
Azka dan Laila, pergi ke Panti, meminta persetujuan pengurus panti,.
"Begini bu.., Santi,. apa anda dan semua yang tinggal di sini, tidak keberatan, jika pindah ke rumah saya, niat saya bukan lain-lain, hanya untuk meramaikan rumah dengan suasana mengaji, dan bermain, " Jelas Azka.
"Bukannya saya nolak den!, Tapi selama ini den Azka banyak membantu,
kami tidak kekurangan sesuatu pun,.
Jika harus pindah sekolah juga, malah mubadzir, jadi!, bisa di buat lainnya, den!,. Misal nya ruang belajar, untuk anak anak yang kurang mampu dekat rumah den Azka, pasti banyak, kalau di sini perjalanan
dua jam baru sampai,.
Kami bertrimakasih atas semua bantuan aden,. " Jelas Ibu Santi.
"Baik bu.k! makasih, dan ini ada sedikit rejeki" Azka menyodorkan amplop coklat,.
"Saya pamit bu..k, Assalammu'alaikum".
kata Azka, dengan berdiri.
"Waalaikummussalam , Trimakasih ya den, " Jawab Santi ikut berdiri dan mengantar ke teras,.
"Sama-sama bu..k" Azka ke mobil, Laila duduk depan samping pak Ahmad,
Azka di belakang.
"Pak, putar musik, Armada pak,." Suruh Azka, dia memang sangat suka dengan band Armada,.
Pak Ahmad memutar, pas judul Pemilik hati,. tanpa sungkan Azka nyanyi, dan di dengar Laila, mungkin sengaja mencari perhatian,. Tapi hujan turun dengan deras, Azka nyanyi dengan berteriak sampai batuk batuk,.
"Mungkin lewat mimpi, ku bisa tuk memberi , ku ingin di cinta ,..tapi tak di cinta, ku ingin bahagia , tapi tak bahagia, kau terindah kan selalu terindah, aku bisa apa tuk memilikimu..,Uhuk.uhuk.." Batuk Azka , Laila menahan tawa,.
"Kenapa tertawa !" Saut Azka.
"Pak Ahmad, boleh buka sedikit kaca mobilnya, " Minta Laila,.
"Hey yang punya mobil itu aku!, gadis merah jambu, seharusnya bicaranya sama aku,." Kata Azka pakai nada keras.
Laila diam.
"Pak , tiba tiba ,wajah mendung, mata berkaca kaca, e...h hujan pak, adu...h. di luar hujan, dalam mobil hujan pula " Ledek Azka,.
Laila melepar kotak tisu ke Azka,.
"ha ha ha,... kerasukan dia.." tawa Azka tak berhenti.
"Kau itu benar benar aneh, kadang ngomong sendiri, kadang nangis , kalau meledek ku membuat mu bahagia lakukan lah.!" suruh Laila, Azka diam sejenak .
"Pak Ahmad buka jendela nya,." Suruh Azka, Azka memandang keluar kaca.
"Tuh, kan,! malah diam, " Bujuk Laila,
__ADS_1
"Teguran mu adalah tamparan yanb keras, Tapi ya untuk intropeksi diri okelah!," Jawab Azka,.
Laila membuka sedikit jendela, membuka telapak tangan, dan mengeluarkan telapak tangannya, titik hujan membasahi telapak tangannya, Azka memperhatikannya, .
"Kau, sangat beruntung kak Azka !" Ucap Laila dengan suara kalem dan lembut Azka terkejut di panggil kak.
"Kau sangat beruntung, karna masih punya ke dua orangtua, yang lengkap walau tak bersama, aku dari dari umur lima tahun sudah jadi yatim piatu, .
Sangat sulit hidup berdua hanya dengan seorang kakak , Mas Asfi merawat ku dengan sangat sabar, kami hidup sederhana, mas Asfi orang yang kuat, pulang sekolah mencari nafkah untuk kami, untuk bayar uang sekolah, dan lain-lain,.
Dengan kerja keras, akhirnya membuahkan hasil, mas Asfi karna kecerdasaanya, di bantu oleh kakak iparnya mbak Salwa,.
Dan akhirnya, bisa jadi dokter.
Maksud ku bercerita, apapun yang terjadi setidaknya, kak Azka harus minta maaf ke mami kak Azka,. Dia mengorbankan sesuatu untuk hidup kak Azka, memang terlihat egois, mementingkan harta, dan harta,.
Tapi jika kak Azka mendengarkan ku, tolong cari tau apa alasan mami kak Azka," berbicara banyak lebar sambil merasakan dinginnya tetesan hujan di telapak tangan,.
"Percuma neng tidur!" Kata pak Ahmad Laila,
"Heh, dasar aneh." Kesal Laila.
' Aku tak tidur Laila, aku mendengar semua nya, tapi aku menolak nasehat mu,. Bagaimana pun kau tak merasakan jadi aku, terserah kau beranggapan .
Aku egois atau apa,.! Aku menyerah ketika ke dua orang tua ku tak menghargai usaha ku, tanpa uang mereka aku bisa dapat uang yang banyak, karna menang lomba lari maupun tenis meja, aku berjuang mati-matian agar mereka bangga, dan ada di sampingku.,
Tapi apa ketika aku butuh bimbingan dimana mereka, lari dengan sangat keras, lari dari masalah hingga aku terjatuh, rasanya sakit, ketika terjatuh yang membantu
Bukan orang Tua sendiri, saki..t hati ku,. Alasannya ya karna mereka tak ingin hidup bersama buah hati nya,. Aku terima dan aku sudah terbiasa, aku sangat benci hujan, tapi kau, Laila ,..Kau menikmati setiap rintikan itu,,. Hujan tiba-tiba malah membuatku merana, dingin nya, aku selalu tersiksa dengan hawa seperti ini, karna menunjukkan aku benar benar kesepian,'. Fikirnya, air mata Azka menetes.
" Pak, pak! laper." kata Azka,
" I..h tadi merem sekarang melotot,." Gumam Laila,.
"Mau makan apa den,?" Tanya pak Ahmad,.
"Soto, mungkin enak,.!" Jawab Azka lemas,.
"Warung depan itu ya den !" Ucap pak Ahmad,
"Iya pak, mana-mana boleh!" Kata Azka membuka layar ponsel, Pak Ahmad memarkirkan mobil, lalu keluar , tinggal Azka dan Laila,.
"Heh adiknya mas Asfi, mau makan apa? " Tanya Azka, gantian Laila yang merem.
"Malah pura pura, " kata Azka.
"Aku punya nama!, merah jambu, adiknya mas Asfi, panggil nama ku" Tegas Laila, tanpa disangka Azka menyaut.
" Apa jangan-jangan tidak berani memanghil namaku, apa namaku meng,.." Ejek Laila belum selesai Azka menyahut.
"Hai, Laila, o...Laila, tu..h kan berani." Cepat Azka.
__ADS_1
' Memang iya Laila, aku mengakui dalam hati memanggil namamu aku merasakan klik '.
" Oh Laila..." panggil Azka nyeleneh, Laila tersenyum lalu tertawa.
" Kau tertawa dengan caraku! ha ha ha..Kau tak bisa berpura pura dari ku,." Ucap ringan Azka.
"Aku memanggil seperti itu karna ingat cerita, apa...ya h....e. ?" Pikir Azka.
"Laila majnun" Saut Laila
"Aku heran bagaimana bisa, cinta bisa membuat gila, " Kata Azka
"Kalau udah merasakan cinta ya tau , dan melakukan Hal-hal di luar nalar " Jelas Laila.
"Jika cinta kepada Allah, seharus nya Qais tak sampai seperti itu, tapi kita hanya
manusia biasa.
Lihat vidio ini jika di resapi, akan meruntuhkan hati-hati yang keras dan kokoh.Ni .h lihat!, " Azka memberikan ponselnya ke Laila, Laila melihat vidio, yang bertulis ,.
Orang gila dari pinggiran tanah Yaman,. Dengan bersolawat
"YA ROBBI ANTAL HADI "
"Cintanya benar-benar, untuk Allah, SubhanaAllah, meresapi arti dari kalimat ini membuatku menangis, apalah kita ini, manusia yang hina, " Tangan kiri menghapus air mata, tangan kanan memberi ponsel ke Azka,.
"Cinta, kita untuk ALLAH, tidak ada apa apa nya, di banding orang gila ini, di mata orang biasa memang terlihat hina, tapi kita tidak tau jika dia mungkin kekasih Allah,.
Maka nya Jika mencintai hamba jangan berlebihan,. Dan terima saja jodoh yang,
di beri Allah,.
Tapi ya di antara bisa dan tak bisa , sangat sulit menata hati, ya .. bisikan setan di mana mana.." lanjut Laila,.
"Ya ...benar,. " Singkat Azka,.
"Ayo keluar, kasian pak Ahmad, " Ajak Laila menyusul pak Ahmad,
"Aku gak suka hujan,! " Jawab Azka,.
"Ini pemberian Allah, jika tak ada hujan ?." Bujuk Laila.
"Iya iya , Adik nya mas Asfi" Saut cepat Azka.
"Laila, Laila ," kata Laila
di saut Azka. "Ooooo Laila!"
mereka tertawa bersama..
.....Bersambung.....
__ADS_1