Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Mahligai


__ADS_3

Rencana Allah SWT memang tak pernah terduga hal tersulit telah di lalui Azka Faisal dan Laila Fariha, Laila sudah bisa jalan, mereka menikmati bulan madu yang tertunda, berjalan bersama di jalan cinta, di bawah turunnya salju yang membekukan tubuh.


" Cintaku tak bermusim walau ingatanku memudar. Aku hanya ingin mengandeng tanganmu dengat erat merah jambu, bersamamu adalah penawar apapun, tapi aku manusia yang butuh makan agar tetap hidup," Kata-kata romantis di sambung dengan candaan, Laila tertawa ringan lalu berkata.


" Kak Azka adalah semangat yang di datangkan Allah, aku bahagia sangat bahagia,Alhamdulillah. Aku pernah pesimis, menyerah dan yakin tidak bisa jalan lagi, dan hari ini Allah menunjukan Kekuasaan yang sangat Magic, SubhanaAllah." Laila sangat bersyukur, mereka melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.


Keindahan yang di turunkan Allah, memang sangat memukau, Laila menaikan wajah dan menikmati rasa dingin dari salju yang jatuh di wajahnya, pipinya merona dan menambah kecantikannya.


" Maaf ya kak, selama ini aku tidak ingin di kasiani, aku naif, dan aku memungkiri jika aku jatuh cinta padamu, karna aku sangat takut membebanimu, aku sangat tidak ingin merepotkanmu, tapi tetap saja kemarin aku merepotkan," Jelas Laila.


" Jangan mengungkit lagi, jika saling cinta itu bukan beban melaikan sesuatu yang harus di lakukan, salah satu dari kita ada yang harus berkorban karna cinta, kamu berkorban agar aku mencari kebahagianku, tapi aku bersikukuh dalam tujuanku yaitu kamu," Azka menghentikan langkahnya, Laila sudah maju satu langkah lalu ikut menghentikan jalannya ia berdiri di depan Azka, mereka saling menatap dan terjadi hal romantis itu. Ada sedikit kehangatan dari turunya salju.


Cukup lama dalam kesahduan, Azka melepaskan ciuman itu, mereka malu-malu,membuang wajah saling tersenyum.


" Maaf ya, apa aku terlalu agresif?" Azka kuatir salah sudah memberikan ciuman itu.


" Kak Azka sudah menunggu sekian lama, jadi ketika udah suci nanti lakukanlah hal yang sudah tertahan itu, aku berdosa dan kini aku harus menebus dosaku." Sadarnya.


" Memang udah suci?" Azka ingin tau, Laila tertawa dan memeluk erat suaminya. " Ini adalah pelukan terhangat."


Senyum manis di bibirnya.


" Apa senyum mu berarti...., yes udah suci 'kan?" Tanya Azka, Laila tertawa dengan sangat puas.


" 😆 He he he he, Ini masih dua hari suamiku, tunggu lagi selama lima hari, atau 13 hari." Jelas Laila lalu mengecup pelan pipi Azka, Azka tertawa, mereka kembali berjalan dan saling ngobrol.


" Kau faham soal Haid dan Istikhadoh, suami harus paham hal itu?" tanya Laila,menghadap ke Azka, Mereka tetap berjalan, Azka mempererat genggaman tangannya.

__ADS_1


" Untung udah belajar, walau tidak lama di Pondok, tapi aku sudah faham masa suci dan masa Istihadhoh(darah penyakit). Masa mens paling lama 15 hari jika keluar darah lebih dari 15 hari itu berarti istihadhoh, waktu suci juga 15 hari jika belum ada 15 hari keluar darah maka hukunya istikadoh. Itu ilmu yang jarang di mengerti zaman sekarang. Soal menqodo' solat di waktu mens datang atau berhenti, aku juga udah faham. Tapi belajar di zaman sekarang mudah tinggal cari di Google nama kitab Risalatul mahaid pasti ada, dan penjelasannya juga udah lengkap. Zaman sudah canggih tergantung yang menggunakan, tapi gurunya jadi Gloogle bukan Ustadz, masya Allah." Penjelasan panjang lebar dari Azka membuat hati Laila tambah terpautbdan terpana.


" Aku menanyakan karna tau ilmu mens dan Istikhadoh sama halnya menjaga solat, karna solat sendiri adalah hal yang pertama di perhitungkan di akhirat. Namun suami ku so sweet, jika rencana Allah tidak memisahkan kita sebentar, kak Azka tidak mondok dan tidak akan tau ilmu soal wanita. Ha..., rasanya ada gambar love-love yang berterbangan." Pernyataan Laila yang konyol.


" 😆😆😆 Aduh istriku mulai kacau, he he he " Ejek Azka Laila mencubitnya. Senyum lebar dan pandangan yang aneh dari Laila, membuat Azka tertawa lagi.


" Kenapa istriku jadi konyol." Keluhnya.


" Ana uhibbuka suamiku, saranghae oppa Azka, i love you, aku demen riko," ucapan Laila yang campur dari Arab, Korea, Inggris dan Banyuwangi, membuat Azka sangat bahagia, hatinya berdebar-debar ia tertawa lepas.


" Kak Azka yakin tidak akan melupakanku, jika nanti ada gadis cantik seksi waw, kak Azka tidak akan tergoda?" Laila mencoba memancing Azka.


" Aku tidak mau berkata, karna banyak laki-laki berdusta, tapi akan aku buktikan aku akan setia, dan tidak akan membagi cinta ku, untuk saat ini hanya kata-kata dan suatu saat ketika cinta kita di uji, barulah aku akan membuktikan cinta ku." Terang Azka, dan Laila menikmati suasana yang sangat dingin.


" Terkadang aku menakutkan sesuatu yang sering terjadi di drakor, tapi aku yakin itu tidak akan terjadi, sangat muhal tapi jika Allah tiba-tiba merencanakan ya tidak tau, semoga tidah ah..." Laila mencemaskan sesuatu yang tidak di fahami Azka.


Bergandengan adalah hal sederhanya namun membuat nyaman dan tenang.


Mereka kembali ke rumah, Azka masuk, Laila ke dapur, Azka menyantolkan jaket dan langsung mengambil selimut tebal.


Ia berbaring dengan menekuk lutut.


" Merah jambu, sini." Panggil Azka, Laila datang dengan membawa coffe dan suzi, yang masih hangat.


" Kak, makan lagi." Laila meletakkan makanan, Azka terbangun dan duduk di samping Laila, Laila berdiri, Azka menariknya dan terjatuh di pangkuan Azka, mata mereka saling memandang, Laila menutup wajahnya dengan ke dua tangan. Azka tertawa ia sudah berhasil membuat Laila salting dan malu. Laila berdiri


dan kembali ke dapur.

__ADS_1


" Sepertinya kamu mulai jadi orang Korea, kapan masaknya?" Azka mencicipi makanan buatan Laila, " Bismillah," Laila kembali dengan air putih dan duduk di samping Azka.


" Aku masak saat kak Azka ke Masjid tadi, malah tidak pulang karna salah faham," Laila minum, Azka memandangnya ia kembali memasukkan suzi ke mulutnya.


" Ini enak trimakasih," puji Azka, Laila tersenyum.


" Cemburu buta itu berbahaya, sangat berbahaya sampai terkadang orang cemburu membuat pasangannya tidak nyaman. Tapi cemburu juga bumbu cinta," ucapa serius Laila yang lalu makan.


Azka minum membuka layar ponselnya.Memutar lagu-lagu yang ia sukai.


" Lagu-lagu adalah seni dan hiburan sejenak, dan sekarang perdebatan jika lagu maksiat atau halal atau haram, itu hiburan semata, ya benar akan timbul dosa jika yang mendengarkan lupa saat beribadah, semua adalah dari akal, jika bisa mengendalikan akal dan hati selalu ingat Allah, maka tak masalah mengengarkan lagu, Ya Allah semoga Indonesia selalu bersatu dan tak bercerai berai, Aamiiin." Kata Azka mengomentari kontroversi jaman sekarang.


Laila memandagi suaminya dengan menyangga jangutnya dengan tangan di atas meja.


Perubahan Azka yang tidak sekonyol dulu. Azka tau kalau Laila memandanginya, Azka menggelitikinya, Laila tertawa kegelian.


" 😆😆😆 Udah kak, geli ahc, kak..., he he he, udah." Laila meyerah, Azka tertawa, gantian Laila yang menggelitiki Azka. Azka berusaha menahan gelitik itu walau geli ia tidak tertawa, dan Laila cemberut, Azka tertawa.


" Ini mahligai kita, ini hidup kita, aku dan kamu menjadi kita," Azka mendorong meja makan kecil itu, dan menarik selimut lalu menarik Laila, mereka bersatu dalam selimut, Laila meloloskan diri dengan tertawa dan kerudung yang berantakan.


" Bantalnya akan hamil ini, kamu tidak cemburu, ya sudah," Ucap Azka mengrukup wajahnya sampai tak terlihat Laila, memandangi suaminya yang entah melukakuan apa. Dengan bantal itu.


"😆😆😆 Memang itu sangat tidak bisa di tahan?" Tanya Laila, Azka membuka selimut. Laila melepas jilbabnya dan terlihat rambut indah hitam kriting gantung, miliknya


" Dengar, bahkan Ulama' yang bernama Yusuf Bin Asbath Aspun berkata: Aku tak akan sanggup berduan walau dengan gadis yang berasal dari golongan kulit hitam, dari pada bersama dengan wanita lebih baik aku di coba dengan harta. Sahabat meminta seperti itu, apa lagi aku yang hanya Azka.Jadi sangat jelas wanita yang melemahkan nafsu Pria, Nabi Yusuf AS mendapat perlindungan Allah dan di selamatkan dari zina. Ya begitulah" Azka kembali memakai selimut, Laila berjalan dan ikut bersama Azka dalam selimut, Laila tidur di atas dada Azka, mereka saling senyum, Azka membelai rambut Laila, mereka tertidur.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2