MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Patah Kaki


__ADS_3

Sudah beberapa bulan berlalu, baby Irul sudah berada di rumah dan semakin bertambah sehat.


Prima dan Flo semakin bahagia dengan kehadiran putranya tersebut, semangat untuk membangun usahanya pun kian bertambah apalagi sudah ada beberapa yang memakai jasa untuk pembangunan rumah nya.


" Alhamdulillah Mas keuangan bulan ini cukup naik signifikan dari bulan bulan yang lalu", ujar flower menyerahkan laporan keuangan bulan ini ada Prima.


" Alhamdulillah.... ini rezeki kamu yank dan juga rezeki baby kita". Ujar Prima.


" ini karena kerja keras Mas selama ini yang pantang menyerah dan selalu sabar", sanggah Flo.


" Semua kena doa-doamu yank", Prima mengusap lembut kepala istrinya.


" Teruslah bekerja dengan semangat Mas selagi Ibu masih sehat beliau masih mendoakan dengan khusyuk akan kesuksesanmu aku hanya mendukungmu dari belakang saja", Ucap Flo seraya mendongak menatap sang suami.


" Terima kasih atas dukungan mu yank ... ".


" jangan lupa terbagi sama ibu serta adik-adikmu terutama Heri yang sudah mendukung kita baik tenaga pikiran semuanya untuk mendukung kemajuan usaha kita", Flo mengingatkan pada Prima untuk berbagi pada keluarganya dan itu memang setiap bulan rutin dilakukan oleh Prima dan flo.


" Kamu atur atur aja yank, aku percayakan sepenuhnya padamu".


" ya tapi nanti mas harus tanda tangan, jadi Mas tahu berapa yang kita berikan kepada mereka".


" Iya pasti, itulah yang aku suka dari kamu yank, kamu selalu terbuka dan jujur tentang berbagai persoalan di rumah tangga kita".


" itu harus, sebenarnya kejadian kemarin yang Sari kurang menyukai ku bagiku itu adalah pelajaran cukup berharga Mas untuk aku bisa memperbaiki diri mawas diri serta lebih baik lagi".


" itulah yang aku suka dari kamu yank, meskipun kamu di benci kamu dihujat kamu lebih baik diam dan merenungi diri, salut aku sama kamu aku aja sepertinya nggak akan pernah bisa seperti itu".


" Jangan berlebihan nanti aku jadi takabur, justru aku sangat mengagumi mu mas karena kesabaran kamu perhatian kamu terhadap saudara-saudara kamu terhadap ibu dan mas yang bisa melindungi ku dengan sepenuh jiwa raga itu luar biasa Mas tetaplah seperti itu".


" Pastinya yank, memiliki keluarga sendiri dengan istri yang setia anak yang sehat dan punya usaha sendiri itu adalah impianku dan semuanya terwujud karena adanya dirimu, Terima kasih istriku".

__ADS_1


" Sama-sama suamiku".


Setelah mereka berbagi rasa dan cerita kemudian flow menuju dapur untuk membuatkan sesuatu untuk suaminya.


Namun baru beberapa langkah ndak menuju dapur tiba-tiba terdengar jeritan keras dari flow.


" Aaaooiwwww.... Mas... ", loh menjerit sangat keras setelah bunyi benturan terdengar sampai ke ruang tamu tempat mereka mengobrol barusan.


" Bruuggghhh".


" Sayankkk....", Prima langsung melompat menghampiri arah suara istrinya sedang menjerit didapatinya istrinya telah terkapar dengan kaki yang dipegang oleh tangannya seraya menangis.


" Maasss.... kaki aku Hiks hiks...".


" ya Allah.... astaghfirullahaladzim...", Prima langsung membopong istrinya seraya menangis tergugu jantungnya berdebar and badannya gemetar bahkan kakinya sendiri pun terasa sangat lemah.


" Heriiii.... tolong ... tolooonggg... ", Prima pun bersuara sangat keras dengan sangat panik melihat keadaan istrinya.


yang tengah berada di depan rumah karena tadi merokok pun akhirnya membuang puntung rokoknya sembarangan dan menggilas nya kemudian berlari ke arah suara kakaknya.


" Siapkan mobil kita ke rumah sakit mbak mu jatuh", suara Prima sedikit keras dan bergetar bahkan air matanya sudah menetes di pipi tidak tega melihat keadaan istrinya meskipun tidak ada darah di sana namun Prima yakin jika kaki istrinya mengalami patah tulang.


Sementara itu belum menangis histeris merasakan sakit yang luar biasa.


" Baby Mas baby... ", Rintih Flo di antara tangisnya, sebagai seorang ibu apapun kondisinya pasti pertama yang diingat adalah anak dan itu juga yang dirasakan oleh flu meskipun kakinya sakit luar biasa tapi ketika suaminya bilang nggak dibawa ke rumah sakit dia langsung teringat akan bayinya tersebut.


" Her... tolong panggilkan Mbak Ira, minta tolong jagain anakku dulu ini Mbak mau harus segera dibawa ke rumah sakit secepatnya", laki-laki Prima sangat manis namun di antara kepanikannya dia masih berpikir untuk menitipkan bayinya pada tetangga sebelahnya yang memang suka membantunya untuk mengurus baby Irul.


" Baik mas ", hari pun yang tak kalah pamit begitu kakaknya memerintah pun langsung lari secepat mungkin untuk menuju rumah Mbak Ira.


" Mbak Ira saya nitip Irul dulu tolong mbak jagain, istri saya kecelakaan Mbak tadi terpeleset dan jatuh", terima segera memberikan perintahnya pagi kelas telah melihat wanita itu berlari masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


" Ya Allah Iya Mas dia, cepatlah bawah mbak flower ke rumah sakit Saya akan menjaga bayi ini, tenang saja tenang", Mbak Ira pun begitu melihat kondisi flu langsung sangat prihatin dan segera menyuruhnya untuk berangkat ke rumah sakit.


" Iya Mbak terima kasih tolong sekali ya mbak, Her Ayo agak cepat sedikit namun tetap hati-hati, tolong bantu Mas mengangkat bang pelan-pelan Her ke dalam mobil".


" Huhhh... hiks mas.... ".


" Sabar ya sayang ya".


Heri pun segera membawa Flo ke rumah sakit khusus tulang yang berada di kota tersebut, butuh waktu hampir setengah jam untuk sampai ke rumah sakit tersebut.


" Suster tolong-tolonglah istri saya kecelakaan", suara Prima keras memanggil perawat yang berada di ruang IGD rumah sakit untuk membantu menurunkan flu yang memang tidak bisa digerakkan kakinya.


" Bukan kursi roda khusus tapi dragbar saja, sepertinya Kak istri saya patah".


" ya Pak mari hati-hati", suster membantu menghilangkan jerawat dengan pelan-pelan dan membawanya segera ke ruang rontgen.


" Dirontgen dulu ya Bu, untuk memastikan kondisi kaki Ibu dan tindakan selanjutnya dan untuk bapak atau mas-nya ke ruang pendaftaran dulu ya Pak untuk mendaftarkan pasien", Ujar suster seraya mendorong cepat untuk menuju ke ruang rontgen.


" Dok, dok pasien mengalami patah kaki tulang kering", ujar suster pada dokter yang piket di ruang IGD tersebut.


" Sebentar saya koordinasikan dulu dengan dokter nya nanti semoga secepatnya bisa memeriksa ibu ya, sabar dulu sebentar ya Bu saya kasih obat penahan sakit untuk sementara",


Dokter itu pun kemudian memeriksa semua kondisi flora dan setelah itu berbicara dengan Prima di ruangan terpisah.


" untuk sementara istri bapak saya kasih obat penahan sakit".


" Iya betul ada tulang kakinya yang patah dan kebetulan sekali pas di tulang kering nya pak, apakah akan dioperasi atau hanya akan di gif saja?".


" Jika dioperasi akan cukup mahal biayanya namun kemungkinan pulihnya lebih cepat, namun jika digif ya lebih efisien biaya tetapi kami tidak bisa pastikan untuk sembuh normal lagi, sudah begitu butuh waktu yang lebih lama". Dokter menjelaskan dengan sebaik mungkin agar Prima bisa mempertimbangkan pengobatan yang terbaik untuk pasiennya.


-

__ADS_1


-


Next...


__ADS_2