Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Kepergian Laila.


__ADS_3

Azka di kamar favoritnya,.


" Assalamu'alaikum Tuan malang,!" Datang Laila duduk di pinggir danau,.


" Wa'alaikumusalam, merah jambu," Jawab Azka sambil memercikkan Air ke wajah Laila.


" Kau cantik seperti bunga sakura" Puji Azka.


" Sungguh, tapi aku tidak mau,!" Ucap Laila sambil mengayunkan tangan ke air danau.


" Maunya jadi apa?" Tanya Azka.


" Bunga di hatimu,!" Ucap ringan dari Laila, Azka tersenyum.


" Lihat ada pesawat jatuh!" Tunjuk Azka ke lagit.


" Mana!" Mata Laila mencari.


" Aku yang terjatuh dari maskapai karna ucapanmu!" Lanjut Azka.


" He..h😠 , 😄" Begitu raut wajah Laila, Azka tertawa.


" Kau nyaman pakai cadar!" Tanya Azka sambil mengambil bunga sakura yang jatuh ke air.


" Sangat nyaman, he he , merah jambu itu lucu, trimakasih sudah memanggilku dengan kata itu,!" Ucap Laila.


" Asal ceplos saja!" Terang Azka.


" Nanti awas kalau rindu,!" Tegur Laila.


" Tapi masih bisa ngobrolkan, ya mungkin akan canggung" Sadar Azka.


" Berharap banget, kalau begitu akan ku tumbuhkan rindu, biar kak Azka yang menyiram rindu itu, biar bersemi" Kata aneh dari Laila, Azka terdiam sejenak.


" Jangan siksa dengan menyiram rindu, saling bertemu rindu itu cukup, untuk obat sementara!, akan ada rindu jika banyak kenangan!." Jelas Azka lalu membuang nafas.


" Tapi aku akan merasa sangat canggung dan malu, jika mengingat kelakuanku ketika aku menggoda, meledek, itu sangat memalukan!" Ucap Laila sambil memainkan kakinya ke danau.


" Sudah azan magrib ayo solat, " Ajak Laila.


Keduanya berdiri.


" Laila, " Panggil Azka tidak seperti biasa.


" Iya, a...h begini saja sudah canggung, " Keluh Laila.


" Sering kemari ya, aku akan bahagia jika kau sering mampir ke sini" Suruh Azka.


" Ingsya Allah, tapi tidak janji!" jawab Laila.


Laila lari,.


'Apa bisa aku terlepas dari kobaran api kerinduan yang membara!'


Batin Azka.


*****


Waktu berlalu sangat cepat, malam itu Salwa dan Asfi datang untuk menjemput Laila.

__ADS_1


 


"Assalamu'alaikum " Suara yang tidak asing untuk Azka.


"Wa'alaikumussalam, Mbak Salwa Mas Asfi, silah kan Mas, Mbak !" .


Mereka masuk.


"Trimakasih Azka, Ini sudah malam, mau menjemput Laila " jelas Asfi tanpa basa basi.


Laila datang dengan ransel hitam bercorak biru, langsung memeluk Salwa.


'Bahkan ini terasa sangat sakit dan menyiksa batin, aku harus menyembunyikan HuH.'


Isi hati Azka.


"Azka,! kapan pun kau boleh datang ke rumah Mbak, seperti rumahmu yang selalu terbuka untuk Mbak , " Terang Salwa.


"Iya Azka, bahkan kau harus terbuka kepadaku juga, anggap aku juga Masmu, kamu sudah berbuat baik dan banyal hal, jadi kapanpun pintu rumah kami akan selalu terbuka untukmu, jangan sungkan " Lanjut Asfi.


"Baik kakak ipar " Jawab Azka tenang.


"Ya sudah, sudah malam kami pulang, terus semangat Azka, kau boleh bertanya apapun kepadaku, ingat tidak usah sungkan! " Tegur Asfi serius.


"Siap grak kakak ipar, " Hormat Azka.


" Azka kalau ada apa-apa telpon ya..!" Ucap Salwa


"Hati-hati kak Azka " Ucap Laila yang akan pergi dari rumah istana.


Mata Azka berkaca-kaca namun ia segera menepis dengan senyum tipis


mereka berdiri, Asfi memeluk Azka.


mereka berjalan keluar,.


" Assalamu'alaikum!" Pamit semuanya.


" Wa'alaikumusalam!" Jawab Azka dengan suara berat.


Mereka masuk mobil dan berlalu begitu saja.


Azka kembali ke kamar lalu berbaring.


"Aku galau tinggkat langit ke tujuh, belum satu menit hatiku sudah kacau balau, entah ini rasa apa?, berkecambuk , gelisah ,resah, bingung, galau, remuk kriuk kriuk apa aku seperti rempeyek ini aneh, dari dulu aku memang aneh.


Rinduku menjulang dari menara yang paling tinggi di dunia, kepergianmu menyiksaku Laila, namun aku tak punya hak untuk menahanmu, dan aku harus segera melupakan cinta ini".


Ucap Azka pada boneka Spongebob.


 


Azka sudah selesai mengaji ia terlihat sangat tampan memakai sarung hitam dan taqwa putih.


 


Ia berjalan di teras atas rumahnya yang di hiasi mawar dan bunga lainnya.


"Aku selalu mencitai rembulan, dan akan selalu begitu, aku jatuh cinta untuk yang pertama kalinya kepada seorang gadis bernama Laila,

__ADS_1


Ya Allah jika dia di ciptakan untuk menjadi jodohku, maka dekatkan lah.


Namun jika dia bukan seseorang yang akan mendampingiku, maka jauhkan lah, dengan segara, agar hati, fikiran, jiwa, jantung, ragaku persembahkan kepadamu, dan terbebas dari rantai belenggu cintanya,. Amiin".


Azka kembali ke kamar, berusaha tidur dengan nyenyak.


Mimpi buruk datang dalam lelap Azka, hingga ia terbangun, dengan di penuhi keringat dan rasa takut.


"Astagfirullah!, " Dengan nafas yang masih berurutan "heh heh".


"Kenapa den ?" Datang Pak Ahmad kuatir.


"Saya mimpi buruk Pak, heh , " Suara Azka masih ngos-ngosan .


"Saya temenin " Kata Pak Ahmad sedikit kasihan melihat Azka.


"Sini Pak, jangan di kursi,". Jelas Azka yang masih memegang dadanya.


"Mimpi apa den ?".


"Aku mimpi, Ya Allah semoga tidak terjadi apa-apa he...h, aku mimpi orang yang ada di kehidupanku, ku dorong semua ke dalam jurang dan mereka tidak selamat, Pa..k" Panggil Azka dengan merintih .


"Den, jangan nanges" Tenang Pak Ahmad.


"Maaf ya pak!, jika saya selama ini pernah bandel dan tidak bisa di atur, aku menganggap kalian keluargaku, aku berusaha menghargai semua sebisaku, menghargai kerja keras kalian, dan aku tahu tidak mudah merawat rumah sebesar ini, kalian jelas lelah dan capek,! " Sedih Azka.


"Kebahagiaan kami melihat Aden banyak berubah, ibadah, baik, dan mau punya teman!, itu sudah hal terindah untuk kami.


Aden memberi kebebasan untuk kami, menganggap rumah ini rumah kami, Aden segalanya untuk kami, " Jelas Pak Ahmad.


"Laki laki kok cengeng." Hibur Azka tiba-tiba.


"Lha piye Aden nanges mau ok, (harus bagaimana aden menangis tadi kok) sekarang ayo tertawa tanpa sebab" Hibur pak Ahmad


" Enggak mau, udah sering ngomong sendiri, sekarang di suruh ketawa tanpa sebab pula!" Tolak Azka, saling menatap, keduanya tertawa.


"Semoga mimpinya tidak jadi kenyataan." Doa Pak Ahmad


"Amiin, sungguh mengerikan!, hih serem dan tragis, masa aku sekejam itu?. " Kata Azka yang masih miris dengan mimpinya.


"Tidur Pak, sini saja, ini kasur lebar banget, " Ajak Azka.


"Den Azka kalau tidur nendang-nendang, tambah remuk badanku!, " Tolak Pak Ahmad.


"Aku tidak mau jadi orang ke tiga, jadi kembalillah pada istri sampean Pak !" suruh Azka dengan nada tinggi.


"Orang ke tiga bukan aden, tapi artis korea Le Min Ho, atau Kim Bum hallah, itulah pokoknya, tidur kursi sajalah,." Keluh Pak Ahmad.


"Oh kasian, Haaaaa ha ha " Azka tiba-tiba tertawa mendengar nasib Pak Ahmad.


"Apanya yang lucu den,?" Pak Ahmad heran.


"Kok bisa cinta di bagi dengan artis, suami terbengkalai, dan aku anak yang terbengkalai juga, tragis nya. hidup kita!.." Ke duanya tertawa meratapi nasib.


"Baru ini nasib sedih tapi tertawa, sungguh tidak logis" Lanjut Azka.


Pak Ahmad tidur di kursi, Azka tidak bisa tidur ia mendengar lagu armada harusnya aku dan buka hatimu.


.....Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2