
Semenjak pertemuan itu Tian, selalu dihantui rasa penyesalan yang sangat dalam.
Awalnya Tian merasa jika flower sangat sangat mencintai dirinya sehingga tidak mungkin flower sampai tega mengambil keputusan menikah dengan orang lain.
Dulu, saat mendengar flower akan menikah Tian masih santai dan tidak menghiraukannya, Iya merasa itu sangat tidak mungkin atau jika pun iya flower menikah dengan orang lain Tian tidak peduli.
Pikiran Tian saat itu dia dengan mudah akan mendapatkan pengganti flower, Tian merasa jika perasaannya ke flower Hanya Cinta biasa yang tidak terlalu dalam namun rupanya salah setelah melihat flower benar-benar meninggalkannya dan menikah dengan orang lain, saat itu dia merasa sangat sangat kehilangan.
cinta yang dulu dianggapnya hanya cinta biasa ternyata Tian salah, selama ini Tian terlena merasa sudah sangat biasa dengan keberadaan flower, merasa belum siap untuk menikah dan membiarkan flower memilih orang lain ternyata itu pemikiran yang salah.
Tian menyadari saat ini pikirannya waktu dulu itu benar-benar salah, dirinya ternyata sangat mencintai flower, dan cintanya bukan Cinta biasa, cinta yang ada di hatinya mungkin bisa disebut Cinta sejati.
Namun sekarang sudah tidak ada artinya, Flo telah dimiliki oleh orang lain dan tidak mungkin kembali padanya, semuanya kini telah berbeda.
Tian ternyata selama ini lengah, tidak peka dengan rasanya, terlalu santai menanggapi hubungannya dengan flower saat itu, dia lebih banyak memilih menikmati masa remajanya daripada memikirkan masa depannya bersama flower.
Merasa saat itu terjebak dalam zona terbiasa dengan flower bertahun-tahun sehingga rasa cintanya saat itu datar-datar saja merasa tidak ada tantangan sehingga Tian banyak tebar pesona dengan cewek-cewek yang baru dikenalnya, meskipun itu hanya lewat saja dan tak pernah serius menjalin hubungan dengan mereka, namun sikap abainya terhadap Flo ternyata baru disadarinya saat ini dan dia menyesal, menyesal yang sudah tiada guna, semuanya sudah berlalu, Flo sudah lepas dari genggaman nya dan tak mungkin kembali.
" Hufffttt...... ", Tian menghela nafas dalam, pikirannya terus menerawang pada masa masa dia dan Flo sering menghabiskan waktu bersama teman temannya dulu.
Masa dimana gadis itu begitu menyanjungnya dengan tulus dan keikhlsan yang terlihat jelas disetiap tingkahnya.
" Flooo", Desahnya pelan, kemudian dihisapnya kembali sebatang rokok yang sedari tadi dijepit diantara dua jari telunjuk dan jari tengahnya, dihempaskan asapnya pelan dari rongga mulutnya.
__ADS_1
Mata Tian menatap kosong pada langit malam yang terlihat gelap sekelam hatinya tanpa cahaya bintang yang memberinya titik cahaya.
" Flo, aku terlambat menyadari arti dirimu bagi ku, huhhh!!", Mata Tian berkaca kaca setiap menyebut nama indah itu.
Tian kemuan tersenyum kecut setelah mengingat nama yang masih duduk manis dihatinya, Flo.
" Kenapa kamu tega ninggalin aku Flo?".
" Kenapa kamu memilih dia, apa karena dia lebih mapan?".
" Kamu tega Flo, kamu ternyata tidak mencintaiku, ucapanmu yang katanya mau setia sama aku teRnyata palsu, kamu ninggalin aku, karena aku miskin kan?".
" Flo.... Apa salahku kenapa kamu memilih dia, kamu pengkhianat Flo", Tian terus bermain dengan fikiran negatifnya, dengan asap yang terus menggumpal keluar dari rongga mulut dan hidungnya.
Tian sedang berada di titik itu, titik dimana lebih mudah menyalahkan Flo atas berakhirnya cinta mereka tanpa mengkoreksi diri.
Mungkin setiap orang memang punya pembelaannya masing masing atas kegagalan yang dialami, hanya saja jika menyangkut mengenai jodoh sebaiknya bisa menerima.
Cinta bisa sama siapa saja, tetapi jodoh adalah takdir sehingga seharusnya bagi siapapun yang gagal dalam percintaan harusnya menyadari jika belum jodohnya.
Kata yang sederhana namun sarat akan makna.BELUM JODOHNYA, meratap dalam kegagalan bahkan menangispun boleh, silahkan tetapi jangan berlebihan apalagi menyalahkan orang lain.
Cukup mawas diri, perbaiki semua kesalahan, sabar dan berusaha untuk bangkit agar bisa menemukan jalan lain agar bisa bertemu jodoh secepatnya yang terbaik.
__ADS_1
" semoga kamu bahagia dengan pilihanmu flo, mungkin aku akan seperti ini entah sampai kapan", desah pelan keluar dari mulut Tian merasa putus asa.
" Hemmm.... wajar jika kamu cepat mendapatkan penggantiku secara kamu itu cantik, pintar, ramah serta sangat tulus, dan aku bodoh telah melepaskan mu membiarkanmu pergi, padahal bertahun-tahun kamu itu nyata ada di depanku dalam genggamanku tapi aku terlalu terlena dengan hubungan kita, Aku kira dengan tidak mengerti kamu, jarang menemuimu, cara memberimu kabar, itu adalah hal yang benar nyatanya salah, ternyata kamu butuh perhatian dan juga cinta yang nyata, maafkan Aku", Setelah lama termenung akhirnya Tian menyadari kekeliruannya dalam dirinya yang selama ini menjalin hubungan dengan flo namun tak pernah memberi kepastian, dan akhirnya berujung dirinya ditinggalkan.
Hampir sepanjang malam dian duduk termenung di teras kamarnya mengenang kembali masa-masa remaja di mana selalu ada flo yang memberikannya cinta dengan tulus.
Kini Tian harus ikhlas ketika seseorang itu telah pergi jauh meninggalkan nya dan tidak mungkin kembali lagi karena Tian hafal betul dengan sifat flo, Dia adalah wanita yang sangat setia.
🌹
Sementara itu di sebuah rumah yang baru beberapa minggu ditempati disana sepasang suami istri sedang menanam beberapa tanaman untuk memperindah rumahnya.
" Sebaiknya kita buat kamar dulu untuk calon anak kita Mas tapi 2-3 bulan kedepan bukan sekarang, sekarang kita menabung untuk acara 4 bulanan untuk beli perlengkapan bayi serta membuatkan kamarnya".
" Setuju dek, soalnya uangnya mau dipakai dulu untuk proyek baru Mas, ada pesanan membuat rumah dari klien Mas dek, dan itu butuh dana di muka dulu dengan uang pribadi".
" Maaf ya dek, seharusnya nya rumah ini masih persiapan sebelum menikah jadi begitu Mas menikahimu Adik tinggal masuk dan menempati dengan nyaman, tidak seperti ini bangunnya nyicil nyicil dari sedikit demi sedikit dan itu pun harus banyak berhenti karena kebutuhan lain", Prima mengusap lembut kepala istrinya.
" Iya tidak semua begitu Mas, mungkin aku juga senang jika begitu menikah sudah disiapkan rumah tinggal masuk, tetapi dengan begini insya Allah suatu hari nanti kita punya history Mas punya kenangan dengan rumah ini yang kita bangun dengan mencicil, dan biaya harus ditarik ke sana ke sini dulu, ya nggak apa-apa itu sebagian dari cerita kita kan asal jangan banyak hutang jika perlu kita bangun murni dengan hasil tabungan kita itu akan terasa lebih indah", logo tersenyum menanggapi ucapan suaminya.
Dan Prima merasa menjadi lelaki paling beruntung di dunia ini karena memiliki istri seorang flo.
Next.....
__ADS_1