Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Akhirnya


__ADS_3

Sampai Jakarta, Azka segera menuju tempat kontruksi, sesampainya di sana benar, Azka masih di dalam mobil, memakai tompel, kumis, dan kaca mata, Azka berpenampilan culun, ia mengirim fotonya ke Laila, Laila tertawa tak henti.


Wanita seksi di depan mata Azka, Laila memanggil dengan vidio call, dan mulai marah-marah.


Karna kamera Azka di tujukan ke wanita itu, Azka tertawa puas, wanita seksi dengan rok mini, baju ketat dan belahan dada yang lumayan besar menjadi tontonan para tukang.


"Ibu hamil tidak boleh ngambek, aku sudah jelek nih."


"Metamet jabang bayik, moga anak cucuku di jauhkan dari begitu, Ya Allah taubatkan gadis itu..." Laila risih tapi mendoakan baik, untuk wanita seksi, Azka tertawa mendengar istrinya yang konyol, Azka berjalan ke wanita itu, sungguh wanita yang tidak malu di tengah-tengah para pria dia berpenampilan hot dan menggoda.


"Bi, lihat dosa tidak di lihat mubadzir." ujar Azka sengaja membuat Laila geram.


"Dasar mata keranjang. Sana lihatin terus biar masuk neraka." jawab Laila kesal, Azka tertawa.


"Ehm Mbak," Azka merunduk, mereka berjarak 2 meter.


"Oh, mas yang arsitek itu ya?" wanita itu memastikan, Azka melempar baju hem kotak-kotak ke wanita itu, wanita itu menerima.


"Maaf Mbak jika berdiskusi dengan saya, harap kenakan itu, mbak boleh seksi di depan siapa pun, tapi maaf jangan di depan saya." tegur Azka.


"Aku tidak mau, gerah. Ini cuacanya panas" ujar wanita itu.


"Oke kalau mbak tidak setuju, cari arsitek lain." Azka sangat tegas, Laila yang mendengarnya.


"I love you ayahku..., biku...," Laila sangat banga dengan suaminya, vidio call di matikan oleh Laila.


Hari demi hari berlalu, seminggu sudah Azka berada jauh dari istrinya, rasa rindu selalu menyiksa dan meranjamnya, Azka menuruni anak tangga.


Tak henti bervidio call dengan istrinya, walau kadang hanya bernyanyi dan melihat gambar, Laila membuka perut buncitnya, terlihat jelas geseran-geseran di perut Laila yang bertanda bayinya bergerak aktif.


Azka memasuki tempat kontruksi yang hampir jadi, tiba-tiba wanita itu memeluk Azka dari belakang, Laila terkejut, Azka menampar dengan keras.


Laila melihat kejadian itu.


"Taubat mbak, sebelum terlaknat. Aku sudah punya istri dan aku bukan om om, yang mudah tergoda." tegas Azka, Laila lega, karna pakaian wanita itu benar-benar minim, seperti hanya memakai bikini.


Padahal tampilan Azka dalam penyamaran.


"Kamu itu sok ya..," wanita itu dengan berani melepas kumis palsu Azka.


"Kamu lupa? Aku ini gadis yang dulu menemani malammu di diskotik." jelasnya, membuat Azka terkejut apalagi dengan Laila, panggilan vidio tidak terputus.

__ADS_1


"Siapapun kamu, aku tidak kembali ke masalalu," ujar Azka pergi dari tempat itu, Laila lega namun ia syok.


"A..., sakit..." teriak Laila tiba-tiba, Azka mengangkat hpnya.


"By, kenapa? Bi?" panggil Azka panik. Azka berlari ke mobil ia melaju dengan kecepatan tinggi, tanpa pamit ia langsung ke Bogor.


Panggilan Vidio terputus, "Apa akan lahiran kan kurang satu bulan.".gumam Azka, Azka menelpon Maminya.


"Assalamualaikum." jawab maminya,


"Wa'alaikumsalam, Mi, bagaimana? Apa mau lahiran?" tanya Azka panik.


"Mungkin iya, karna biasanya bisa maju, bisa mundur." ujar Maminya, "Sudah ya, dokternya sudah datang." jelas Maminya menutup telpon, Azka mengendarai mobil, ia gelisah sambil berdizikir di dalam hati.


"Aduh kok mules," Azka berhenti di Pom bensin ke toilet, namun tak lama ia keluar, dan masuk lagi, ia mengambil nafas dan mengeluarkan secara perlahan. Perutnya mules dan tak bisa di tahan, Azka kembali mengendarai mobilnya.


Hampir dua jam perjalanan akhirnya Azka sampai di puncak. Perutnya sangat mules ia bertahan karna ingin segera melihat istrinya.


[Laila di bawa ke Rumah Sakit Fatimah jalan bantul. ] chat dari Mamanya, Azka segera mencari alamat RS di google.


15 menit akhirnya sampai. Ia merasakan sakit di perutnya, dan tanpa sengaja ia meremat gelungan rambut suster, suster itu teriak kesakitan, Azka juga teriak, mereka kelesotan di lantai, rambut suster itu di jambak sampai gelungannya lepas.


"Ya Allah, lemas aku, ya Allah..., heh, heh," keluh Azka. "Maaf ya sus." ucapnya masih ngos-ngosan.


"Mas sakit." ujar suster itu, Azka membuka dompet


"Maaf Sus, ini tanda minta maaf saya, saya bukan mau menghina, tapi tolong terima." Azka memberikan uang 1 jt kepada suster itu. Suster itu sangat senang,


"Trimakasih Mas." ucap suster itu.


"Aku juga mau di jambak." ujar suster satunya. Azka tersenyum ia segera berlari.


"Mi," Azka melihat Maminya di luar ruangan dengan 3 pembantunya.


"Di dalam." ujar Maminya, Azka melangkah terharu, air matanya berlinang dengan sangat mudah.


Azka masuk ke ruang persalinan ia mencium kening Laila, "Trimakasih." kata Azka Laila tersenyum.


"Bayi Laki-laki Mas." Bidan memberi tahu, Azka sujud syukur, tak lama ia berdiri dan mendekat ke sang buah hati.


Melihat bayi yang merah masih penuh darah Azka, mendekati "Kata Kiai saya jika mengazani saat seperti ini belum di mandikan, bolehkan." pinta Azka kepada Bidan yang membantu persalinan.

__ADS_1


"Walau lahirannya belum genap 9 bulan tapi Alhamdulillah bayinya sehat." jelas Bidan, Azka bersyukur tanpa henti.


Bidan itu memberikan putranya, Azka mengazani, dengan suara merdu membuat haru. Laila sangat bahagia, Papinya datang untuk menengok cucunya.


Saat itulah Sofia berjumpa lagi dengan mantan suaminya, Sofia meminta maaf dan Pras juga meminta maaf.


Azka sangat bahagia, bayinya di bawa bidan Azka mendekat ke istrinya.


"Anaknya cemburu dia syok melihat ayahnya, dengan wanita seksi. Makanya cepat-cepat ingin keluar," kata Laila, Azka tertawa dan menangis.


"Aku tidak tergoda, Allah melindungiku, trimakasih." Azka mencium pipi istrinya.


"Aku tidak merasakan sakit, kalau tahu begini aku mau melahirkan lagi." ujar Laila, Azka melotot.


"Aku menjambak rambut suster di depan tadi. Karna perutku mules, dan saat mendengar suara bayi lega rasanya, rasanya ada yang keluar." jelas Azka, Laila tertawa.


"Lihat Papi dan Mami menyambut bayi kita. Alhamdulillah rasa syukur kepadaMu ya Allah." ujar Laila, Azka tersenyum.


"Alfin Mahbub Qomar, seribu cinta rembulan, itu nama yang ku rangkai, apa kau setuju?" jelas Azka, Laila tersenyum


"Nama yang bagus, trimakasih suamiku." ucap Laila, mereka saling tersenyum, saling menghargai dalam berhubungan


"Trimakasih istriku," Azka sangat bahagia.


"Sekarang sudah bersih biar minum asi dulu ya." jelas bidan.


"Mulai terbagi perhatiannya dengan adanya si kecil, ini pelengkap kita dari Allah. Trimakasih ya Allah, Engkau Maha baik." ucap Azka penuh syukur, ia melihat semua orang yang di cintai tersenyum bahagia.


Tamat.


Akhirnya sampai di sini, aku sudah berusaha sebaik mungkin dalam penulisan, masih belajar, trakasih untuk para pembacaku, trimakasih sudah meluangkan waktunya.


Karya ini sudah ku tulis sejak lama, bukunya sampai kusut dan pulpen yang memudar. Trimakasih Novel Toon sudah membantuku untuk menerbitkan karya ku


di sini.


Dan maaf sekali aku harus off karna sibuk banget, tapi tenang saja, aku akan mampir kok, ke karya kalian para Author yang mendukung ku.


Sekali lagi Maaf dan Trimakasih, menulis adalah hobi jika berkarya harus dengan hati yang tulus, jika ada yang merendahkan jadikan itu kesemangatan oke, karna orang sukses itu butuh perjuangan.


By Ririn Haryani Banyuwangi.

__ADS_1


__ADS_2