Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Pertanyaan Hati.


__ADS_3

 


Semua manusia yang hidup pasti punya cerita kehidupanya, senang, susah,


dan lain-lain. Cuaca hari ini sangat mendung petang.


 


"Ya Allah , Pagi-pagi.......udah mendung," Keluh Azka duduk di kursi makan, dengan dua kaki di angkat ke atas kursi.


" Memang nya kenapa den, ?" Tanya bik Imah.


" Ya, susah aja, Astagfirullah,. Aku ini ngeluh saja bisanya" Sadar Azka sambil memutar gelas kopinya.


" Alhamdulillah sadar,." Ucap tiba-tiba Laila.


" Kau ini apa sih!, selalu datang tiba-tiba apa?..enggak jadi!" Kata Azka tak lanjut.


" Kamu gak kuliah, ?" Tanya Laila dengan pakaian yang sudah rapi.


" Kepalaku pusing tujuh KK, kau cepat berangkat " keluh Azka, berdiri, berjalan, lalu berbaring di sofa. Wajahnya terlihat pucat.


" Eh, Merah jambu sana pergi, aku tau kau mulai kuwatir, jika lama-lama berdekatan, darahku akan mengalir gemrucuh seperti air terjun." Azka membuka ponselnya.


" Apa maksudnya,? kau jatuh hati...👉💖" Laila menyatukan jari-jari menjadi love.


" Awas 💔 klek, ya...h patah broken qulub (patah hati), " Ledek Laila.


Azka melempar bunga mawar di depannya.


" Dasar, pergi sana!" Bentak Azka.


"Du du du du du , ..Jangan PD naik dua tingkat dehc," Lanjut Azka, Laila pergi dengan menutup telinganya.


"Tapi aku yakin dua persen, lima persen ,.100 persen, jika hati mu bisa klik kepada ku," Kata Azka setelah Laila tak terlihat, dengan nada tinggi lalu merendah ,dia tertawa sendiri.


"Aku merasa kasian sama aden!, " Tegur bik Imah .


"Baru ini orang kaya di kasiani, ayo tertawa bik!," Mereka tertawa.


"Ini adalah tawa tanpa tau, apanya yang lucu" Kata Azka langsung diam.


"Aden aden, walau begitu aden segalanya dan kebahagiaan untuk Kami," Ucap sedih bik Imah.


"O....So Sweet,. " Lebay Azka


"Den saya ke belakang bantu bik Jah,! " Pamit bik Imah, Azka mengangguk.


" Ya Allah trimakasih, engkau mengirim banyak orang-orang baik di sekitarku,"


Azka memutar musik , lalu memejamkan mata , Ia teringat Andre mencium Laila ,.


Ia berdiri ke kamar mengambil celana panjang dan jaket, tanpa di pakai ia lari menuju mobil.


"Pak Ahmad!, cepat pak,! tidak usah ganti baju Pak," Azka kuatir .


"Iya den, !" Masuk mobil lalu bergegas ke Kampus.


"Ngebut pak!, ngebut," Desak Azka.


"Den, sangat pucat kok nekat ,?" Tanya Pak Ahmad ingin tau.


"Perjuangan, demi sesuatu yang berharga Pak" Rasa kuatir Azka.


"Perasaanku tak karuan,

__ADS_1


Ya Allah lindungi Laila" gumam Azka.


Azka memakai jaket dan celana.


sampai di kampus, Ia lari tergesa gesa ke Kelas. Matanya mencari Laila tidak ada, lalu menelpon Salwa.


"Mbak minta nomer telpon Laila " Ucap Azka.


Laila berdiri di depannya dan memanggil


"Kamu !" panggil Laila.


Azka mematikan telpon nya ,


"Lega.." Kata Azka pelan lalu pingsan.


Laila panik dan membawanya ke Poskes Kampus,.


dua belas menit berlalu , Azka sadar.


"ini benar benar gokil mau menyelamatkan , malah di selamatkan , parrah" Gumam Azka,.Laila melihatnya , Azka pura-pura .


"Udah bangun , gak usah merem lagi ! gak cocok jadi Artis, " Ujar Laila ngeledek Azka.


'Aku malu pada diriku sendiri, ini benar-benar memalukan di sertai menyadihkan!'


"Kata Pak Ahmad ada sesuatu, ? apa, ? " Tanya Laila, membuat Azka gugup.


"Apa!, aku hanya ingat ada hal penting" Saut Azka dengan cepat, agar Laila tidak banyak bertanya.


"Nggak usah kuatirin aku,! kan ada pak Adi, " Jelas Laila.


"Aku gak nguatirin kamu !" Azka mengelak


"Ya udah, pulang gih!, kamu pucat seperti vampir, Vampir jika keluar di siang bolong akan meleleh." tegur Laila.


" Kau aneh" Laila membelakangi Azka.


" Wa..!" Azka mencoba mengageti.


" Garing seperti peyek,"


Laila tersenyum miring.


" Awas tersandung aku," kata Azka, Laila berfikir.


" GR mu itu lo, nggak usah menghayal tinggi tinggi kalau jatuh , mak gede bug..AU" Ledek Laila.


" Bilangin sama Azka, jangan terlalu halu, dan fokus trala la " Kata azka ke Laila tapi untuk Azka. Laila tertawa.


"Kak Azka yang guanteng dan paling muda satu rumah, fokus bukan tralala, tapi kuliahnya di fokusin," Tegur Laila.


" Iya, jika aku fokus, aku tak akan menganggapmu, ingat itu!," Ucap Azka.


" Aku semakin gila jika di sampingmu" Keluh Laila.


" Kepala ku pusing aku mau pulang,


kamu hati-hati, dan jaga hati, kalau ada


apa-apa panggil pak Adi" Suruh Azka.


"Oke den Azka " Hormat Laila ,


Azka di tuntun pak Adi,.

__ADS_1


Mereka masuk mobil, lalu pulang


dengan pak Ahmad.


Wajah Azka sangat pucat, lemas Ia memejamkan mata.


" Keadaan seperti ini membuatku sangat jengkel dan ingin mengamuk,.


Setiap aku sakit aku hanya ditemani para penghuni rumah megah,.


Bukannya orang tua, dan muncul pertanyaan dalam hati, kenapa, ?kenapa,? dan kenapa,?. Apa aku harus menuruti kata Laila untuk mencari tau alasan mami dan papi,? apa aku yang terlalu egois,?.


Apa aku yang keterlaluan minta di perhatikan , atau apa....? .


Semua pertanyaan membuat aku semakin sakit. Dan apa aku harus iklas, dengan perlakuan mami papi, aku sudah memaafkan. A...h tidak, aku minta waktu satu hari saja mereka tak meluangkan,.


Tapi aku harus cari tau alasan


kenapa mereka pisah, Azka ini udah belasan tahun mana mungkin ada bukti yang tersisa, bicara sama mami masalah uang,


papi gak pernah bicara sama aku, apa semalang ini nasib mu, dasar pria malang kau Azka."


Air matanya meleleh dengan mudah membasahi punggung kursi mobil.


" Aden punya teman untuk di ajak ngobrol, jangan ngomong sendiri to den!" Bujuk pak Ahmad.


"Den gak papa.?" Tanya pak Ahmad.


Azka sama sekali tak bergeming , membuat Pak Ahmad kuatir .


"Aden, aden !" seru pak Ahmad tak berhenti memanggil.


"Kita kerumah sakit ya den!" Bujuk pak Ahmad.


"Tidak usah, belikan boneka Spongebob yang besar dua, pasti nanti enakkan" jawab deng suara tanpa daya


"Oke den, baik !" memang aneh tapi membuat pak Ahmad semangat karna Azka mau bicara.


Bagaimana pun pak Ahmad dan bik Imah pasangan suami istri yang merawat Azka dari bayi.


Azka membuka mata mencoba nelpon


Maminya tiga kali tidak di angkat.


" Aku mengalah, tapi sikapnya seperti ini, aku harus bersikap sabar. Siapa tau aku bisa menemukan semua jawaban soal-soal kehidupan di masa lalu,. Tapi jika jawabannya lebih mengecewakan aku akan lebih parah dari ini, aku membangun hidup sendiri sudah lama, Aku takut jika mengetahiu alasannya, aku akan terluka lebih parah,." Azka selalu menggerutu.


" Pak Ahma....d" Teriak Azka,


mengagetkan pak Ahmad.


" Syok aku, hu hu." Pak Ahmad, memegang tempat jantungnya.


Azka teriak sekencang kencangnya lagi.


"A......a..........a....." Teriak Azka


"ya Allah den !" Kaget pak Ahmad.


Mata Azka terbuka lalu berkata


"pak Ahmad, kenapa aku bodoh sekali, pak Ahmad hidup denganku sudah sangat lama. Kenapa aku gak pernah kepikiran untuk tanya ke pak Ahmad." Azka duduk tegap dan berpegangan di punggung kursi pak Ahmad.


"Soal apa den,?" Penasaran pak Ahmad.


"Dulu aku tidak ingin tau, tapi sekarang aku ingin tau apa alasan Mami dan Papi

__ADS_1


bercerai,?" Tanya Azka yang penuh tanda tanya.


....Bersambung...


__ADS_2