dan kemudian duduk di sofa empuk ruang tamu Prima.
" Alhamdulillah... akhirnya pengantin baru mengunjungi kami", ujar flow terkekeh lebar.
" 8 bulan lebih, udah isi belum?", Tanya Flo balik
" Udah belum Mas?", Desi dengan santainya malah menanyakan hal itu kepada Fathan suaminya.
" Heee.... kenapa malah nanya sama aku?", jawab Fathan bingung.
" Iya ih, kan yang hamil perempuan kok nanyanya ke suaminya sih!", Prima pun protes.
" Belum Aku mas, ntar lah semoga pulang dari sini ya", jawab Desi.
" Bantuin ngasuh kalau gitu sebentar lagi yang aku lahir", jar Prima pada Desi dengan nada bercanda.
" Nanti kalau udah lahiran mamanya kan mau resign toh?", tanya Desi yang kemudian diangkut oleh Flow dan Prima.
__ADS_1
" Iya Des, Mas rencananya mau bikin usaha kecil-kecilan jadi biar istriku kerja di rumah saja membantu usahaku", jawab Prima.
" Bagus Mas mending seperti itu, insyaallah keputusan yang tepat", Fathan pun berikan pendapatnya pada Prima dengan tulus.
" Kalian mau minum apa nih?", tanya Flo.
" Kopi ya Fathan?", Ujara Prima.
" Iya boleh kopi hitam last sugar", jawab Fathan
" Mas juga mau dik", Timpal Prima.
Flo segera menyiapkan minuman untuk tamunya sementara untuk Desi sendiri flow membuatkan orange juice sama seperti dirinya.
Sementara itu Desi melihat-lihat kondisi rumah prima dan flo.
" Sudah hampir beres ya tinggal sedikit sedikit, hebat ya kalian", Desi merasa terganggu dengan kakak sepupunya ini serta istrinya yang bisa membangun rumah dengan begitu indah meskipun mereka harus menabung dahulu.
" Alhamdulillah disyukuri saja, semoga kamu pun juga segera memiliki rumah sendiri", ujar flo menyemangati temannya.
" Iya flow, tinggal dirumah mertua bukan aku enggak bersyukur tapi karena rumahnya kecil terus dikit agak masukkan ditempatin dengan anggota keluarga juga yang lain jadi sedikit kurang nyaman Flo, semoga Mas Fathan juga bisa dengan segera membangunkan rumah untuk ku", ujar Desi.
" Aamiin.... semoga kalian secepatnya bisa memiliki rumah yang cukup luas sehingga bisa ditempati juga oleh orang tuanya Mas Fathan", ucap Flo tulus.
" Aamiin.... semoga, itu harapanku Flo, harapan kami".
" Lihat aku saja sama Mas Prima harus ber perih dulu menahan segala keinginan agar uang yang kita punya bisa disisihkan untuk lekas membereskan rumah ini, ya akhirnya kita tidak bisa bebas jajan ataupun main atau membeli sesuatu yang kita inginkan, tapi nggak apa-apa pasti nanti suatu hari akan merasa kenangan saat ini adalah kenangan yang paling indah".
" Sudah jelas itu flow, semoga rumah ini barokah dan akan menjadi penguat tali rumah tangga kalian berdua".
" Aamiinn".
-
__ADS_1
Next.....