
Bandar udara penerbangan Internasional Gimpho seuol , Azka sampai di seoul pukul sepuluh malam , melihat alamat Fariha menginap di hotel , The Shilla Seoul ,.
Azka memboking kamar hotel ,.
'Baru ini aku menyadari penting nya uang,'
Ia memagang dada tempat jantungnya berdegup .
'Belum apa-apa jantungku berdegup kencang
Laila, apa kau akan menerima kehadiran ku, apa aku harus menyembunyikan wajah ku.
ya Allah bantu aku, di sini sangat dingin, aku sangat jengkel suasana seperti ini
bikin galau, tapi apa boleh buat, harus bersyukur Azka,'
Ada yang sudah menjemput Azka ,.
" You Azka..?" Seorang Om-om gagah berkulit putih bersih, seperti campuran Jepang
dan Indonesia.
"Yes " Azka menjabat tangan.
" Aku, Robet, Nyonya Sofia baru menelfon, mari ! " Mereka berjalan ke mobil, masuk mobil, lalu berangkat.
'Suruhan Mami kok seperti mafia Sih, lebih seram dari Pak Adi, lebih menakutkan
orang ini.'
Batin Azka.
" Aku teman MamiMu, dia perancang perhiasan yang hebat." Mencoba mencairkan suasana.
" Untung Om bisa bahasa Indonesia,! "
Syukur Azka.
" Aku orang Indonesia, orang Ibuku wanita Jepang, jika mengejar cinta kau harus lebih dewasa, dari sebelumnya!," Jelas Robet.
" Belum mulai udah di ceramahi, sayangnya bukan Ustadz melainkan pakar wanita, " Gumam Azka.
" Aku mendengarnya, kau harus belajar soal cinta ke pakarnya, " Jelas Robet, Azka meremehkan.
" Anda sendiri!, badan menakutkat
seperti itu ada yang mau menikah
dengan anda?". Pertanyaan yang di ajukan Azka sangat aneh .
" Istri ku tiga, tapi cinta wanita yang ku cintai hanya satu, MamiMu, yang tidak mau aku nikahi," Jawab tegas Robet Azka tertawa.
" Aku tidak terkejut kau jatuh cinta ke Mami, ya jelas saja Mami menolak anda sedikit seperti 😆😆😆" Ucapan tidak jelas Azka tertawa sendiri.
" Aku tidak pernah menyangka Anak Sofia sedikit ^^, " Ledek balik Robet.
" Lalu pakarnya cinta siapa, tidak mungkin anda, karna cinta anda di tolak mentah mentah he.😆..! " jelas Azka.
" Dengar Azka, perjuangan MamiMu di Paris sangat sulit, Sebagai perancang disainer hebat, banyak teman jadi musuh.
Kau harus sekuat Mamimu, Fariha datang bersama pria entah itu siapa ,!" Perkataan Robet sangat mengagetkan Azka.
" Pria ...! ?, kenapa mami tidak bilang !," Keluh Azka, sedikit berfikir .
__ADS_1
" Ancaman nih,!" Keluh Azka.
" Mulai saat ini putuskan apa kata hatimu!, tetep maju dan berjuang?, atau maju perlahan tapi pasti, atau mundur sekarang juga!?". Tegas Robet .
" Aku ada niat dan janji harus di penuhi, bersamaku atau tidak yang penting Fariha bahagia, laki-laki sejati harus iklas berkorban untuk kebahagiaan orang yang di cintainya, yang penting dia bahagia itu sudah cukup untukku," Ucapan bijaksana dari Azka yang sok santai, padahal perasaannya tak karuan.
" Tidak mungkin hatiku ceklek lagi ," Lanjut Azka meringik takut patah hati.
Robet tersenyum melihat tingkah Azka.
" Aku tak menyangka kau bisa dewasa lalu kemudian aneh,." Heran Robet, sembari menoleh ke Azka.
" A...h, kenapa berita baru, selalu mengsyokkan hatiku..., " Keluh Azka dengan suara keras, Robet tersenyum miring.
" Kembali aneh ! " Saut Robet .
" Seharusnya kalau memberi kabar besok pagi, jadi tidak bisa tidur nyenyak to aku😥.." Lanjut mengeluh.
'Perasaanku kacau lagi, seperti pecahan kaca yang di lempar lalu hancur menjadi beling, Ya Allah.'
Isi hati Azka.
" Tapi aku tidak akan melarikan diri lagi, akan ku tunggu sampai dia menikah dan bahagia, lalu aku bisa pergi dengan nyaman," Jelas Azka mencoba santai, walau harapan yang tumbuh kembali layu.
" Kata pemuda yang jatuh cinta tak bisa di lawan, tidak bisa fi bantah. Oke, kita sampai, " Tunjuk Robet ke Hotel, kaluar dari mobil, lalu masuk Hotel.
Hotel The shilla, memang terkenal indah
dan mahal .
'Laila kau bunga yang pertama ku hirup baunya, Laila kau bunga yang ku juluki merah jambu, Laila andai aku bisa menghitung rintikan hujan, sebanyak itu cintaku untukmu,. Tingginya menara tak bisa mengukur cintaku, dalamnya lautan tak bisa mengukur
dalamnya cinta, aku penyair cinta yang hanya memendam ,. Klik ku kunci lagi hati ku,walau kau datang bersama orang lain aku akan tetap mengungkapkan perasaanku, tak peduli kau menerima atau menolak. Mencintai jika tak terbalas rasanya sangat sakit.
Terserah Allah karna semua takdir yang merencanakan hanya Sang Pencipta, aku hanya mengikuti alur jalanku!.'
lorong-lorong Hotel.
" Ini kamarnya.. , " Tunjuk Robet.
" Itu kamar Fariha, yang sana kamar pria yang datang bersama Fariha," Jelas Robet " Ayo masuk!," Ajak Robet, Azka terdiam sejenak untuk melihat kamar Fariha.
' Perih dan sakit, aku menangis'
Memandangi kamar Fariha, air mata ia tahan agar tidak terjatuh.
Pintu di buka...
" Hai.,.." Gadis cantik berambut pirang, Azka terkejut, lalu masuk dengan
sedikit mengkirik.
" Dia pakar cintamu, dia halunya tinggat level angkasa di ubun-ubunnya. Dia berhasil menjodohkan 132 orang mau cerai, dan orang sepertimu!.." Kata Robet,
Azka menahan tawa." Ubun, aneh ternyata"
" Aku tertular virus bahasamu, oke dia di sewa oleh Mamimu, namanya Ya Hi Hu " Jelas Robet,
Azka tertawa terbahak-bahak mendengar namanya, lalu duduk di sofa.
" Hihu, he he...saya Azka, lemes aku..😂😂😂, " Azka berbaring di sofa, lalu memejamkan mata.
" Hay kok tidur, ayo susun rencana," Ajak Hihu dengan memukuli Azka dengan bantal.
__ADS_1
" Lho sok akrab, diam! aku capek. " Bentak Azka tak menggubris Hihu, malah merebut bantal yang di pakai Hihu memukulinya.
" Biarkan dia capek, ayo kita keluar, kita bicara besok pagi!." Ajak Robet ke Hihu.
Mereka keluar, Azka langsung bangun.
" Indonesia sok ke korea-koreaan, belum solat arah qiblatnya di mana ini !?"
Azka keluar, membuka pintu tanpa sengaja melihat gadis berjilban abu-abu duduk di kursi roda, ciri-cirinya seperti Fariha, Azka menutup pintu, membuka sedikit pintu dan merunduk, membesarkan suaranya.
" Mbak arah kiblat di mana ? " Tanya Azka cukup aneh .
'kok sedikit beda dan tidak memakai cadar ,.'
" Arahnya sama seperti kamu berdiri !" jawab gadis itu tanpa melihat ke yang bertanya ia masuk kamar.
" Tulang tulangku linu ....., " Azka mengambil air wudu, solat jama' taqhir Magrib dan Isya'.
'ya Allah jika dia Laila maka
beri aku petunjuk, Tolong dekatkan aku, Ya Allah jangan kau buat hatiku melemah.'
Azka memejamkan mata lalu berbaring di atas sajadah.
' Apa aku harus menyamar, untuk sementara, sampai aku tau kalau dia Laila,
Dari mata turun kehati, hanya Laila yang memikat hati ....
Rindu benar benar meranjamku, membuat malamku tak lelap, terbesit bayangan ayu jelitamu Laila, .
Hanya sekali aku melihat mu tanpa cadar, aku jatuh cinta walau kau bercadar, Laila apa kau Fariha, gadis tanpa cadar yang baru ku temui satu jam yang lalu...galau.....'
Azka mencoba tidur, perasaannya sangat tidak nyaman.
Nyanyian alam mengundang mentari pagi, burung-burung berkicau ria, sangat dingin suasana di Korea, negri dengan drama yang sangat di sukai para insan muda kaum hawa, bukan hanya pemuda pemudi , para pegawai Azka pun selalu baper.
Azka memakai kaca mata dan membuat tiga tahi lalat palsu, Ia berubah jadi cowok culun.
Pintu kamar Azka ada yang mengetuk, Azka membuka pintu, Robet dan Hihu berdiri di depan pintu, mereka tertawa melihat penampilan Azka, mereka masuk.
" Kau ketawa silahkan," Kata Azka duduk lalu makan.
" Oke, kau mau ngikutin saran ku, ?" Tanya Hihu, menatap Azka.
" Kata Mami apa ? " Tanya balik Azka.
" Kita pura-pura pacaran di depan Fariha .?!" Jelas Hihu, Azka terkejut.
" Apa!, konyol!" . Keluh Azka memasukkan makanan sampai mulutnya penuh.
" Az, dengar ini penting untuk tau perasaan Fariha kepadamu,! " Bujuk Robet .
" Aku sudah menyamar, jika aku butuh Hihu nanti, kalau aku sudah mengaku aku Azka, untuk saat ini aku ingin tau siapa
sebenarnya dia, Kalian cukup cari tau
keberadaannya di mana, mengintai,. " Azka mengatur rencananya sendiri .
" Terserah kamu .!.." Ucap Hihu ...
" Jelas aku bos nya..." Lanjut Azka .
" Bos nya nyonya Sofia, " Saut Hihu..
__ADS_1
" Ya iya..., " Azka lanjut makan.
....Bersambung....