
Senja berlalu mentari tenggelam datang waktu malam, malam cerah beribu bintang di temani bulan sabit. Ba'da Magrib Azka dan Laila pergi menuju rumah Imam masjid Arrahman South Jeju Korea.
Tangan Azka mendingin ia mencoba rillex, sambil mengklik-klikak jari-jarinya. Kakinya bergetar ia sangat gugup dan gelisah.
" Aku sudah berwudlu. Adakah bacaan agar tenang perasaanku, lihatlah kaki heboh bergetar," tanya Azka tak menoleh ke Laila." Rijlon kenapa kau sangat jujur, nanti ketahuankan kalau aku grogi." Gumam Azka berusaha menahan kakinya agar berhenti bergerak. Om Kim tertawa ringan melihat tingkah Azka.
" Membaca solawat kepada Nabi." Jawab cepat Laila dengan raut jawah yeng tidak enak di pandang.
" Kau marah?." Tanya Azka melihat dari kaca kecil di atasnya.
" Tidak." Laila memandang ke luar kaca.
" Terlihat jelas ada dua tanduk setan di keningmu." Ujar Azka.
" Mana tanduknya?"
" Kalau orang marah ya tidak bisa melihat tanduk kemarahannya. Iyakan, Om?" Ceplos Azka ringan.
" Aku tidak marah, tapi entahlah." Laila mendesahkan nafas berat yang seperti melepaskan baban dari hati dan fikirannya.
" Ini bukan kesengajaanku Laila, aku memang mencintaimu, tapi" Azka belum selesai.
" Kau menjelaskan ini berkali-kali aku percaya, kau akan membahagiakanku, dan buktikan 7 hari lagi." Jelas Laila meminta Azka mengembalikan dia ke Andre.
'Inilah yang membuat aku galau, seribu bahasa, antara bahagia tapi Maksiat atau sedih tapi mencegah dosa. Ya Allah Engkau memberi posisi tersulit dalam hidupku. Di sisi lain Laila dan sisi lain Engkau. Aku bimbang dalam kenyataan.'
Isi hati Azka yang bingung.
" Aku tahu kau tidak akan melepasku..., kau akan berbohong!." Ucap Laila.
" Merah jambu demi Allah aku bingung, aku tersiksa, cinta bukan pemaksaan, aku juga tidak ingin memaksamu. Mencintaimu tanpa memiliki itu cukup untukku. Percayalah kepadaku Merah jambu, sampai cuaca di sini membaik aku akan mengantarmu ke Seoul. Soal Mas Asfi itu urusanku, soal dosa juga urusanku, karna ini semua salahku." Perkataan Azka yang jujur membuat mata om Kim berkaca-kaca melihat ketulusan cintanya. Namun berbeda dengan Laila mungkin tidak ada cinta yang tersisa dari 2 tahun lalu.
" Aku percaya." Singkat Laila.
'Sungguh ini menyakitkan Ya Robb, semoga Engkau mengampuniku..., rasanya aku sudah lelah dan putus asa, lebih baik sendiri dan terus bersama dengan penghuni rumah, menghusyukkan diri Beribadah kepada Engkau. jika cinta adalah gelora yang mendamaikan hati, aku akan dapat walau tidak bersama Laila..., cinta dari Mami Itu cukup.'
Azka merunduk air matanya berlinang dengan mudah ia segera menghapus air bening itu.
" Maafkan aku kak Azka. Aku benar-benar tidak bisa." Terus terang Laila dengan suara terpecah, mungkin saja hati Laila terluka lebih parah, kembali lagi yang tahu isi hati Laila si merah jambu adalah Allah SWT. Perkataan itu manambah luka hati Azka.
" Tidak apa ini rencana Allah." Ucap Azka berusaha tegar.
Mereka Sampai di dekat rumah Imam masjid Arrahman, dan harus berjalan sebentar. Sekarang di Korea sudah banyak orang yang beragama islam, di Jeju pula.
Mobil berhenti di depan rumah khas Korea. Ternyata rumah Imam dan Masjid tidak terlalu jauh, hanya berjarak 300 Meter. Rumahnya berada di belakang Masjid.
__ADS_1
Azka membuka pintu mobil, lalu mengambil kursi roda di jok. Lalu membuka pintu tempat Laila duduk.
" Kak..., ini akan menyakitimu..." Keluh Laila dengan mata memerah, ia memandang mata Azka, mata yang bening mata yang tersirat banyak cinta untuk merah jambu.
" Cara ini mencegah dari dosa untuk sementara, aku ingin menebus kesahalanku karna telah membawamu. Aku akan merawatmu dengan menutup kedua mataku, agar kau tahu bahwa aku mencintaimu bukan karna ingin memilikimu. Kau juga tidak ingin merepotkan istri Om Kim, jadi kita turuti maunya Mas Asfi. Setelah itu aku turuti maumu." Jelas Azka lalu membopong Laila.
Perasaan Azka tak karuan cintanya semakin menyebar ke aliran darahnya, 'Perasaan yang hebat SubhanaAllah'. Ia melemas lalu menurunkan Laila ke kursi roda, ia mendorongnya, menelan ludah dan memandang kosong. Ia segera membuang rasa yang aneh lalu fokus ke Laila.
" Kak, aku bertrimakasih atas kebaikan mu, aku tidak bisa berkata-kata, kau pantas bahagia dengan gadis cantik dan menawan, yang sempurna fisiknya. Jadi aku mohon berhenti menyiksa diri dan berhenti menungguku. Tolong..., setelah satu minggu atau lebih, setelah pernikahan ini berakhir carilah wanita yang dapat mengobati luka hatimu, sembuhkanlah laramu." Tegur Laila sambil mengusap jari tangan Azka yang mendorongnya, sentuhan lembut yang hanya hitungan detik, Laila masih berusaha meyakinkan Azka agar dapat mencari penggantinya.
" Jika aku bisa mencintai..., dari dulu aku banyak uang, jika aku berniat untuk membeli gadis itu mudah!, tapi aku tak bisa melakukan itu karna aku menghargai mereka dan akan ada dosa yang membelenggu. Cinta tidak bisa di beli maupun menjalani dengan terpaksa. Biarkan saja seperti ini, semua akan mudah pada waktunya. Namun aku berdo'a semoga Allah menyatukan kita di surga." Azka masih mendorong dan menikmati semilir angin sedang namun terasa dingin.
" Kak Azka..." Panggil ringan Laila.
" Iya, kenapa?"
" Kakak yakin? dengan pernikahan sebentar ini, jika takut dosa jangan di lakukan, ini saja sudah berbuat dosa, Ya Allah. Astagfirullah." Laila ragu.
" Walaupun aku butuh! untuk merawatku, rasanya aku jahat karna hanya memanfaatkankan kak Azka." Keluh Laila menyadari sikapnya.
" Kau tidak memanfaatkanku, ini juga cara agar mencegah dari dosa besar, walau akhirnya istriku bersama orang lain juga akan ada dosa. Ini salahku. Merencanakan sesuatu untuk tahu perasaanmu, namun ternyata situasi sudah berbeda. Kau cinta pertamaku dan terakhirku, jika ada orang yang datang kepadaku aku sudah menutup rapat hatiku. Aku tidak memaksakan cintamu, jadi jangan menyuruhku untuk mengisi kekosongan hatiku dengan orang lain." Tegas Azka menarik nafas panjang lalu mengeluarkan pelan nafas itu.
" Kau mau ijab qobul dengan bahasa apa?" Tanya Azka membuat Laila mengangkat kepalanya dan sebentar melihat Azka.
" Izinkan aku mengucap Ijab Qobul seperti yang kau mau." Lanjut Azka.
" Itu mudah aku sudah menghafal sejak di Pondok. He..., aku tak banyak belajar, aku hanya menghafal yang menurutku penting, menikah juga penting, tapi aku hafalan untukmu. Satu lagi ilmu tak bermanfaat, jika orang itu ahli ibadah, ahli tahajjud, ahli dzikir, semua amalan tidak deterima jika manusianya punya dendam, benci, bermusuhan, mencacimaki orang, aku menyimpulkan kita harus lapang dada dan memperbaiki diri, mengoreksi diri. Masalah harta kekayaan juga, asal uang yang di miliki untuk kebaikan di jalan Allah itu juga akan memasukkan orang kaya di jalan surga, walau di hisab terakhir. Namun yang di perhitungkan di timbangan padang mahsyar, adalah solat. Ya seputar itu sangat sedikit. He....,Ya Allah...., kau hebat bisa memaafkan Andre. Karna minta maaf dan memaafkan itu tidak mudah." Kata-kata Azka penuh dengan nasihat.
" Aku memaafkan karna dia juga manusia biasa." Ucap Laila.
Mereka sudah di depan teras Imam masjid, om Kim dan Imam berbicara bahasa Korea yang tidak di mengerti bahasanya.
" Oppa..., saranghae," Bisik Azka ke Laila, Laila tertawa mendengar kalimat itu.
" Apa artinya para penghuni rumah sering, tawa-tawa dan berkata, Oppa saranghae!" Lanjut Azka dengan nada lucu.
" Mungkin aku cinta kamu."
" Sungguh?" Azka tertawa lepas.
" Kak aku hanya mengartikan." Tegas Laila.
" Biarkan aku menikmati ini, itu gurauan yang bisa sedikit menyembuhkan luka." Jawab Azka berdiri di depan Laila.
" Jangan bilang aku PHP." Sahut Laila.
__ADS_1
" Pemberi harapan palsu. Oppa saranghae😂😂😂" Sepertinya Azka benar-benar bahagia dengan kata itu.
Laila ikut tertawa ringan dan menutupi bibirnya dengan tangannya.
" Alhamdulillah...." Teriak Azka puas.
" Bersyukur untuk?" Tanya Laila
" Merah jambu akhirnya tertawa." Jawab Azka.
Imam memanggil mereka, mereka mengucap salam lalu duduk di ruang tamu, sederhana milik imam.
" Saya sudah menjelaskan, Imam ini bernama Ahmed fattah ahli bahasa Arab, kamu bisa bahasa Arab?" Tanya om Kim.
" Bisa." Tegas Azka lalu memanggil Asfi dengan vidio call.
Di vidio sudah berkumpul saksi bisu cinta keduanya, Salwa, mami Sofia, Asfi dan para pegawai rumah Azka. Mata Laila memerah haru melanda Laila menangis. Azka memeberi sapu tangan.
Laila menghapus air matanya. Om kim membawa cincin polos dan satu berlian di tengahnya dan mukuna dan Al Qur'an yang di bentuk merpati berdua. Sungguh indah mahar nikah walau sederhana.
Setelah berbincang-bincang dengan Om Kim. Imam Ahmed berbicara dengan Asfi. Sepuluh menit berlalu. Imam Ahmed akan menjabat tangan Barok. berbahasa arab. Dengan suara lantang dan jelas Imam Ahmed.
" Ya Akhi Azka Faisal ankahtuka wajawaztuka
Makhtubataka uhkti Laila Fariha alal mahrin hallan."
" Qobiltu nikahaha watazwi jaha bi mahrin madkur hallan." Ijab yang di ucapkan Azka sangat jelas. Serempak yang di dalam Vidio dan call teriak " Sah..." Mereka bahagia.
Wali Laila yaitu Asfi langsung berdoa untuk kelanggengan dan barokah pengantin.
" Barokallahu laka wa jama'a bainakuma fi hkoir. Barokaallahu likulli wahidin min kuma shoo hi bihi wajama'a baina kuma fi Khoir."
Artinya:Berkah Allah(semoga tercurahkan) bagimu. Dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. Berkah Allah bagi masing-masing kalian berdua atas pasangannya, dan (semoga) Allah mengumpulkan kalian dam kebaikan.
Kedua pengantin mengangkat tangan dan berkata "Amiiin, Amiiin"
" Dengar Azka & Laila pernikahan adalah ibadah yang begitu suci, karna di gambarkan dengan kata mitsaqon ghalizha yaitu janji yang sangat agung. Jangan mengingkari pernikahan. Takutlah kepada Allah Laila aku takkan merestui kamu dan Andre, jika kau melanggar kau akan menyesal di dunia dan di akhirat." Nasihat dan tegiran Asfi membuat Laila merunduk.
' Robbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrotaa'yun wajaalna lilmuttaqina imama.
(Ya Tuhan kami, anugrahkan lah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai kebahagiaan hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang (anggota keluarga)yang bertaqwa.)
Ya Allah hamba ingin mempertahankan pernikahan ini, hamba tidak ingin pernikahan suci ini berakhir begitu saja, namun semua adalah rencanaMu Ya Robb. Satukan kami di surgaMu yang kebahagiaanya abadi Amiin Ya Robbala'lamiin.' Doa Azka dalam sanubari.
Namun pengantin ini sangat terbebani. Hati Azka ada 10 persen rasa bahagia, dan 90 persen rasa bimbang, cemas, bingunh, galau dan seperti es campur aduk.
__ADS_1
....Bersambung....