Mencintai Rembulan

Mencintai Rembulan
Tuntas Tanpa Tindakan


__ADS_3

Semua kehidupan pasti ada masalah yang tak pernah terduga, begitu pula masalah berlian yang intemewa dan teramat mahal.


Laila selesai solat dhuha, ia melihat Azka yang hanya main game dan menikmati permainan di hpnya, namun setelah sadar Laila memandanginya ia melempar hpnya, ia bangun dari tengkurapnya.


"Boleh aku meminta itu? Sekarang!" ujar Azka yang dari tadi sudah menunggu istrinya.


Laila tersenyum manis, ia duduk di pinggir ranjang, saling menatap dan mengumbar kemesraan.


Begitu indah cinta yang sedang mekar, Laila berbaring di paha Azka, Azka membelai rambut indah, halus dan wangi.


"Maafkan aku..., yang masih nelum sempurna" ujar pelan dari sang suami, Laila mengangkat kepalanya setelah mendengar ucapan dari Azka,


"Kau memang tidak sempurna namun kau yang terbaik, jodoh pilihan dari Allah." ucap Laila, Azka memandang kosong.


"Banyak ketidak sempurnaanku, banyak kesalahanku yang di sangaja maupun tak sengaja, Lailaku..., merah jambuku, teruslah mencintaiku, mintalah kita di satukan lagi di surgaNya nanti, kita akan terpisah dengan maut, namun kita umat Nabi Muhammad SAW, kita percaya jika kita akan bertemu di robongan Sang Nabi ketika hari itu tiba, sejenak kita akan melupakan cinta kita, di hari kiamat kita mungkin mementingkan keselamatan diri sendiri, aku ingin kita membahas hari itu, agar sedikit menghilangkan rasa takabbur." ujar Azka sadar diri jika hidup hanyalah sementara.


"Cinta kita akan sampai di akhirat jika kita terus berbuat baik, beramal soleh, dan terus di jalanNya, setiap perbuatan sekecil apapun semua akan ada balasannya. Seperti keterangan di surat AlQur'an Al-Zalzalah, yang Artinya.


1) Apabila bumi di goncangkan dengan goncangan yang dahsayat.


2). Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang di kandungnya).


3) Dan manusia bertanya "mengapa bumi menjadi begini?"


4) Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,


5) Karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

__ADS_1


6) Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.


7) Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun niscaya dia akan melihat balasannnya.


8) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun niscaya dia akan melihat balasanya.


Maha Adil Allah. Semua akan di perhitungkan semua amal sudah ada yang mencatat di sini." Laila menyentuh dua pundak Azka.


"Terkadang kita lupa jika ada yang mengawasi, kita tidak bisa sembunyi dariNya, SubhanaAllah." ucap Azka, mereka saling menatap.


"Aku ingin bertanya?" Azka mengenggam erat tangan Laila, Laila menatapnya.


"Silahkan." suruh Laila.


"Jika saja, waktu kembali ke 3 tahun lalu, seumpama kita bertemu dan saling jatuh cinta, tapi aku masih bertahan dengan kelakuanku, dugem, mabuk, bermesraan dengan wanita lain, kau akan memperjuangkanku, mempertahankan dan berusaha merubahku, atau menyerah dan lalu meninggalkanku?" pertanyaan dari Azka, Laila tersenyum.


"Seumpama aku kecanduan! Bukankah itu akan menyakitimu?" Azka kembali mengetes cinta Laila.


"Cintaku adalah pertahananku, jika kau nekat dan berhasil membujukku untuk mengakui cintaku, maka aku akan melakukan hal yang sama, jangan pernah meragukan cinta, aku mencintaimu apa adanya, cinta yang membawa ke arah positif, tapi kau taubat saat bertemu mbak Salwa, kenapa tidak jatuh cinta kepadanya?" tanya Laila aneh, Azka tertawa.


"😆, Saat itu aku tau kalau Mbak Salwa sudah bersuami! Lagian aku memang tak tertarik." jelas Azka.


"Saat pergi ke tempat maksiat itu masa nggak tertarik dengan kemolekan, keseksian penghuninya? Maksudku gadis seksi dan menggoda!" tanya Laila mengorek masalalu Azka, Azka berusaha mengingat.


"Aku hanya ingat aku kenal dua pemuda teman SMP dan SMA, namanya Haikal dan Samuel, mereka melengket karna selalu aku tlaktir, ada satu gadis yang menempel terus dan berusaha memikatku namanya Fiza dia bekerja sejak SMP, aku pernah ada niatan ingin mengeluarkannnya dari tempat itu, tapi setelah kecelakan aku tidak pergi ketempat itu lagi." jelas Azka.


"Apa masih ada luka di kepala?" Laila mengangkat badannya dan memeriksa kepala Azka, Azka malah memeluk erat istrinya.

__ADS_1


"Kenapa kau takut aku melupakakanmu?" tanya Azka, Laila duduk dan berfikir.


"Cinta Almarhum Mas Zaher adalah cinta istimewa, walau mbak Salwa menikah dengan Mas Asfi tapi masih tersisa cinta dari Mas Zaher." ujar Laila yang kemudian mencium tangan Azka.


"Kecelakaan itu sangat tiba-tiba, aku ngebut, dan Mas Zaher keluar dari gerbang, dan terjadilah hal itu, aku masih sangat trauma," ujar Azka dengan wajah menyesal.


"Sudah jangan membahas itu lagi," Laila memeluk Azka, Azka membanting pelan istrinya, dan berbaring di ranjang Azka menumpangkan pahanya di atas paha Laila, hal panas sudah di mulai.


Namun suara nada dering lagu Bidadari surga berbunyi. "Ah, ganggu!" keluh Azka yang lalu mengangkat telpon. Azka berbaring, Laila mengangkat sebagian tubuhnya lalu menciumi tanpa henti, istri menggoda suami dengan keganasannya.


"Iya Pak Adi! Apa?" Azka langsung duduk, Laila juga ikut duduk. "Jaringan Mavia terkena razia dan sudah di tangkap karna bisnis sabu-sabu. Alhamdulillah lalu bagaimana dengan Roji?"


"Mereka tertangkap den, sedang musuh Nyonya yang dari Paris juga tertangkap karna dia jaringan yang teratas mungkin hukuman mati, yang akan di dapat. Termasuk Roji!" jelas Pak Adi, Azka terdiam ia menghela nafas sesak.


Laila mengelus pundak suaminya, panggilan terputus. Azka terlihat lemas.


"Aku senang masalah ini tustas tanpa tindakan! Tapi Roji," Azka memandang dengan mata berair.


"Ini teguran dari Allah mungkin dengan ini Roji bisa menjadi orang yang lebih baik, soal Pak Ahmad beliau pasti sudah menerima kenyataan pahit ini!" Laila menenangkan suaminya.


"Aku berusaha dengan sangat keras agar aku tak kembali ke lubang yang sama, sangat sulit setan terus membisiki agar aku datang lagi ketempat itu, Mbak Salwa menunjukkan jalan putih di dalam luasnya jalan hitam, aku bisa keluar dari sana, dari kebiasaan burukku. Jika manusia sudah tau kalau melakukan kesalahan cukup sekali dan tidak mau mengulang lagi! Tapi..., yang paling aku takuti adalah kehilanganmu, jika Allah memisahkan kita," Azka belum selesai.


"Syut..., itu semua rahasia Allah, sama halnya jodoh! Aku tak pernah menduga jika akan di jodohkan dengan orang yang sangat suka kartun, yang suka mengoleksi celana dalam, itu konyol," ujar Laila meledek suaminya.


"😆😆😆Dulu banyak uang, aku juga sudah shodaqoh, jadi saat jalan-jalan aku lihat itu, celana dalam yang mahal-mahal itu! Memang sih tidak ada manfaatnya, mahal hanya untuk pajangan di dalam kamar, lalu apa pikiranmu dulu tentangku?" Azka bertanya.


"Mesum! Pria Spongebob he he," jawab Laila, Azka langsung berbuat Laila tak berkutik, keindahan hubungan suami istri hanya rahasia mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2