MEMILIH DI CINTAI

MEMILIH DI CINTAI
candle light dinner


__ADS_3

" sayang bangun, sudah mau maghrib sebaiknya lekas mandi", Prima dengan lembut mengusap pipi blower untuk membangunkannya, sementara dirinya sudah nampak segar.


" Huuhh....", flower menggeliat malas, namun saat membuka mata mendapati suaminya dengan wajah tepat di hadapannya dia pun langsung tersungging senyuman.


" Mas sudah mandi?", tanyanya dengan suara serak habis bangun tidur.


" Sudah!, Ayo Mas bantu untuk ke kamar mandi", Prima berkata dengan lembut dan membantu flower untuk bangun.


" Masih sakit sayang? ", tanya Prima penuh khawatir.


" Masih Mas tapi nggak perih banget kok masih bisa kok dipakai jalan nggak apa-apa, biar aku ke kamar mandi sendiri saja, kalau punya mah sakit nggak?", tanya flower bukan karena khawatir tapi penasaran apakah jika laki-laki juga merasakan sakit seperti dirinya saat untuk pertama kali.


" Hee... iya ya sedikit perih tapi langsung Mas olesin salep yang dari anak buah Mas itu sama yang Mas oleskan ke adik tadi sehabis mandi, udah enggak pernah lagi kok", jawab Prima sedikit tidak enak Dia pun sebenarnya juga malu menjawab pertanyaan istrinya itu.


" Oh syukurlah", Flo melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi rasa penasarannya telah dijawab oleh suaminya.


" Wudhu kalian dek, jika selesai mandi kita jamaah", ujar Prima sebelum flower benar-benar masuk kamar mandi.


" Iya Mas".


Dan malam itu prima dan flower jamaah bersama kemudian mengaji di tempat itu untuk menunggu waktu isya.


" Mau cari makan di luar atau kita pesan dari penginapan ini saja dik, tapi jika adik masih sakit kita pesan saja untuk makan malamnya ya", tanya Prima hati-hati, pasalnya rencananya malam ini Prima rencana dinner romantis bersama flower, tapi mengingat kejadian tadi sore membuat Prima tidak tega jika mengajak istrinya jalan keluar dari penginapan.


" kita belum lihat laut sama sekali mas", suara flower manja.


" Atau kita pesan makanan untuk diantar ke sini terus kita makan di balkon sambil melihat laut, baru besok pagi setelah Subuh kita jalan-jalan di pinggir pantai, bagaimana?", Prima benar-benar khawatir jika flower akan kesakitan jika memaksakan untuk candle light dinner di pinggir pantai.

__ADS_1


" Boleh tapi pengen seafood", JAWAB FLOWER.


" ok! adek mau apa?".


" Apa ya Mas adek lapar ", rengeknya manja, tahu banget flower jika saat ini sang suami tengah memanjakannya.


" Ya sudah bagaimana kalau kita pesen stik ikan, udang asam manis, ring cumi calamari serta tumis kangkung dan nasi", ucap Prima.


" Mau Mas, request tumis kangkung nya yang super pedas, pakai irisan cabe rawit yang banyak", ujar flower.


" Takut sakit perut dik!", Prima khawatir.


" Nggak Mas, Aku doyan pedas, Mas suka enggak pedas? ".


" Apa aja doyan Mas dek, adik nanti nggak akan susah jika mengurus makanan Mas, soalnya mas ini ini orang desa orang susah jadinya makan apa saja bisa jangan kaget kalau porsi nasi mas bisa satu bakul, maklum dek Mas ini kuli mantan kuli bangunan".


Flower terkekeh mendengar pengakuan suaminya, " Tidak masalah, kan Mas yang cari uang, lagian Ibu juga punya sawah jadi aku tidak khawatir kalau Mas makannya banyak, apalagi mas yang seorang kuli biarpun makannya banyak badan mas tetep bagus", flower terkekeh lebar.


Memang secara fisik meskipun Prima tidak tinggi untuk ukuran laki-laki tapi otot Prima memang sangat bagus, apalagi flower sudah merasakan pentungannya jadi tidak salah jika memuji badan suaminya yang bagus.


Setelah hampir 1 jam mereka menunggu pesanan pun akhirnya datang diantar oleh pegawai penginapan.


Prima mengelap meja dan kursi yang ada di balkon teras penginapan tersebut.


" Sudah bersih dek, Ayo kita siapin makanan kita, Mas juga sudah sangat lapar", Prima membawa aneka hidangan itu kemeja Paragon flower pun mengikuti mereka duduk saling berhadapan tidak lupa dengan lilin besar yang menyala di tengah meja sebagai penerangan.


" Padahal ada lampunya lho Mas", flower menyelidik lampu yang di atap balkon.

__ADS_1


" Nanti kalau dinyalakan nggak romantis deh ini udah cukup kan terang juga kok", jawab Prima.


" Iya sih, jadi bisa ngelihat laut lepas dari sini ada lampu kecil-kecil di tengah laut itu nelayan ya Mas?", flower memperhatikan sekeliling yang berupa pantai dan lautan.


" iya, mereka mencari ikannya malam hari, begitulah kerjanya para nelayan arinya ditukar jika malam mencari ikan lagi baru pulang dan siang mungkin istirahat bersama keluarganya".


flower mengiyakan ucapan suaminya karena itu yang dia tahu, " mungkin jika nyari ikannya siang hari panas Mas cara kan di tengah laut meskipun bawahnya air atasnya langsung matahari langsung, tidak kebayang panasnya jadi memilih malam hari, mungkin juga sih kurang tahu".


" Mungkin juga dek prediksi MU itu mungkin benar seperti itu kenapa nelayan kerjanya malam hari".


" Mau Mas suapin?", tanya Prima karena melihat flower tidak segera mengambil nasi di hanya mencibir sesekali cumi ring yang dia pesan tadi.


" Duduknya Mas dekat aku, Aku mau makannya sepiring berdua aja".


Mendengar istrinya berbicara seperti itu terima langsung terlonjak bahagia, tanpa diminta pun akan melakukan dengan senang hati apalagi ini istrinya yang meminta untuk makan sepiring berdua dan duduk di sebelahnya serta disuapin.


" Kamu tahu banget cara nyenengin aku dek!".


"Menyenangkan apa merepotkan Mas?", tanya flower yang merasa sama sekali tidak membuat suami senang dia merasa bahwa dirinya ingin merepotkan suami bukan menyenangkannya.


" Direpotkan oleh mu itu ad.alah sesuatu hal yang membuatku senang mas sangat bersyukur jika begitu berarti istriku sangat membutuhkan ku".


" Iihh Mas, apaan Aku nggak cacat cuma pengen manja aja sama mas", Flo tersenyum lebar menikmati diperlakukan manja oleh sang suami.


" Siapa yang bilang kamu cacat sayang, bagiku kamu istri yang sangat sempurna, Kamu cantik, kamu cerdas pintar, ada banyak kelebihan di dirimu yang Mas juga belajar untuk bisa sepertimu, banyak hal yang membuat Mas kagum padamu semua itu mengenai sifat-sifat baikmu dik".


" Jangan memuji dulu mas, anak kita baru saja menikah 1 Malam tidak tahu nanti jika sudah 1000 malam mungkin masakan tahu semua keburukan ku, kekuranganku".

__ADS_1


" ya kita saling belajar dek, jika masalah ingatkan, jika ada sifat Mas yang tidak kamu sukai tolong jelaskan, misalnya mas menurutmu tidak rapi, tidak sebersih dirimu, malas dan semua hal-hal kecil yang kurang baik tolong ingatkan, begitupun jika ada hal yang tidak berkenan di hati Mas mengenai sifat adik insyaallah mas akan bimbing supaya kita bisa berjalan dan melangkah bersama-sama", Prima berbicara dengan memandang istrinya serta mengusap lembut kepalanya dan flower hanya manggut-manggut setuju semua ungkapan suaminya.


Next....


__ADS_2