
Pukul 09:47 menit. Mereka menginjak Bandara Internasional Jeju.
Azka mendorong kursi roda yang sudah di duduki Laila. Mereka menunggu taxi yang di pesan Azka. Azka menatap layar ponselnya. Sambil merilik ke Laila, dengan wajah lesu. Ada sedikit perasaan menyesal dari Azka karna telah.memaksa orang yang di cintainya.
" Ha....,a...ha...Buka hati...mu, bukalah sedikit untuk ku." Azka menyanyi tiba-tiba dan hanya sedikit. Mobil tiba.
" Oke. Go...,go go." Azka membopong Laila, Sopir membukakan pintu mobil, Azka memasukkan Laila kedalam mobil.
Di dalam hati Azka berkecambuk semua rasa menjadi satu, setelah mendengar pengakuan Laila. Jika Laila tidak memiliki rasa lagi untuknya. Azka memasukkan kursi roda di bagasi, lalu ia masuk mobil. Duduk samping supir.
" Nih," Azka memberi biskuit coklat yang tak asing bagi Laila. Mobil jalan.
" Better, dari Indonesia?" Laila terkejut.
" Iya. Obat anti galau.
Biasalah aku di tipu Raditia Dika, katanya better anti galau tetap saja masih galau, jantungku terhempas kesana-kemari.
Hati ku remuk redam. Rasanya aneh.
Untuk apa ku katakan.
Menyesal aku.
Cepat makan." Ungkapan sidikit menyinggung Laila. Namun Azka membukakan jajan yang di bawa jauh-jauh lalu memberikan tanpa menatap wajah ayu rupawan dari Laila, Laila menerima biskuit itu.
" Kau harus membuka hati untuk orang lain kak." Tegur Laila. Azka tak menghiraukan.
" Adu..h cara bicara.
Go Rahman Masjid jeju." Ucap Azka ke supir.
" Akhu bisya sedikit, bahasa Indonesia." Terang supir itu. Berbicara bahasa Indonesia dengan logat Korea.
" Alhamdulillah, dari Indonesia." Tanya Azka.
" No. Asli korea dulu 4 tahun belajar agama di Indonesia islam." Jelas Supir. Azka mengangguk-angguk.
" Ehm, saya akan menyewa anda." Tunjuk Azka senang dapat supir bisa Bahasa Indonesia.
" Dengan sangat senang, kalho ke Masjid Rahman jauh." Walau berat berbahasa Indonesia namun menurut Azka sudah jelas dan bisa di fahami.
Laila menatap jalanan indah, dengan diam, memandang dari luar kaca.
" Pak. Apa orang sini ada yang patah hati? Broken heart." Pertanyaan konyol Azka langsung di toleh Laila.
" Karna di dramanya kan romantis, karna juga orang wanita pada kebawa perasaan tuh lihatnya. Faham kan..." Lanjut Azka.
" Yes, Banyak yang patah hati lalu ....
kamu tahu lah, di syini tertekan sedikit Fikiran langsung down." Belum selesai Azka menyahut.
" Anjlok pak!" Seru Azka. Laila menahan tawa.
" He..e.., Mana tahu anjlok." Sahut Laila.
" Apa...,tuh Om. Indahnya..." Azka takjub dengan yang di lihat, melihat pandangan ke arah langit lalu menunjuk👆.
" What?" Semua ikut mencari ke arah langit trrmasuk Laila.
__ADS_1
" Di mana?" Lanjut supir. Azka memutar arah telunjuknya.
" Di kursi belakang ada yang tertawa." Jawaban Azka sangat menjengkelkan.
Namun tersirat senyum manis gadis yang punya tahi lalat di atas bibir. Ia kembali menatap ke luar kaca. Laila melepas cadar setelah kecelakaan itu. Dia juga sudah memakai jilbab merah jambunya dia memakai jilbab warna lain.
*****
Sungguh maha kuasa Allah yang maha menciptakan. Manusia di jodohkan untuk saling menghiasi. Bumi di beri alam yang indah untuk di nikmati.
Tanaman, pantai, air terjun ada di pulau Jeju serasa surga dunianya Korea. Namun dalam keadaan Laila yang lumpuh kakinya ia tidak bisa menikmati itu semua.
" Alhamdulillah." Puji pelan Laila memandang ke luar kaca. pemandangan is magic dari Allah untuk negri gingseng.
" Saya Azka?, Om?" Tanya Azka ingin tahu nama supir yang membawanya.
" Saya. Kim Abdullah." Jawab supir itu.
" Anda islam?" Tanya Azka lebih lanjut.
" Yes, saya mua'laf, saya tertarik dengan agama islam. Ketika mengantar musafir, dari Indonesia. Dia baik dan selalu menolong saya. Waktu itu keadaan saya parah. Istri sakit anak juga sakit. Dan uang pun tidak ada. Dia menginap di rumah saya, melihat keadaan rumah dia memberi bantuan. Setelah di bantu saya ikut ke Indonesia.
Saya tertarik dengan kemudahan agama. Kebaikan, keramahan sesama muslim. saya belajar keras agar bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Saya juga belajar membaca Iqro' lalu juz Amma. Di sini juga sudah mulai banyak yang mempelajari islam." Cerita Om kim.
" Kalian tidak ingin berfoto?. Biasanya para wisatawan minta di hentikan di sini untuk sua foto." Lanjut lebih jelas dari Om kim.
" Bu...bu.." Azka memainkan bibirnya.
" Apa maksudnya?" Tanya Om kim.
Laila kembali menahan tawa.
" Apa Nona?" Dengan polosnya Om Kim di bodohi Azka.
" Bu..bu...kan?. Kurang kerjaan." Jelas Laila.
Wajah Om kim semakin bingung dengan menggaruk kepalanya.
Laila dan Azka tertawa melihat kebingungan Om Kim. Azka melihat tawa Laila dari kaca.
" Aku terbodohi" Gumam Om Kim.
" Maaf." Mereka berhenti tertawa.
'Aku bahagia Laila, cukup dengan kekonyolanku, kau akhirnya tertawa lepas. Aku kembali meng klik kan hatiku.'
Batin Azka, lalu memandang ke luar kaca.
Pemandangan yang menajubkan dari negri gingseng itu. Bagaimana tidak jalannya saja sudah sangat indah dan romantis. Jalanan ini di sebut 10 Km, atau jalan Noksan-ro.
🌼🌼🌼🌼
Hamparan ladang di penuhi dengan keindahan, kesuburan bunga Colona. Yang berwarna kuning indah. Pohon bunga sakura pun berjejeran di pingir jalan menambah keromantisan di jalan cinta.
Azka datang di bulan Maret musim semi di Korea.
'Ya Allah. Subhana Allah.
Musim apa pun hanya kau yang memikat hati ku, aku rindu merah jambu, aku rindu cadarmu. Maaf dulu aku pernah menyemburmu dengan buah apel yang ku kunyah. E..h Laila Fariha Aku saranghe.'
__ADS_1
Isi hati Azka.
Walau pandangannya, ke arah bunga yang indah namun. Ia tidak bisa berhenti memikirkan gadis yang duduk di belakangnya.
Om Kim sengaja menghentikan mobil di pinggir jalan di bawah pohon sakura.
Sejenak Azka membuka pintu mobil dan menikmati keharuman dan keindahan bunga di pulau Jeju. Angin bertiup sepoi manambah kesejukan walau mentari sangat terik.
Azka Faisal.
" Mau berfoto, ayolah nikmati ini." Bujuk Azka, Laila malah terharu.
" Kau terlalu mencintaku, dan aku menyakitimu.
Berhentilah mencintaiku kak!." Jelas Laila.
Azka turun mengambil kursi roda lalu membopong Laila, Laila hanya menatapnya, Azka menatap kosong. Lalu mendudukkan Laila di kursi roda lalu mendorongnya.
Yang tahu isi hati Laila hanya Allah. Juga cintanya yang tahu hanya Allah.
Azka yakin akan cintanya dan yakin Laila juga mencintainya.
Namun pengakuan Laila yang sudah mencintai Andre. Membuat Azka mengubur perasaannya dalam-dalam.
" Seperti awan yang tertiup angin. Aku juga akan pergi seiring berjalannya waktu. Merah jambu, kau istimewa Kau cinta pertama dan terakhirku. Entah endingnya aku bersamamu atau tidak, tapi aku lebih memilih sendiri, jika kau bersama Andre.
Aku dulu memang pengecut tapi rasaku tidak sekecut mangga muda, juga tidak asam." Kata romantis jadi canda. Laila membuang muka lalu tersenyum.
" E..h." Keluh Laila.
" Kau kemakan rayuanku?. Baguslah kau harus bersyukur." Tegur Azka sambil melempari bunga sakura ke arah Laila. Itu sangat romantis. Tapi entahlah bagaimana dengan hati Laila.
" Aku bersukur, namun aku tidak ingin merepotkan siapa pun." Jelas Laila yang kembali sedih.
" Aku masih menunggu jandamu." Ucap Azka sambil terus mendorong.
" Kasiannya" Ledek Laila.
"Kalau gitu menikahlah dengan ku." Ucap Azka entah bercanda atau serius.
" A..h, Ya Allah berikan dia gadis yang sempurna. Memang mau jadi bujang lapuk?" Doa Laila.
" He...He.. Akhirnya kau mau bercanda. Tapi jangan doakan aku jadi bujang lapuk. Berdoalah agar aku bisa menjadi suamimu suatu hari nanti" Harapan Azka.
" Ami...n, Terserah Allah yang maha mengatur" Jawab cepat Laila yand sedikit mengantung.
" Aku tidak ingin menyakiti hati orang dengan hubungan keterpaksaan." Jelas Azka. Laila menikmati pemandangan itu. Azka berhenti mendorong.
Azka membuka ponselnya dan sejenak mamandang foto Laila yang ia curi saat di Hotel Shilla.
Laila Fariha. Far
Semoga kalian suka sama visualnya.
__ADS_1
....Bersambung...