MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
Kebelet kawin


__ADS_3

Selang beberapa hari kini Flo dan Prima sudah berada di kosan.


Hal itu tak pelak membuat Desi terus saja menganggu jika Flo masuk kamar bersama Prima.


" masih sore jangan masuk kamar dulu woy!!", Seru Desi seraya menggedor pintu kamar Flo.


" jangan ganggu Des, kasih waktu dong sama gue sama istri, nggak tahu apa masnya ini udah tua pengen cepet-cepet punya anak, ganggu aja!", kali ini yang membuka pintu Prima karena flo sedang membersihkan diri di kamar mandi, hal ini membuat Desi otomatis langsung malu, dia menundukkan kepalanya makhluk sekali rasanya karena dari tadi yang bukain pintu adalah flow.


" Ya maaf Mas, habis Desi kesepian, jangan buru-buru tidur napa, kan masih sore", Ujar Desi seraya menundukkan kepala.


" hais... kalau kesepian Panggil Fathan suruh ke sini, atau cepat kalian nikah lah ngapain nunggu lama-lama pakai nunggu tahun depan lagi", pacar prima yang masih berdiri di pintu dengan sedekapkan tangannya didada seraya memandang Desi menahan tawa.


" huh mas Prima ah, kami kan tinggal nunggu beberapa bulan lagi ya walaupun itu bisa dibilang tahun depan, Lagi ngumpulin uang Mas biar kalau sudah nikah kami sudah punya tempat tinggal jadi enggak ada yang gangguin", ucap Desi bertambah tertunduk namun menahan tawa.


" kamu nyindir Mas, yang udah nikah tapi belum punya tempat tinggal terus tinggal di kos-kosan terus kamu gangguin begitu?", kamu ucap Prima sebal


" Mas ngapain berdiri di situ?", sapa flow yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan kimono handuk nya.


" ini ada yang gedor-gedor pintu kita yank, orang minta sumbangan", Prima terkekeh lebar.


" Hah!", flow jengah.


" Gue Flo, jangan mojok aja di kamar ayo kita keluar yuk", seru Desi dari luar pintu.


" Owh kamu toh Des, tak kirain!". Ujar Flo dari dalam sambil mendekat kearah pintu dan berdiri dibelakang sang suami.


" Ke kamar sana gih, mas mau ada perlu sama Flo, jangan gangguin.... sana!!!", Prima mendorong Desi agar menjauh dari pintu kamarnya.


Aroma sabun dari sang istri yang baru saja selesai mandi langsung menusuk hidungnya dan hal itu membuat tak ingin jija Desi masih disitu.


" Flo nanti kita cari makan keluar ya!", Seru Desi seraya menghindar dan menuju kamarnya, tak mau melihat Prima mKin sebal padanya.

__ADS_1


" Hemmm", Jawab Flo, pintu langsung ditutup rapat oleh Prima tak lupa dia juga langsung menguncinya.


" kok dikunci sih Mas, kan kita mau keluar cari makan", meskipun bibir flow bertanya seperti itu tapi hatinya sudah tahu persis apa yang diinginkan suaminya sehingga pintu kamarnya malah dikunci, sebenarnya perkataan Flo tadi adalah protes paling Jujur dari hatinya tapi percuma jika Prima menginginkan anak bisa menolak.


" Sebentar aja dek", Suara Prima serak mendekati Flo dan langsung menarik tali kimono yang masih Flo kenakan.


" Mas", Flo terkejut, dipikir Flo suaminya itu akan merangkul atau mengendus tetlebih dulu kok ini langsung main tarik tali bajunya, jelas dia tadi baru keluar kamar mandi belum memakai apaun, sehingga tangan jahil sang suami langsung bisa menuju sasaran.


" Sebentar ya, baru kita cari makan", Prima tak menunggu jawaban sang istri dan langsung melancarkan aksinya.


Kring kring kring.....


Ponsel Flo berdering, tanpa dilihat juga Flo sudah bisa tebak jika itu telpon dari Desi.


" Aaaccchhh ....", Prima mendesah panjang seiring bunya ponsel Flo, begitupun dengan istrinya, mereka berbarengan mengeluarkan suara ajaibnya.


" Itu pasti Desi mas, bentar aku angkatnya", Flo mau beranjak untuk meraih ponselnya tetapi ditahan oleh suaminya.


" Mas sih bilangnya sebentar, lihat tuh hampir dua jam", kerudung flower.


" Heheee.... habis nagih sih", Prima mrngacak rambutnya sendiri.


" Ya sudah kita bersih bersih terus cari makan yuk, keburu tengah malam", Imbuh Prima .


" Udah ngantuk mas", Flo memberengut.


" Aiisshhh.... Ga ada ayo kita kekamar mandi bareng mas", Tanpa aba aba terima langsung ke tubuh istrinya ke dalam kamar mandi.


" ingin mas", protes flower soalnya dia tadi kan habis mandi harus mengulang lagi.


" Sebentar saja jangan lupa berdoa" , dengan sigap Prima langsung membantu flower untuk mandi.

__ADS_1


" sorry gue udah makan duluan tadi pesan lewat online, soalnya feeling gue mengatakan jika kalian akan lama di kamar, akunya sudah keburu lapar", jawab Desi ketika flu menghampiri kamarnya untuk mengajak makan bersama di luar.


" ok! tidak masalah, Maaf ya jadi kita tidak jadi makan bareng, tahu sendiri lah penghalangnya", lo terkekeh seraya melirik sang suami, dan Prima pun ikut tersenyum.


" makanya cepet lo nikah Des, biar tahu gimana rasanya jika kebelet", Rima terkekeh seraya meninggalkan Desi tak lupa dia juga menarik tangan istrinya untuk diajak segera berangkat mencari makan.


" Iya mas bilang dong kalau Mas Fathan aku udah kebelet kawin", suara Desi setengah berteriak.


karena sudah agak jauh dari tempat berdirinya Desi Prima hanya memberikan isyarat berupa jempol yang dinaikkan ke atas.


" Untung Desi feeling nya bagus ya Mas kalau nggak bisa ngamuk dia pergi makan semalam ini", ujar flu yang hafal sekali dengan sifat temannya itu.


" Lihat aku tambah gendut soalnya pak kasih dia gendut", ucap terima terkekeh.


" Dia tidak gendut Mas, tapi memang badannya itu lebih montok, segitu itu tidak gendut menurutku sih berisi", ujar flo membela Desi, karena memang menurut flo, Desi itu tidak gendut sama sekali namun sangat ideal Hanya saja karena tubuhnya lebih pendek dan sedikit lebar jadi kelihatan gendut.


" Diantara saudara-saudaraku Dia paling gendut", jawab Prima.


" Sari itu gendut", jawab flower yang ingat dengan adik iparnya itu yang memang lebih besar dibandingkan dengan Desi.


" Tapi dia tinggi yank, mungkin jika pendek kaya Desi Iya gendut", jawab Prima.


" ih kok jadi gosipin Desi sama Sari sih, hanya berisi Mas mereka bukan gendut menurutku wajar dari ideal hanya lebih berat sedikit 3 sampai 5 kilo belum sampai 20 kilo Nah itu boleh dibilang gendut", jawab flower.


" iya ya".


" Mas coba kamu lihat cewek yang itu, itu teman kelasku dulu Mas namanya Icha satu kantor juga sama aku, sama siapa dia?", perlu menyelidik seseorang yang tengah duduk di sebelah Icha.


" Kamu kenal cowok yang duduk di sebelah Icha yank?", tanya Prima menyelidik wajah istrinya yang terlihat sok sekali.


" He-em!". Flo hanya manggut lemah dan terus memandangi cowok yang disebelah Icha, meski belum lihat wajahnya Flo sepertinya hafal siapakah gerangan orangnya.

__ADS_1


Next......


__ADS_2