
Minggu ini flow dan Prima pulang ke rumah orang tua flower hampir jam 5 sore mereka sampai di rumah itu.
Flo benar-benar memilih waktu sore hari untuk sampai di rumah berharap hanya akan ketemu keluarganya saja dan tidak akan bertemu dengan orang-orang yang berhubungan dengan Tian.
Berharap jika di rumahnya sebentar itu akan memperkecil kesempatan atau peluang bertemu dengan Tian atau teman-temannya yang berhubungan dengan Tian.
" Alhamdulillah akhirnya putriku pulang juga telah berapa bulan semenjak menikah tidak pernah lagi mau pulang", ucap Pak Rudi yang sangat merindukan Putri Ragil nya itu.
" Maaf Flo baru bisa pulang sekarang", Flower membalas pelukan sang ayah dengan begitu kuat untuk menyalurkan rasa rindunya yang dirasakan selama ini.
" yang penting sehat nak meskipun jarang pulang bagaimana kandunganmu? tanya Kak Rudi dengan lembut serta mengusap rambut kepala flower.
" He he ya begini Pak lihat perutku sudah besar Alhamdulillah sehat", Jawa power sambil terkekeh menunjukkan perutnya yang sudah mulai terlihat buncit.
" jaga baik-baik ya cucu bapak", Pak Rudi pun mengusap perut flower dengan penuh kasih sayang walaupun hanya sebentar.
" Ibu masih baring di kamar Pak?", tanya flower sembari berjalan menuju kamar orang tuanya.
" Iya tapi sudah jauh lebih baik, Hari ini Ibu sudah bisa masuk makanan", Pak Rudi kemudian menyalami Prima.
" Apa kabar Mas?", parodi memeluk hangat sang menantu.
" Sehat pak Alhamdulillah semoga Bapak juga sehat", jawab Prima dengan senyum ramahnya.
" Kirain mau ke sininya pagi pagi tadi!", Pak Rudi protes pasalnya dia sudah menunggunya kedatangan prima dan flower dari jam 10 pagi.
" Putri bapak yang mengajak ke sininya sorean saya ajak berangkat habis subuh katanya masih ngantuk malas, diajak agak siangan katanya panas, maunya sore saja Pak", terima menjelaskan alasan yang memang tadi diutarakan oleh flower saat di rumah mereka.
__ADS_1
" yah turuti saja kalau maunya dia begitu", ujar Pak Rudi seraya duduk di sofa ruang tamu dengan pasrah.
" Duduk mas", Pak Rudi mempersilahkan Prima untuk duduk.
" bagaimana nih katanya sudah pindah rumah? selamat sudah pindah ke rumah yang baru semoga rumahnya penuh dengan barokah menjadi rumah tempat kalian pulang, tempat kalian melepas lelah, tempat kalian mencurahkan segala kasih sayang, tempat kalian bisa berbagi kesenangan kesedihan tempat kalian bisa mengumpulkan pundi-pundi rezeki dan juga membagikan kepada orang-orang di sekitar kalian yang membutuhkan, tempat kalian mengistirahatkan dari rasa lelah setelah seharian bekerja, tempat kalian akan merajut asa hingga tua kelak di kemudian masa", Pak Rudi pun menyematkan doa Dan harapannya untuk rumah baru terima dan flower.
" belum 100% jadi Pak tapi ya daripada ngontrak tempat-tempat yang penting nya sudah terlihat rapi ya kami tempatin dulu lah sekalian biar terlihat bersih jika ada yang menempati", jawab Prima jujur memang seperti itulah keadaan rumahnya masih banyak yang harus di kerjakan lagi namun dirasa sudah bisa untuk berteduh makanya sudah ditempati.
" iya baguslah seperti itu, memang yang namanya rumah tangga ya harus seperti itu Mas nanti kalian akan tahu sejarahnya kalian memiliki rumah itu tidak sekarang sekarang masih berjuang, nanti jika kalian ulet dan tekun kalian akan menikmati hasilnya dan itu untuk anak-anak kalian baru lah di situ saat mengenang ke belakang kalian akan tersenyum karena pahitnya sekarang nanti akan terasa manis di akhir", kembali Pak Rudi menasehati dan memberikan semangat untuk Prima.
" Iya Pak, hanya saja kalau maunya saya sih Adik itu di rumah enggak usah kerja saja tapi Adik tidak mau Pak inginnya nanti jika baby-nya sudah keluar baru resign".
" Ya selagi dia baik-baik saja kehamilannya tidak terganggu dengan dia bekerja ya biarkan saja kalau dia masih menikmati pekerjaannya Kamu dukung saja dulu, nanti akan ada masanya dia betah dirumah mengurus anak dan suaminya".
" Saya sedang membuka usaha kecil-kecilan Pak mau saya dia menghandle keuangannya jadi kerjanya sama saya saja di rumah tetapi dia masih minta waktu hingga melahirkan baru resign".
" Saya berencana untuk membuka usaha kecil-kecilan yang tidak jauh dari yang sedang saya kerjakan saat ini pak, Iya tentang mengerjakan proyek-proyek apa saja lah pak jalan rumah atau apa saja jika ada yang berminat untuk dibantu tentang pembangunan apa saja insya Allah Saya bersedia untuk menjadi konsultan bangunan nya kontraktornya sekaligus penyedia materialnya".
" oh bagus-bagus Mas Bapak setuju semoga lancar, semangat Mas yang penting Mas kerja jujur kerja tekun dan jangan lupa selalu berdoa dan berbagi insya Allah Allah meridhoi", baru di sangat puas sekali mendengar cerita dari Prima kali ini.
" Semua di handle sendiri?", Pak Rudi masih ingin tahu lebih banyak tentang usaha Prima kali ini.
" Sampai saat ini ya Pak dibantu adik saya Heri",
" bagus Bapak juga setuju jika kamu mendirikan usaha sendiri, sudah dapat orderan?", tanya Pak Rudi kembali.
" Sudah Pak, membangun sebuah pabrik garmen Pak kurang lebih untuk bangunannya sendiri 1500 m serta kantornya serta tempat parkirnya seluas kurang lebih 5 ribuan meter Pak namun saya masih bekerja di tempat sayang dulu juga sebelum melepaskan an-naba kerjaan ini 100% mungkin nanti jika sudah dibantu oleh flower saya akan fokus pada usaha saya ini pak".
__ADS_1
" Kok bisa? pembangunan pabrik itu kan cukup menyita waktu dan pikiran kok kamu belum melepas pekerjaan yang lama?",
" ada karyawan saya yang bagian lapangan kurang lebih 35 orang semuanya diawasi oleh hari langsung Sementara saya mengawasi pengeluaran dan pembelian barang saja, sejauh ini masih bisa dua-duanya saya pegang tapi untuk training 3 bulan ke depan sudah ada beberapa proyek yang masuk ada pembangunan sebuah rumah milik walikota dan juga renovasi balaikota dan ada beberapa pengaspalan jalan di kampung sekitar kurang lebih 65 kilo, training itu 34 bulan kedepan", Pak Rudi terlihat manggut-manggut mendengarkan cerita dari sang menantu.
" Cukup besar itu mas nilainya Mas kenapa kamu nggak fokus langsung kalau sudah dapat orderan".
" saya masih bertanggung jawab di beberapa proyek di tempat saya kerja Pak hingga akhir tahun ini mau tidak mau ya saya masih harus ada di situ saya tidak mau melepaskan tanggung jawab saya begitu saja, itu sih mungkin alasannya pak".
" Yang penting mah jangan sampai teledor jaga kesehatan cermat dalam keuangan juga waktu Mas harus pinter menit waktunya ini denger ceritanya saja Bapak kok malah jadi yang deg-degan ya Mas", Pak Rudi mengusap dadanya mendengar cerita dari sang menantu yang ternyata pekerjaannya sudah sangat padat wajar saja jika semenjak menikah mereka belum pernah berkunjung ke tempatnya ini, Pak Rudi kemudian berpikir sangat positif untuk hal itu.
-
-
-
-
-
Next......
Haiiiii..... kunjungi kaya baruku juga ya...
**Meski belum masuk kontrak sih... karena baru beberapa episode... 🙏🙏
__ADS_1
InshaaAlloh yang ini seru banget ya... 😘**