MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Prima yang telaten


__ADS_3

Dengan telaten Prima menyiapi Flo dan sesekali merapikan rambut istrinya dan mencium keningnya.


Semua aktifitas Prima yang nampak penuh perhatian itupun tak luput dari tatap mata bu Marni dan Heri.


" Sudah mas, sudah kenyang, lagian mungkin karena efek terlalu lemas, atau terlalu senangjadi tidak begitu selera", Ujar Flo mendorong tangan Prima yang hendak menyuapkan makanan kembali.


Dengan lembut Prima membelai-belai flower hingga istrinya itu tertidur.


" kamu makan dulu mas, keburu dingin makanannya", ujar Bu Marni penuh perhatian kepada sang putra.


" Mas Prim sangat terlampau bahagia Bu jadi tidak lapar, jagoannya udah lahir langsung kenyang seharian enggak perlu makan ya Mas", Heri menggoda kakaknya.


Namun prima yang digoda oleh Heri hanya tersenyum saja, dia juga tidak mengerti Entah kenapa rasa lapar itu tidak menghampiri perutnya sedari tadi meskipun dari pagi belum sarapan dan kini waktu sudah menunjukkan jam 2 siang.


" Apa iya orang bahagia terus nggak lapar her?", Bu Marni sedikit berfikir atas ucapan Heri.


" Lha itu mas ku tersayang bu buktinya, tak ada laparnya sedari tadi, padahal aku udah dua kali makan hee", kekeh Heri.


" Makan makan segera Mas nanti malah sakit kamu", bojoku Marni pada Prima.


" Iya Bu".


" Nanti setelah jagoannya diantar ke sini aku sudah melihat kita pulang dulu aja ya Bu, biar mas Prim aja yang nungguin mbak flo".


" Iya".


" Paling sore atau malam nanti Sari sama suaminya ke sini buat jenguk ponakan nya", jawab Bu Marni.


Sementara itu Prima sedang asyik menikmati makan siangnya.


" Sudah makan kenyang langsung ke rasa ngantuk, semalam itu Mbak mudah nggak nyenyak her sudah mulai kerasa makanya Mas hampir nggak tidur semalaman".


" ya sudah kita tidur semua aja ini muat kok tempatnya", ujar Heri yang sudah merebahkan dirinya di atas sofa panjang.


" kepala mas sebelah sana kepalaku sebelah sini jadi muat Mas tidur nanti ketika jagoan diantar kita sudah segar".


terima yang memang sudah kelelahan dan matanya berat pun akhirnya menuruti perkataan adiknya dan ikut terlelap tidur hingga waktu menunjukkan jam 4 sore barulah mereka bangun.

__ADS_1


Dengan telaten Prima kembali mengurus sang istri, abangnya ke kamar mandi untuk mengganti pembalut juga memandikan sang istri dengan telaten.


" Adik duduk aja biar Mas yang menyabuni", lo menurut apa yang dikatakan suaminya.


" Mas apa kamu enggak jijik mandiin aku", Flo yang merasa tidak enak hati karena merasa merepotkan sang suami.


" Haisttt... kamu ini ngomong apa sih dek, ini Mas aku bukan semata-mata karena kondisimu sedang tidak baik kalau kamu sehat ya silakan mandi sendiri kita kan memang harus saling membantu kan dek", ujar Prima lembut seraya menyiram pelan tubuh flower dengan shower air hangat.


Prima kemudian menghancurkan istrinya dengan lembut dan juga telaten dan penuh kehati-hatian.


Bahkan sampai memasangkan dalaman Flo dengan hati-hati memakaikan baju kimono agar mudah dibuka ketika nanti menyusui buah hati mereka.


" Terima kasih Mas", tanpa malu-malu flu menghargai suaminya sebuah kecupan di pipi setelah suaminya selesai menyisir rambutnya dengan rapi dan membaringkannya di tempat tidur kembali.


" Sekarang gantian mas yang mau mandi kita tinggal nunggu jagoan kita diantar kemari", Prima dengan cepat melangkah menuju kamar mandi supaya ya ketika bayinya diantar dirinya sudah bersih dan segar.


Sementara itu Bu Marni sudah mandi terlebih dahulu, wanita paruh baya itu kini tengah menikmati teh panas yang ia buat sendiri.


" Bu ini ada roti serta camilan loh lumayan buat teman minum teh", Flo menunjuk kresek yang tadi telah dibeli oleh suaminya.


" Aku juga mau buat kopi", hari pun yang sedari tadi masih bermalas-malasan hanya memainkan ponselnya kemudian beranjak berdiri untuk membuat secangkir kopi dan berniat ikut menyantap camilan yang kini tengah dimakan ibunya.


" Mandi dulu sana biar segar", ujar Bu Marni pada putra bungsunya itu.


" gak usah mandi nanti di rumah saja lagian aku enggak bawa ganti Bu", jawab Heri dengan santainya.


" Mandinya sudah mas?", lo meraih tangan prima yang sudah terlihat rapih dan segar dan kini duduk di samping sang istri dengan kursi di sebelah tempat tidur.


" Dekat sini aku mau bilang sesuatu", ucap Flo dengan senyum tipis pada sang suami.


" Mau bilang apa hemm?", Prima pun penuh tanya namun mendekatkan wajahnya ke dekat sang istri.


Cup


" Hai", Prima terjingkat tidak menyangka jika ulah istrinya menyuruhnya mendekat karena ingin mencium pipinya.


" lihat Bu menantumu nakal nih baru juga melahirkan udah genit godain Mas", ujar Prima seraya terkekeh lebar membuat flower menjadi cemberut.

__ADS_1


" masa Mbak ku bisa genit gitu", sahut Heri.


" Masmu saja yang kepedean Her, Mbak cuma menyalurkan kasih sayang sebagai ucapan terima kasih karena mas mu sudah memandikan Mbak e malah dibilang genit, menyebalkan Mas mu Her", wajah belum nampak memerah karena malu dan juga cemberut kan ah sebal pada sang suami.


" Permisi ", 2 perawat masuk dengan mendorong box bayi kecil yang berisikan putra Flo.


" yang ditunggu akhirnya datang Alhamdulillah cakepnya udah rapih bersih sekarang habis mandi ya Sus", ucap Bu Marni kegirangan dan dengan antusias segera mendekati box bayi tersebut yang nampak dibedong dengan kain berwarna biru muda senada dengan kupluk yang dipakainya.


" Iya Bu, sebentar ya saya akan membimbing Ibu Prima untuk belajar menyusui dan cara cara memegang bayinya supaya nanti p*tingnya tidak lecet", jawab salah satu suster.


" kita naikkan dulu tempat tidurnya ya Bu, biar posisi ibu duduk supaya lebih mudah ketika sedang menyusui".


" Baik suster ".


Suster pun mengajarkan cara dan posisi menyusui baby agar tidak membuat badan cepat pegal dan p*ting lecet.


" Masya Allah... nyedotnya kencang sekali cepat besar ya Nak", Bu Marni menatap haru pada sang cucu yang nampak tengah menyedot makanan utamanya itu dengan sangat kencang.


" Walah Mas guanteng anakmu mirip Mbak Flo, kulit kena juga putih ya nggak Flo", ucap Heri.


" iya he Aku cuma dibagiin telapak kakinya", ujar Prima lesu namun juga tersenyum bahagia.


" mana coba buka bedong nya mau lihat kakinya, walah apes bener mas yang nyangkut cuma kakinya tapi beruntung lho mas kulit sama wajahnya mirip Mbak flo, coba kalau mirip Mas semuanya kasihan mba Flow ngurus 2 Prima, apa nggak bosen coba", Heri terkekeh lebar dan prima yang tidak terima pun melotot ke arahnya.


" sembarangan ", ujar Prima tidak terima.


" Anak pertama lelaki mirip sama ibunya berarti itu hoki", jawab Bu Marni menengahi kedua putranya itu.


-


-


Next.....


Maaf telat lagi up🙏🙏🙏


Semalam paman ( Adiknya ibu) yg sdh kami anggap bapak meninggal... Dan dlm satu minggu ini kami kehilangan tiga org tersayang... 1 kk sepupu, 1 kk kandung dan paman.

__ADS_1


__ADS_2