
Begitu indah bumi ini, beragam-ragam yang menempati bumi, dari manusia, hewan, tumbuhan.
Alam semesta memang menajubkan, begitu banyak hiasan-hiasan, yang di ciptakan Tuhan Yang Maha Esa.
Subuh berlalu, datang mentari pagi yang menguapkan embun-embun pagi, semilir angin shoba pun terhembus, semilir yang sangat menyejukkan, angin pagi yang di kirim Allah dari kenikmatan surga. Azka pergi ke meja makan.
"Den, ada sesuatu,.?" Bisik Pak Ahmad.
"Kok seperti mengerikan,
saya merinding, Hi.. " kata Azka mengusap leher belakang.
"Ada surat dan titipan neng Salwa!". Pelan Pak Ahmad.
"Surat?!" Azka penasaran " Pak Ahmad naroknya di mana?".
"Di kamar kesayangan aden." Jawab Pak Ahmad.
Azka lari sangat kencang ia menuju kamar yang ada ruangan terbuka dan di hiasi alam buatan, tempat ngobrol ia dan Salwa menceritakan kehidupannya masing-masing, dan sedikit kenangan Laila.
"Den!! " teriak pak Ahmad mengikutinya.
Azka menghentikan langkahnya.
"Apalagi Pak?, udah penasaran aku!" Toleh Azka tapi tak sabar.
"Se...k ambekan dulu (bernafas) ,.hueh.., di bawah kursi dekat pohon sakura." Kata Pak Ahmad dengan suara tersengal-sengal.
Azka lari dengan sangat cepat, maklum dia waktu umur delapan sampai lima belas tahun, ia sering ikut olimpiade lari maraton jarak dekat maupun jauh.
Ia membuang nafas, berjalan pelan sebentar, lalu mencari dan sedikit mengobrak abrik.
"Ini dia!" Azka membuka, kotak berwarna kuning dengan bungkus Spongebob. Ia tersenyum tipis melihat kotak itu.
"Om Azka.." Tulis di kertas, seperti foto, Azka membalikkan foto, gambar bayi yang mungkin anak Salwa.
"Imutnya.!!." Gumam Azka.
Azka membuka satu persatu. Ia mulai membaca.
Surat.
[ Assalamu'alaikum. Kau hilang kemana Azka, apa kau di telan bumi?, atau di makan raksasa?, atau di sembunyikan awan?, atau terbang bersama angin?. Itu bercanda tapi tidak lucu, setiap bulan aku datang, usia kandungan ku saat ini lima bulan, aku rindu kamu, adik angkatku penggemar Spongebob, jika kau kembali balaslah surat ku ,]
Melipat surat.
Azka matanya berkaca-kaca, terdengar hembusan nafas yang terasa sakit fi hati,.membuka lagi dan membaca.
Surat.
[ Assalamu'alaikum,. Aku tersiksa rindu, kekonyolanmu, tangisanmu, ketawamu, dan tinggah jaimMu,.
Azka kau pergi dengan rahasiamu, rahasia yang hanya satu namun banyak arti, jika kau datang, akanku beri tau sesuatu!, apa kau tau, bayi di kandunganku kini usia enam bulan, tapi kau menyiksanya dengan rasa. bayi juga merindukanmu, datanglah, kalau tidak ibu bayi akan menangis .]
Melipat surat.
Azka meneteskan air mata, dadanya terasa sesak, ia mengambil nafas panjang lalu menghembuskan secara perlahan, lalu lanjut membuka surat ke tiga.
Surat.
[Assalamu'alaikum, Halo Om Azka usiaku tujuh bulan di perut ibuku. Sudah selama ini kau tetap tidak menganggapku , kau tega menyakiti Mbak, juga tidak menjawab
salamku kau berdosa, karna menjawab salam wajib Azka. kapan kau akan datang dan mencari ku, ya sudah kalau begitu."]
Kembali melipat surat.
"Maaf Mbak! " Dengan suara berat Azka membuka surat yang empat, air matanya terjatuh di kertas surat.
Surat.
[ Assalamu'alaikum, Hay om brow, kini aku delapan bulan salam bayi di perut ibu.
Aku masih berharap Azka, berharap kau membaca dan membalas suratku, kau kemana Azka!, di mana dirimu, aku benci tapi aku ingin selalu mengirim surat, Aku kecewa kau putus asa,.
putus asa karna cinta, yang kau pendam,
kau harus berusaha menghadapi masalah, jangan seperti anak kecil, lari tanpa tujuan,
aku kau tidak ke Paris, namun aku tidak tau kau bersembunyi di mana!?".]
Melipat surat.
Azka menakkan wajah dan berfikir.
"Apa maksud mbak Salwa." pertanyaan Azka bergejolak di dalam hati. Azka membuka surat yang ke lima.
Surat.
[ Assalamu'alaikum Om Azka, aku sudah lahir ke dunia, aku tampan sepertimu, aku lucu sepertimu, tapi aku tidak penakut sepertimu, yang kabur meninggalkan masalah, aku tidak mau jadi seperti Om Azka
yang cemen !,.
Azka ada rahasia yang Laila tidak ingin kamu tau, jika suatu saat kau membaca ini, maka berusahalah mencarinya,. Belajarlah menerima kenyataan dengan lapang dada, kau pemuda pemberani namun jika di
__ADS_1
rumahmu sendiri. Hidup berlanjut kau harus maju jangan berdiam diri di tempatmu berdiri sekarang,. Aku harap kau
mengerti maksudku]
Itu surat terakhir.
Azka terdiam dan berfikir sejenak, setelah itu tanpa berfikir panjang, ia meletakkan kotak dari Salwa, dia berlari ke parkiran mobil, walau hanya dengan kaos putih dan celana bawah dengkul, ia terlihat keren dan berkarisma.
Azka membuka mobil, ia masih troma jika menyetir .
" Ini masalahku, harusku selesaikan sendiri, masa aku di olok anak bayi ini memalukan , Bismillah " Azka membuka pintu mobil spotr warna merah, sudah hampir dua tahun dia tidak mengendarai mobil maupun motor, karna masih sangat troma dengan kecelakaan yang dia alami sampai kekasih Salwa meninggal .
Ia menyalakan mobil lalu perlahan menginjak gas, mobil berjalan, dengan sangat hati-hati , Azka mulai terbiasa .
" Laila, si merah jambu aku tak pernah bisa melupakanmu sedikit pun, kau hadir di mimpiku, pejaman mataku, hayalanku, tidak tersirat di benakku untuk tidak mendatangkanmu, sekarang aku merasa menjadi Qais, yang gila karna cinta.
Bedanya aku minta perlindungan Allah agar tetap sehat akal fikirku, mencintaimu dengan sewajarnya, untuk kebahagiaanmu dan mengiklaskanmu untuk orang lain,.
Aku menjalani ini semua sangat sulit Laila, cinta benar-benar magic, dan seperti biasa aku bicara sendiri, ini menyedihkan ." Azka memutar lagu Armada awas jatuh cinta.
Tolah toleh mencari rumah Salwa,.
" Itu.." Azka membuang nafas , lalu memarkirkan mobil.
Mematikan tip mobilnya, keluar mobil, mengusap wajah lalu berjalan ke rumah Salwa, yang sudah terbuka pintunya.
" Bismillah huh," Azka memberanikan diri, meregangkan otot-otot kaku.
Azka berdiri di depan pintu, mengetuk pintu.
" Assalamu'alaikum! " Azka mencoba rilex.
" Wa'alaikumsalam , " suara dari dalam rumah Azka membalikkan badan ke halaman yang banyak di tanami bunga, karna ia sangat inggat betul Salwa sangat suka bunga apapun.
" Siapa ya..?" Suara wanita memanggil.
" Azka..?!" Kejut wanita itu bahagia dengan mata berkaca-kaca.
" Aku datang mbak !" Azka memajukan
tangannya hendak berjabat tangan.
" Belikan dulu aku oleh-oleh !, " Tantang Salwa.
" Baik! " Azka berbalik badan hendak pergi.
" Kau serius sekali, di mana Azka
yang dulu? ?!" Tegur Salwa Azka berbalik ke arah Salwa.
Salwa tertawa sambil menepuk lengan Azka. "Dasar, kemana saja kau, tega! jahat?." Belum selesai Azka menyahut.
"kejam!, dari pada di marahi mbak, mending memarahi diri sendiri,. " Jelas Azka.
Mereka tertawa .
"Ayo masuk, silahkan cium tanganku " Canda Salwa.
"Karna hormat!, maklum Mbak sudah tua ha ha ha" Terlihat jelas Azka bahagia.
"Dasar!, lihat ponakaanmu " Kata Salwa ,Sambil menunjuk ke keranjang bayi " Dia bayi tampan dan kaya! " Beri tahu Salwa.
" Bayi kok kaya!," Ucap Azka.
"Dapat warisan dari Omnya " Jelas Salwa
" Om, suami Laila " Ucap Azka, mengelus pipi anak Salwa, yang masih di ranjang.
" Ya, kalau kamu mau jadi suami Laila?!" Ceplos Salwa membuat Azka melotot dan tidak tahu fikirannya melayang kemana.
" Kayanya sisa warisan darimu, yang belum Mbak kembalikan jaman pernikahan dulu, Mbak tabungkan untuk
Azka kecil, sekarang udah ketemu akan segera Mbak kembalikan! "Lanjut Salwa.
" Anggap saja itu hadiah untuk si kecil" Jelas Azka.
" Mbak!, Laila gagal nikah mbak?" Azka memberanikan diri untuk bertanya .
" Duduk, " suruh Salwa sambil membawa toples makanan ringan, dan minuman.
" A...h kepo, mau jadi calon Omnya Azka ?" Ledek Salwa, Azka minum dan semakin tidak mengerti.
" Wajahmu parno, tegang sekali, santa..i Azka Aku masih tak percaya, adik konyolku datang setelah melarikan diri dan membuang semua dari penerbangan Jakarta ke Banyuwangi aku di beri tahu Pak Ahmad, kau buang di mana cintamu?" Tanya Salwa, sambil mengendong anaknya .
" Dia Azka kecilku " Salwa duduk.
" Sepertinya nama ku terlalu fenomenal," Azka belum selesai Salwa mencubitnya.
" Au .sakit mbak,. Dimana Mas Asfi ? " Tanya Azka.
" Mas Asfi atau Laila ?" Ledek Salwa.
" Kau belum menjawabku, kau tinggalkan dimana cintamu" Salwa serius.
'Dimana Laila, Mbak Salwa dari tadi hanya memberi teka teki, aku kan gengsi kalau harus bertanya!.'
Fikir Azka.
__ADS_1
" Masih singgah dalam hati, dan tidak bisaku buang, atau ku tlantarkan di bandara, aku tidak tega, meninggalkan cinta, walau jika aku tetap membawanya hatiku terus sakit!" jawaban Azka yang sulit di fahami.
" Mas Asfi kerja , dan......"
" Da....n, apa mbak?, serius dong Mbak!" Bujuk Azka sangat penasaran.
" Laila pergi mencari jalannya!" jawaban yang menambah pertanyaan beruntun di hati Azka.
" Maksud Mbak?, yang jelas Mbak jangan menggantung," Bujuk Azka.
" Jadi dia menyuruh Mas Asfi,
untuk berpura-pura memberi kabar kalau dia akan menikah, " cuplikan Salwa, sangat membuat Azka bingung dan bengong.
" Dia tidak akan menikah, dia yakin kau mencintainya, setelah pulang dari kampus waktu itu dia mengalami kecelakaan hebat, dan memutuskan menjauhi mu !"
"Ya Allah .," saut Azka dengan sura terbata-bata.
" Dia sengaja menyuruh mas Asfi menyembunyikan, membuat janji untukku agar tidak cerita kepadamu!. Dalam keadaannya dia tidak mau di kasiani , dia lumpuh Azka, tidak bisa berjalan he..😥😢hiks .. setelah kau pergi.
Lima bulan dalam keterpurukan,
kesedihan, ketika aku dan mas Asfi ke rumah sakit, dia pergi entah kemana, tanpa apapun, kami mencari sampai saat ini, tak bisa ku bayangkan bagaimana dia bisa hidup tanpa kaki yang tak bisa bergerak!." sedih Salwa, dengan bercucuran air mata.
" Pasti sangat menyakitkan!" Lirih Azka dengan menghapus air matanya.
" Baru tiga hari lalu di memberi kabar sudah menemukan jalan yang terbaik,
Azka!, jika kau masih mencintainya tolong cari dia, kejar dia, dapatkan dia, yakinkan dia,
kamu bisa Azka Mbak yakin, karna kamu cinta pertamanya. Dia sangat mencintaimu, tapi dengan keadaanya dia tidak ingin kamu berkorban!" Cerita yang membuat Azka menanggis sedih dan sakit hati.
" Kenapa?, dia egois, kenapa dia yang berkorban, he..he ,... Tapi sekarang dia
dimana mbak ?" Azka menghapus air matanya.
" Mbak tidak tau, mas Asfi juga tidak tau! " Tangis pecah dari Salwa.
" Dia gadis lugu, entah kemana arah membawanya, dengan siapa dia,
sedang apa?, sudah makan apa belum?, he...he hiks..
kami tersiksa Azka!, berjanjilah pada Mbak kau tidak akan menyerah lagi!,." Tegas Salwa meyakinkan Azka lalu mengusap air matanya.
" Aku berjanji akan mengejarnya walau ke ujung dunia, lautan akan terbangi dengan pewasat! " .
Salwa tersenyum mendengar ucapan Azka.
" Kau masih bisa bercanda ".
" Kalau berenang aku tenggelam mbak!, kalau naik kapal terlalu lama, iya to. Azka junior" Colek Azka ke putra Salwa yang umurnya masih empat bulan .
" Tunggu !! " Teriak Azka, Salwa terkejut .
" Mbak gak budeg Azka !, keras sekali!" Saut Salwa menceples lengan Azka.
" Mami kemarin bilang, punya teman pelukis lumpuh, namanya Fariha, apa mungkin ?! "
" Laila Fariha, malam yang bahagia, iya betul Azka, tapi bertemu dimana
Mamimu dan Laila ?" Salwa penasaran dan terus berfikir.
" Di Paris " ucap cepat Azka.
" What!, dalam keadaannya tidak mungkin dia pergi sejauh itu?, apa ada seseorang membantunya, dia uang saja tidak punya, dan tidak pernah meminta ke Mas Asfi " Lanjut Salwa terkejut dan bertanya-tanya.
" Tapi ada kemungkinan kecil, Laila sudah menjadi pelukis terkenal di Paris , kalau itu benar Laila !?, " Jelas Azka tapi juga ragu.
" Mbak tenang aku akan mencarinya, aku pamit Mbak, nomer WA mbak masih sama kan ?" Azka berdiri .
" Iya masih samab! ," Jawab pelan Salwa yang terlihat di raut wajahnya masih berfikir.
" Mbak, yakin dia selalu di lundungi Allah, aku mendoakan kebahagiannya setiap malam, di solat malamku, " Tenang Azka berdiri .
"Aku kan cuinta sejatinya, Doakan Mbak!.." Gurau Azka sedikit GR.
" Amiiin, semoga Allah menyatukan kalian ," Doa Salwa.
" Amiiin ami...n, ya sudah, cowok keren pamit dulu, " Lanjut Azka, meraih tangan Salwa, Salwa tertawa.
" Kamuh bisa saja!" Sambil cubit Azka.
"Azka junior calon Om pamit dulu!" Azka mencium pipi Azka kecil.
"Assalamua'alikum Mbak !" Kata Azka berjalan keluar, masuk mobil, memutar lagu Armada, langsung Go home.
" Gadis merah jambuku, sekarang aku sudah tau perasaanku tidak sepihak, semangatku membara, ternyata kau juga mencintaiku, mengetahui kau mencintaku aku merasa tertimpa berjutaan cinta, aku semakin majnun , ha ha ha...😂😅
Aku akan mencarimu dan mendapatkanmu, karna tidak ingin merepotkan ku!, kamu tega membohongiku. Aku kembali membersihkan namamu yang sudah sedikit buram akan ku jelaskan kembali, hingga di setiap tempat, ruang dan sudut di hatiku, nama yang tak akan pernah terhapus, aku belajar mencintai sewajarnya seperti cinta pemuda pemudi lainnya, Laila anna love ka
(aku cinta kamu ) " Bicara sendiri.
"Awas nanti jatuh cinta .., ah ini benar-benar rasa yang konyol. Au.., jantungku
berdebar-debar, degubpannya membuat gempa.. huh."
Bahagia di hati Azka, tersirat jelas di
wajahnya, ia tersenyum sendiri.
__ADS_1
.....Bersambung....