
'Aku jatuh hati ketika melihat pertama di bawah rintikan hujan, aku merasa rindu jika tak bertemu, aku bahagia melihat matanya, namun aku hanya berani diam tanpa kata, ku sembunyikan sendiri rasa cinta ku, cukup aku dan Sang Pencipta yang tau, mencintaimu cukup mendoakan kebahagiaan untukmu, cukup tetap mengunci hati klik, hanya itu yang bisa ku lakukan, aku kurang pantas dan tidak berani, *Semoga Allah menjaga rahasia besarku,' Batin Azka***.
Laila memercikkan air ke Azka, menyadarkan lamunan Azka, Azka tersenyum tanpa membalas.
"Besok Mas Asfi dan Mbak Salwa menjemput, mereka akan beli rumah dekat dengan kampus, jadi aku udah gak kejauhan, kalau kuliah." Jelas Laila.
"O.., kau akan tetap di sini sampai dil masalah pembelian rumah, kenapa sih gak tinggal di sini saja, " Bujuk Azka
' Kenapa aku? apa hakku? Azka kenapa kau mencegahnya,'
"Ya aku gak mau ngerepotin, kak Azka menjagaku dengan sangat baik, " Jelas Laila.
" Sungguh, itu hanya sosial kemanusiaan, bukankah sama sama Mahluk Tuhan kita harus saling membantu. Hay baju mu basah cepat ganti baju , nanti masuk angin" Sikap Azka perhatian tapi sok cuek , berdiri dan berjalan.
" Kenapa pandanganmu aneh, apa ada maksud tertentu? " Ucap Azka berdiri.
"Tak rela., sungguh ku tak rela " Ejek Laila dengan lagu jaman dulu.
"Kata siapa , aku cukup rela melepas kepergianmu , adu...h kau ini " kata Azka pelan "tau saja kalau aku " lalu berkata keras,.
" Aku hanya nyanyi kenapa baper," Tanya Laila membuat Azka salah tingkah, lalu berjalan hendak masuk kamar.
"Au..." Teriak Azka.
"kenapa? ". Laila panik
"Aku tertusuk " Kata Azka dengan nyengir kesakitan, Laila berdiri.
"Apanya ?" panik Laila
"Entahlah, jantung, hati, fikiran, jiwa, raga, semua, karna kamu,!" Kata Azka lebay dengan merunduk runduk ,
Laila melemparnya bantal
"Ini beneran sakit merah jambu, sakit, tau enggak sih sakit,!" Azka kesakitan
"Serius!" Laila beneran panik.
"Lima rius " Cepat Azka
"Apaan tu...h?" Tanya Laila.
"Ya serius, Au..hk..he he he " Ngeringik Azka
"Terus aku harus bagaimana, ?" Bingung Laila.
Melihat wajah Laila , Azka tak tega ia tertawa lepas.
"Ha..ha..ha.., wajah mu lucu" Tawa Azka membuat kesal Laila.
"Puaz puas, hee he he " Laila pergi di cegah Azka.
__ADS_1
"Maaf, ini sengaja agar ada kenangan yang tertinggal setelah kau pergi, " Sesal Azka.
Laila menoleh lalu tertawa
"He He takut lihat aku marah, apa kau merasa ini konyol," Tanya Laila berbalik ke arah Azka.
"Sangat seperti Spongebob, dunia halu, tapi kau tadi panik benerankan?. " kata Azka.
" Ya paniklah, kekonyolan Film Spongebob masak bisa buat api unggun di dalam air, masa ada kereta api, konyol seperti kamu," Ejek Laila .
"Ha ha biar saja, aku ingin melihatmu selalu merasa bahagia Laila, tidak kesepian seperti ku" ucap Azka yang terlihat sedih tiba-tiba.
"Awas ada langit mendung di jidad kak Azka , oh sepertinya tidak jadi hujan air mata" kata Laila membuat Azka tertawa.
"Laila trimakasih dan maaf!, " Ucap manis Azka.
" Modus, akan ada rencana besar yang membuat kak Azka, tak bisa menolak," Tantang Laila.
" Apa rencananya?" Remeh Azka,.
" Membuat kak Azka jatuh cinta!" Laila melihat Azka dengan wajah aneh.
Laila tertawa tak henti.
" 😆 Tu..h kan, udah kepancing," Tawa Laila.
" Eh, kalau aku jatuh cinta kenapa? " Pertanyaan Azka membuat Laila tercengang balik diam.
" Jatuh cintanya sama siapa, aku tidak lihat Kak Azka pacaran, karna mana ada gadis yang mau dengan anda, jika tingkah anda seperti itu,.
Maksud ku kak Azka ku....mudah begini dan begitu, tak bisa di tebak dan aneh, " Remeh Laila mengambil boneka spongebob.
" Hay Laila, lihat langit runtuh, menjatuhi hatimu, kau akan di landa cintaku," Ucap cepat dari Azka.
" Sekarang saja aku sudah di landa hujan cinta," Laila melihat ke Azka, Mereka saling menatap dan tertawa dalam gurauan.
" Kau adiknya mas Asfi, konyol. ?" Ledek Azka.
" Ya iya satu satu nya, Kak Azka terlebih kekonyolannya.." Cepat Laila, mengambil boneka.
"Kau temanku, itu hadiah untuk temanku!," Azka kembali meledek, sok cuek nada tinggi.
"A..h bingung aku," Kesal Laila, meletakkan boneka.
"Ambil, simpan dan rawat, kalau rusak aku suruh ganti, " Kata Azka dengan suara keras
" Santai jangan emosi, aku melihatnya emosi anda menjulang ke atap rumah," Ejek ganti Laila.
" Garing ya, yaudah deh Mending tidak usah dari pada harus ganti, orang belum di bawa aja, udah ngancam .Jujur mending tadybear " keluh Laila
" Tapi trimalasi...h banyak, ini hadiah pertama dari pemuda millyar". Laila pergi.
__ADS_1
"Tunggu aku belum selesai " Cegah Azka.
"Kak Azka jangan mengulur waktuku, bilang aja masih mau bicara denganku, awas nanti jatuh cinta beneran.". GR Laila.
" Ngulur waktu iya, cintanya tidak. Memang iya, aku gak memungkiri dan tidak mengelak, aku ingin ngobrol denganmu, E...h tapi aku bingung mau ngomong apa " kata Azka sambil berfikir.
Hp Azka berdering.
"Eh merah jambu, mas Asfi " Azka mengangkat.
"Halo, Assalamu'alaikum," Suara Asfi
"Wa'alaikum salam, bagaimana mas ?"
"Ada longsor Azka, kami di suruh balik arah mungkin tiga hari lagi, parah soalnya " Berita dari Asfi membuat hati Azka bahagia.
"Oke tak masalah," Jawab cepat Azka
"Jangan macam-macam sama Laila " Ancam Asfi.
"Okelah kalau begitu, tidak akan Ingsya Allah, di sini banyak manusia , tidak mungkin aku macam-macam takut dosa mas Asfi,." Kata Azka sedikit bergurau.
" Aku percaya, kau adik dan laki-laki yang baik" puji Asfi.
"Ya udah Assalamu'alaikum "
"Wa'alaikumsalam, Suu'dhon ni orang! " Tutup Azka, sedikit mengeluh.
"Ada apa, kenapa mas Asfi telpon ?" Laila penasaran, Azka tidak menjawab malah menguap .
"Hua.....h, ngantuk" Azka berbaring
"Tanya sendiri bisa,." Ucap Laila kesal, Laila melangkah.
"Kau itu mudah marah, apa hati mu panas seperti air mendidih ," Saut Azka Laila berjala enam langkah.
"Ada longsor belum bisa pulang mungkin tiga hari lagi.." Jelas Azka.
" Ha.....Ini kabar memilukan hati he he" pergi Laila dengan merengek.
' Tanpa menahanmu pun Allah sudah bertindak untuk membuatmu lebih lama di sini,.... I LoVE YOU LAILA..'
Hanya bisa teriak dalam hati.
Azka berdiri berjogetan "Yes yes yes, trimakasih Ya Allah engkau baik hati" Azka bersujud di kasur empuk dan tak tau apa yang di baca.
"Ya Allah yang penting bersyukurkan, trimakasih seratus kali, seribu kali, A..h pokok nya Alhamdulillahhirobbil a'lami...n" .
Ucap Azka lalu berbaring dan tersenyum.
....Bersambung...
__ADS_1